
Qiram mulai bernafas lega, setelah Gippong tak mengeluarkan darah di hidung dan mulutnya lagi. “Aku akan membeli makanan, kamu mau makan apa? Supaya kamu bisa makan obat ini?” tanyanya penuh perhatian dengan sedikit melirik ke arah Gippong sambil menyetir.
“Tidak Tuan, tolong peluk aku saja!”
“Hah? Aku sedang menyetir mobil, bagaimana bisa memelukmu. Kau harus makan, apa kau mau ikan? Biasanya kau suka ikan nila. Eh, kau sedang jadi manusia, kalau begitu, ayo, kita cari gulai ikan atau ikan bakar!”
Gippong kembali menunduk patuh, membiarkan Qiram menghentikan mobilnya dan membeli makanan di pinggiran jalan, makanan warung kampung yang menyediakan banyak makanan lezat seperti ayam penyet, ayam hijau, ikan bakar, ayam bakar, dan lainnya. Qiram membeli ikan bakar dan ayam bakar beberapa potong.
“Aku membelinya cukup banyak, sekalian untuk makan pagi kita bersama di rumah!” Dia melakukan kembali mobilnya menuju rumah megahnya.
Sampai di rumah, langit sudah mulai terang, tepatnya sudah jam 6 pagi lebih. Jecky dan Hafisa serta Lil O tampak berwajah panik, lalu menjadi histeris.
“Sob, kau membuatku sangat kuatir!” Lil O langsung berlari memeluknya setelah melihat Qiram turun dari mobilnya. “Kau tahu, saat Hafisa dan Tuan Jecky menelfonku subuh tadi, menanyakan apakah kau ada di kedaiku, jantungku rasanya hampir copot, aku takut jika Soleman datang!” Lil O melepaskan pelukannya dan menundukkan kepalanya.
“Hei Lil O, percaya diri lah, kau biasanya selalu percaya diri, sekarang kita sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kita memiliki guru yang hebat, bisa karate dan kungfu, bisa boxing juga. Aku 10 kali lebih kuat dari sebelumnya, dan kamu juga 'kan. Jangan takut lagi!” Qiram menepuk pundak Lil O. Ya, mereka berdua memang sama-sama takut dan trauma pada Soleman and the gangs, manusia yang selalu memburu mereka berdua.
Qiram pun sebenarnya juga masih merasa cemas dan takut, tetapi kepercayaan dirinya semakin tumbuh saat ia mulai kuat, tubuhnya yang sudah mulai turun beratnya, lengannya sudah memiliki sedikit otot, ia sudah bisa menggunakan jurus yang diajarkan Jecky beberapa buah untuk melindungi diri. Apalagi, ia memiliki banyak uang, tempat tinggal dan usaha. Kepercayaan diri pun menjadi lebih tinggi.
Gippong berjalan perlahan, secepat kilat Qiram menyadari dan membantunya, langsung memapahnya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“Hafisa, tolong bawa dan hidangkan makanan yang kubeli ya! Ada dalam mobil!”
“Iya!”
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah, Qiram mendudukkan Gippong di kursi meja makan, lalu mereka semua juga duduk di sana.
“Kemana kamu pergi?” Lil O menatap Qiram.
“Semalam aku tak tahu apa yang terjadi, saat aku terbangun dan minum, Gippong sedang berubah jadi manusia, lalu bergumam tak jelas dan mengeluarkan darah di mulut dan hidungnya banyak. Aku panik, sehingga aku buru-buru bawa dia ke klinik,” jelas Qiram.
“Oh, lalu, bagaimana kata Donter? Lain kali, tolong kabari kami ya, kalau terjadi apa-apa!” tutur Lil O.
“Iya, aku bersyukur karena kedainya semakin laris dan ramah, aku bersyukur memiliki teman sebaikmu! Aku berharap Gippong segera sembuh!” Lil O melirik Gippong yang tampak lesu.
“Ah, kau ini, aku yang bersyukur mendapatkan sahabat setia dan jujur sepertimu. Hmm, aku juga berharap begitu, semoga!”
Hafisa menghidangkan makanan yang di bantu oleh Jecky, tadi saat Qiram dan Lil O berbincang, Jecky tak tega melihat Hafisa dengan perut besarnya mengangkat piring dan gelas untuk di bawa kemeja makan.
Setelah semuanya terhidang, Qiram masih menatap wajah Hafisa yang telah duduk dan bersiap makan besar di pagi hari karena Qiram membeli ayam bakar dan ikan bakar.
__ADS_1
“Hafisa,” panggil Qiram.
“Iya.” Hafisa menoleh, menatap pada Qiram.
“Kau menangis atau kurang tidur? Matamu kok bengkak gitu?”
“Dia menangis sejak tadi, sampai matanya bengkak karena cemas padamu, aku sudah katakan padamu sebelumnya 'kan, wanita hamil itu sensitif!” Malah Lil O yang menjawab pertanyaan Qiram, sedangkan Hafisa malah malu. Pipinya terlihat memerah.
“Maafkan aku Hafisa, terimakasih telah mengkhawatirkan aku.” Qiram tersenyum.
Mereka berempat pun akhirnya makan bersama, untuk Gippong ada tiga ekor ikan bakar, yang lainnya hanya sepotong ayam bakar, sedangkan Qiram memiliki dua potong ayam bakar dan satu potong ikan bakar, namun porsi nasinya lebih sedikit dari sebelumnya.
...----------------...
Nb: 🌹🌹🌹
Terimakasih sebanyak-banyaknya saya ucapkan pada reader yang masih setia membaca cerita sederhana saya ini. Maaf tidak bisa menyenangkan kalian dengan sering up dan crazy up. Namun, saya berharap, tulisan saya ini bisa menghibur kalian semua...
Untuk semua pembaca, saya Rozh, penulis original karya dengan judul Guci Emas merubah takdirku, jika ada salah dalam berkata yang tertuang dalam tulisan, saya minta maaf. Mohon maaf lahir dan bathin. Bagi pembaca yang menjalankan ibadah puasa, selamat berpuasa ya, semoga amal ibadah kita di bulan suci ramadhan ini diterima disisiNya. Mendapatkan banyak Rahmat dan berkah, Aamiin.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, komentar positif dan dukungan lainnya ya 😍🙏🌹