
Qiram yang masih dihantui trauma pada Soleman, memilih berlari dari sana. Itulah jurus yang selama ini dilakukannya, di kehidupan masa lalunya.
“Hei, dia-” ucap Soleman yang baru menyadari jika ada Qiram di sana. Pria Gendut yang sering ia bully. Ia menyunggingkan senyum jahatnya.
“Kejar dia!” perintahnya.
Qiram berlari, Jecky pun terpecah fokusnya karena Tuannya di kejar para preman. Ia pun menghajar preman di dekatnya dengan cepat agar bisa membantu Qiram.
Drap! Drap! Suara kaki yang berlari mengejar Qiram. Ia bahkan sampai kehilangan pikirannya, untuk apa ia berlari, padahal ia memiliki mobil keren yang bisa melaju dengan kencang.
“Hahahaha! Kau tertangkap, Qiram!” Dia sudah terpojok di sudut.
“Kau harus membayar hutangmu dengan bunga-bunganya, serta biaya rawatku waktu itu kau pukul.” ucap Soleman. “Hajar dia!” perintahnya pada bawahannya.
Bruk! Prak! Qiram dipukul dan ditendang. Wajahnya sudah babak belur karena mendapatkan banyak pukulan brutal oleh beberapa belasan orang, ia tersungkur memeluk tubuhnya yang kesakitan.
Soleman berdiri dengan memberikan gerakan tangan, sehingga bawahannya menghentikan pukulan itu. “Kau akan merasakannya setiap saat sampai kau melunasi hutangmu.” Ia memijak kepala Qiram kuat.
“Geledah tubuh badak bengkak ini, temukan uang untukku!” perintahnya lagi pada bawahannya.
Qiram merasakan pusing di kepalanya karena dipijak Soleman dengan sangat kuat. Akan tetapi sebuah cahaya berwarna kuning kembali melesat ke tubuhnya, hingga ia mendengar suara notifikasi kembali.
“Tuanku yang bodoh! Kau sudah mengabaikanku beberapa hari ini! Aku adalah benda berharga terakhirmu, kesempatan kedua yang tak akan pernah ada tiganya. Tolong jaga aku dan dirimu sebagai penggunaku. Mintalah sesuatu sekarang padaku!”
“A-aku i-ingin ku-kuat...” rintih Qiram dalam kesakitannya.
“Apa yang kau gumamkan, Badak Bengkak?!” sinis Soleman. “Cepat! Apa badak ini tak punya uang sepersen pun?! Cih!” Ia berdecih sebal.
“Program ini telah diaktifkan, permintaan darurat Tuan telah dikabulkan. Selamat! Anda memiliki tugas menjadi lebih kuat, memiliki otot besar dengan kekuatan full.” Cahaya kuning itu langsung menghilang setelahnya. Lalu suara notifikasi kembali terdengar, walau tanpa cahaya.
“Anda harus menyelesaikan pekerjaan Anda, menjadi lebih kuat dan pemberani, waktu yang Anda miliki adalah satu bulan. Setiap Anda menyelesaikan satu jurus, Anda akan mendapatkan 5 juta rupiah, lalu jika Anda pemberani dan kuat akan mendapatkan tambahan uang setiap waktunya 10 juta rupiah. Kemudian, jika Anda mampu mengalahkan musuh, Anda mendapatkan 15 juta rupiah. Jika Anda menyelesaikan tugas tepat waktu, akan mendapatkan hadiah, sedangkan jika Anda gagal, Anda akan mendapatkan hukuman. Tugas dimulai dari sekarang, berakhir 29 hari mendatang tepat jam 00.00!” jelas notifikasi.
Jecky pun telah sampai di hadapan Qiram. Matanya terbelalak melihat kepala Qiram dipijak, dengan gesit ia berlari, memukul semua preman itu termasuk Soleman.
“Sialan! Hajar dia!” teriak Soleman.
Kekuatan Jecky sudah mulai melemah, karena tadi ia juga di serang banyak preman sebelum sampai kemari, sedangkan sekarang Soleman dan bawahannya tak kalah banyak dari yang ia kalahkan tadi, tenaga musuh masih fit sedangkan ia hanya setengahnya.
__ADS_1
Mereka mengeroyok Jecky bersama, terjadi beberapakali perlawanan, baku hantam. Akan tetapi, tenaga Jecky mulai terkuras habis, sehingga kedua tangannya dipegang, Soleman memukul perutnya membabi buta.
Melihat itu, Qiram kembali teringat kehidupannya yang lalu. “Tidak! Jangan sakiti dia!” teriak Qiram, di matanya Jekcy tampak seperti Lil O di kehidupan masa lalu yang ditusuk perutnya.
Ia langsung berdiri, rasa takut menguap hilang. “Matilah kau, Soleman!” serunya dengan marah.
Brak! Ia memukul dan menendang Soleman serta bawahannya. Rasa sakit tak lagi terasa. Baginya kini, hanya menyelamatkan Jecky, ia tak ingin melihat kematian orang yang berarti dihadapannya lagi.
Perkelahian tak seimbang pun terjadi, tangan Jecky pun terlepas karena Qiram memukul bawahan Soleman yang memegang tangan itu.
Brak!
“Awch!”
“Hiya!” Seorang gadis dengan tongkat bisbolnya tiba-tiba menolong Qiram dan Jecky.
“Mail! Serang mereka!” soraknya pada anjing pintarnya.
“Gadis sialaan! Ayo, kita pergi!” Soleman menarik anak buahnya berlari terbirit-birit, setelah menyadari jika wanita dengan tongkat bisbol itu adalah Helmi Etika.
“Selamat Tuan, Anda memiliki satu keberanian tanpa kekuatan, Anda berhak memiliki setengah dari hadiah 5 juta rupiah dari hadiah utama 10 juta rupiah.” Suara notifikasi terdengar menjelaskan.
‘Saldo Anda Rp. 160.526.000,00.’
Jecky memapah Qiram bersama dengan Emi.
“Tuan, sadarlah!” ucap Jecky khawatir. Ia semakin khawatir setelah melihat Qiram tampak diam dengan mata melotot.
“Tuan, biar saya gendong belakang.” Jecky menawarkan diri.
“Aku tidak apa-apa!” Qiram menyadari tubuhnya sangat berat, tetapi sekarang ia menjadi lebih bersemangat setelah melihat uangnya yang bertambah banyak.
Jalan yang mereka tempuh tampak mulai dikemas dan dibersihkan para pedagang dan masyarakat lainnya. Para preman pun langsung pergi setelah mengetahui Emi turun tangan.
“Cih, dasar mereka sampah masyarakat!” gumam Emi berdecih.
“Biar saya bantu, Nona!” ucap seorang pria dengan tubuh kekar.
__ADS_1
“Ok, papah dia.” sahut Emi memberikan tangan Qiram yang ia papah, agar Pria yang menawarkan diri memapah Qiram bersama Jecky.
“Antarkan saya ke mobil...” ucap Qiram lemah, ia baru ingat tentang mobilnya.
Qiram masuk ke dalam mobil kerennya dan meminta Jecky menyetir untuk pulang.
“Wow, mobilmu keren juga, Qiram.” puji Emi mengelus body mobil, lalu kepalanya muncul di kaca mobil menatap Qiram yang sudah bersandar dengan sabuk pengaman.
Emi merogoh celana trainingnya yang memiliki resleting, mengeluarkan kartu namanya. “Hubungi aku setelah sampai di rumah, ingat, jangan ingkar janji seperti waktu lalu lagi! Kau harus lebih kuat, aku akan membantumu!” Emi menepuk pundak Qiram.
“Uhm...” Qiram meringis karena bahunya ditepuk.
“Hati-hati!” ucap Emi, dia berdiri dan melambaikan tangannya. Lalu, Jecky melesat pergi.
Qiram langsung pulang, setelah dibawa berobat ke klinik. Qiram, Hafisa dan Gippong sangat khawatir melihat Qiram yang memiliki banyak memar.
“Tuan Jecky, kenapa kalian bisa dipukul begini?" tanya Lil O, saat mereka turun ke lantai bawah, meninggalkan Hafisa, seorang bayi dan kucing hitam sebagai teman Qiram di kamarnya.
“Saat kami makan, ada preman yang mengganggu, kemudian preman itu mengejar Tuan Muda Qiram.” jelas Jecky.
“Mengejar?” tanya Lil O. “Apa nama pemimpinnya Soleman?”
“Iya!” jawab Jecky.
Lil O pun menjadi geram, tetapi mereka tak memiliki kekuatan untuk melawan. Melihat raut wajah Lil O, Jekcy menepuk pundaknya.
“Tenang, Tuan sudah membeli banyak perlengkapan olahraga dan bela diri. Mulai sekarang kau dan Tuan akan saya latih Ilmu Bela Diri, membuat tubuh kuat dan bugar.” ujar Jecky menenangkan. “jadi, jangan khawatir.”
“Terimaksih, Tuan Jecky.” sahut Lil O.
Hafisa mengompres beberapa memar di wajah dan tubuh Qiram sambil menangis.
“Apa yang kau tangiskan, Hafisa?”
“Demi mencari rezki, kalian jadi terluka begini, sedangkan aku masih tidak berguna.” jawab Hafisa.
“Siapa bilang kau tidak berguna, jagalah dirimu dan anak yang ada dalam perutmu, memasak untuk kami, jaga rumah ini, itu adalah tugas mulia.” Qiram menghapus air mata Hafisa.
__ADS_1
“Jangan menangis lagi, aku baik-baik saja.” Setelah berucap begitu, Qiram memilih merebahkan dirinya di ranjang dan menutup matanya. Sedangkan Hafisa dan Gippong masih setia duduk di tepi ranjangnya.