
“Terluka?” Lenggo cemas. “Dimana?"
Lenggo dan anak kecil itu segera ke lapangan. Di lapangan, tampak trio yang berumur 8 tahun lebih itu tengah menangis, ada yang mengikat luka gadis kecil yang baru berumur 4 tahun.
“Alana!" seru Lenggo memeluknya.
“Ada apa Adi, Ken, Surya?” tanya Lenggo menatap trio bergantian.
“Mama, maaf, tadi kami main kejar-kejaran. Maafkan kami, Ma....” lirih mereka.
Lenggo menghela nafas. “Baiklah, sekarang ayo kita pulang, hari sudah sore.
Lenggo menikah dengan salah satu pria yang ada di Desa Petarung atas perjodohan nenek, dia memiliki seorang putri bersama suaminya, dan juga merawat trio sebagai anak angkat mereka.
Sedangkan di pulau terpencil Buangthai, penjara yang tak banyak orang ketahui, hanya tersisa Salomon dan satu anak buahnya yang masih hidup, dia beberapa kali mencoba kabur dari penjara itu, tetapi selalu tertangkap.
Kali ini, dia juga berusaha kabur, badannya sudah kurus kering, banyak luka-luka, dia merangkak dalam lubang galiannya di penjara itu, dia diam-diam membuat sudah lubang.
Saat dia terbebas dari penjara itu, dia melihat perahu kosong, tanpa pikir panjang dia langsung naik.
“Ayo, cepat!" ajaknya pada bawahannya.
Bawahan nya itu meragu, membayangkan laut luas hanya dengan perahu. “Apa yang kau pikirkan, dari pada tersiksa di sini, ayo!”
Salomon dan bawahannya itu naik, mulai mengayuh perahu. Dua orang polisi hanya melihat apa.yang mereka lakukan dengan teropong.
“Apa ini tidak apa-apa?”
__ADS_1
“Tidak apa-apa, palingan dia mati di tengah laut, tanpa makanan dan bahan bakar perahu, pasti nanti tenaga mereka habis untuk.memdayung perahu itu!” ucapnya terkekeh.
“Karena selama ini, Buangtai hanya tempat kematian bagi orang yang kejahatannya melampaui batas! Tak ada jalan keluar!” Ya, biasanya mereka datang ke pulau terpencil ini dengan helikopter.
***
Hari ini, Qiram dan sekeluarga akan jalan-jalan ke luar negri. Mereka sudah bersiap, menyiapkan barang-barang bawaan penting serta lainnya.
Saat Qiram berkemas, kepingan emas terakir yang dikelilingi oleh cahaya biru itu bergetar dan semakin bercahaya. Qiram memegangi kepingan emas itu.
“Bawa aku!" Terdengar suara memenuhi otak Qiram.
“Ada apa Sayang?" tanya Hafisa melihat Qiram terdiam setelah menggenggam kepingan emas itu.
“Dia ingin di bawa,” jawab Qiram.
“Bawa aja Sayang, masukkan ke dalam tas,” sahut Hafisa tersenyum.
“Baiklah.”
***
Mereka sampai berkunjung ke beberapa negara dan entah kenapa, kepingan emas itu meminta Qiram untuk pergi ke Grindelwald.
Akhirnya, mereka semua ke sana.
“Wah, tempat ini sangat indah dan asri!” puji Raja.
__ADS_1
Tiba-tiba Pangeran dan Queen terdiam, mata mereka berdua berubah menjadi kuning keemasan. “Ada apa Kak, Dik?” tanya Raja.
“Diam di sini, tunggu Mama dan Papa!” perintah Pangeran, dia langsung melayang dengan cepat yang di susul oleh Queen.
Raja yang tidak mempunyai kemampuan apapun, dengan keras kepalanya mengejar Pangeran dan Queen, sedari dulu, dia bisa mengendus aroma Kakak dan Adiknya. “Jangan remehkan aku, aku juga memiliki kemampuan hebat kata Papa, aku akan mengejar kalian!" seru Raja berlari dengan semangat.
“Aach! Sakit banget Hellio...” ringis seorang gadis kecil yang berumur 7 tahun. Kakinya berdarah karena jatuh dari memanjat pohon.
“Aduh, Mama pasti akan memarahi kita jika ketahuan memanjat dan melakukan sesuatu lagi,” ujar Hellio. “Sini, biar aku gendong saja, Hellen.”
Saat Hellio menggendong Hellen, Pangeran dan Queen mendarat di hadapan mereka berdua. “Siapa kalian!" teriaknya, mata mereka berdua berwana emas menyalang terang menatap tajam Hellen dan Hellio.
“Kalian berdua yang siapa!” Hellio juga berseru, dia mengeluarkan cahaya biru dengan bola mata biru jernih.
Kepingan emas semakin bergetar hebat, membuat Qiram berlari ke arah tujuan dari getaran kepingan emas itu, hingga dia melihat kedua anaknya tengah bertarung dengan dua anak kecil bercahaya biru.
Kepingan emas itu terbang ke arah kedua anak kecil itu. “Tuan Muda, mereka berdua adalah anakmu, temukanlah mereka!”
Setelah kalimat itu terdengar, cahaya biru dan kepingan emas membawa hilang dua anak bercahaya biru yang bernama Hellen dan Hellio itu.
Pangeran dan Queen menatap tajam Qiram. “Apa yang suara itu katakan, Pa? Apa kau berselingkuh dari Mama dan memiliki dua anak di luar nikah?”
Raja dan Hafisa yang terengah-engah baru datang menggejar mereka, hanya terdiam terpaku mendengar itu.
..._TAMAT_...
Nb;
__ADS_1
Terimakasih telah membaca sampai cerita ini selesai. Alhamdulillah, cerita ini telah selesai. Mohon maaf jika update-nya sering tekat dan lama digantung, semoga dapat menghibur🙏