
Di tengah jalan, Lenggo tersadar, dia memberontak dan melompat dari mobil jip yang sedang melaju.
“Aawch!” pekiknya. “Tolong! Tolong saya!” teriak Lenggo, dia melompat di tempat keramaian. “Saya diculik, tolong saya!” Masih minta tolong.
Mobil jip yang dikendarai itu berhenti, menatap orang-orang yang berniat menolong Lenggo. Akan tetapi, mereka kembali mengurungkan niatnya karena kelompok Soleman.
“Tolong!” Lenggo berusaha bangun bahkan merangkak karena luka ditangan dan kakinya saat melompat dari mobil yang sedang melaju, tubuhnya tadi terguling-guling dari aspal menuju rumput ditepi jalan.
“Tolong saya, hiks, hiks, tolong....” tangis Lenggo.
Kebetulan sekali, kejadian itu tak jauh dari kedai Lil O. “Ada apa itu?” tanya Lil O.
“Itu, geng preman jahat itu, menculik gadis lagi, benar-benar kejam,” sahut salah satu diantara mereka yang melihat kejadian Lenggo merangkak minta tolong tadi, tapi setelah melihat Soleman, dia malah beranjak pergi.
“Soleman?” Lil O mengambil pentungan, lalu berjalan ke arah sana.
Betapa terkejutnya dia, wanita yang merangkak dan dijambak rambutnya itu adalah wanita yang dikenal Lil O. Tubuhnya penuh luka dan noda-noda bekas pelecehan, karena baju yang dipakaikan pada Lenggo sangat minim, hampir menyemburkan kedua buah apel di dadanya, bahkan sudah mempertontonkan segitiga manis diantara kedua pahanya.
“Hei, Bajingaan!” teriak Lil O. Badan pemuda itu semakin kekar, tinggi dan kuat karena selalu pelatihan gym dengan rutin. “Lepaskan dia!” seru Lil O tegas.
__ADS_1
“Wah, wah, siapa ini? Ada yang mau jadi jagoan?”
“Eh, bukannya dia temannya badak bengkak?”
Tanpa menunggu ba-bi-bu, pemanasan dan banyak bacot, Lil O langsung menyerang, memukul dengan pentungan. Bukan main beraninya dia, langsung maju melawan kelompok itu, sedangkan yang lain hanya berdiri jadi penonton.
Soleman mengeluarkan pisau berniat menusuk Lil O, yang lainnya juga mengeluarkan celurit. Lil O tak gentar, dia menangkis pisau dan celurit dengan pentungan yang terbuat dari aluminium itu, memukul ke kepala mereka. Sayangnya, karena Lil O dikeroyok, bahunya kena sabet pisau juga akhirnya.
Karyawan Lil O telah menelpon polisi dan Qiram. Lalu mereka juga membawa pentungan, berniat membantu atasannya. Dengan tangan dan kaki gemetar, mereka ikutan menolong.
“Pengecuut! Apa kalian hanya akan menjadi penonton bodoh! Kalian banyak, tapi takut pada kelompok manusia sampah seperti itu!” teriak seorang gadis yang masih sakit, satu kakinya masih diperban menggunakan satu tingkat kaki.
“Seharusnya kalian saling bantu membantu, agar para gadis dan anak-anak tidak di bawa mereka lagi. Apakah kalian mau, putri kalian menjadi korban selanjutnya? Atau anak-anak kalian?” teriak Helmi.
Akhirnya mereka semua membantu Lil O dan karyawannya. Soleman dan gangnya menjadi babak belur. Mereka diikat dengan tali di pohon yang tak jauh dari toko Lil O.
Polisi pun datang, mereka melihat Soleman, sedikit menciut karena Soleman pasti akan membuat ulah dan akan dijamin kembali oleh penguasa mereka untuk pembebasan. Entah atasan yang mana melindungi mereka.
“Borgol mereka, bawa mereka ke markas buangtai!” Helmi menunjukkan sesuatu pada dua polisi. “Ingat, jangan bawa ke sel tahanan, tapi Buangtai! Paham!” Helmi menatap tajam dua polisi itu. Kemudian Helmi, menatap dua nama polisi itu.
__ADS_1
“Aku sudah mengingat siapa kalian, jangan macam-macam dan bawa mereka ke sana!” ancam Helmi lagi.
Polisi membawa kelompok Soleman yang telah diborgol kaki dan tangannya masuk ke dalam mobil. Sedangkan Helmi langsung masuk ke toko Lil O, memesan mie gomak.
“Apakah Mbak bisa menunggu dulu, saya masak dulu, soalnya Boss kami sedang terluka.”
“Ok, tak masalah! Aku tunggu!” balas Helmi.
Lenggo telah di bawa oleh karyawan Lil O lainnya bersama Lil O ke klinik terdekat. Tak lama, Qiram dan Jekcy sampai di klinik itu. Dengan cemas, Qiram berlari dan memeluk Lil O.
“Kenapa kamu bisa terluka di bahu begini, Lil?” Saat bertanya begitu, mata Qiram bersirobok dengan Lenggo.
Tampilan wanita itu sangat memperhatinkan, menyedihkan. Wanita dikehidupan lalu yang membuat hatinya patah, hancur dan pilu. Rasa sayang yang tulus dia berikan di balas dengan tipuan.
Deg! Deg! Dada Qiram berdetak.
‘Apakah cinta pertama itu memang sulit untuk dilupakan, walau dia sudah sangat menyakitkan?’ gumam Qiram dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1