Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Kekuatan Asli


__ADS_3

Perlahan, kesadaran Qiram kembali, matanya terbuka sedikit demi sedikit. Bola matanya yang hazel berubah menjadi permata amer. Ya, berwarna kuning keemasan mengkilat.


Apa yang dia lihat terpindai, saat dia melihat sofa, tertera disana jenis kain, kayu, proses pembuatan dan bahan lainnya, kemudian ia menoleh pada tirai jendela, juga seperti itu. Dia mengedipkan matanya berkali-kali.


“Ahh, ada apa ini? Apa aku berhalusinasi?” gumam Qiram, kepalanya masih terasa berat dan sakit.


Dia mencoba duduk perlahan dari tidurnya. Memijat kepala yang masih terasa sakit, seketika ia terkesiap melihat bola matanya. “Apa ini?” Dia berjalan lebih mendekat ke arah kaca.


“K-kenapa bola mataku seperti bola mata kucing?” Qiram memperhatikan pupil dan iris matanya, dia mengedipkan mata itu berkali-kali. “I-ini mengerikan!” Qiram bergidik ngeri. Dia berniat mandi dan akan berkunsuktasi pada Dokter Aini Farha.


Saat sampai di bak mandi, dia memutar shower. Brak! Kran air shower itu hancur dan air memancur kemana-mana. “Aaah, apa ini?”

__ADS_1


Qiram terburu-buru membuka pintu kamar mandi, hendak minta bantuan Jekcy. Brak! Pintu kamar mandi hancur. Hah? Qiram melongo! Tubuhnya basah kuyup beserta handuknya, bahkan air juga menembak sampai ke dalam kamarnya. Untung saja tidak sampai di ranjang king miliknya.


“Ada apa ini?” Qiram mulai berjalan pelan-pelan dan membuka pintu kamarnya pelan. “Tuan Jecky!” Dia berteriak dari atas dengan suara lantang karena jantungnya terasa berdetak lebih cepat, sehingga nafasnya memburu.


Drrrrrt! Pajangan dinding di sekitar sana bergetar. Membuat Qiram cemas bukan main. “Ini mimpi atau halusinasi? Ini benar-benar mengerikan!” histerisnya menutup mata dan telinga.


Jecky secepat kilat berlari ke arah Qiram. “Ya, Tuan Muda. Ada apa?” Jecky menatap mata Qiram yang masih berwarna kuning keemasan saat Qiram membuka mata, mendengar perkataannya.


Deg! Deg! Deg! Bukannya semakin tenang, Qiram malah semakin cemas, detak jantungnya semakin cepat. Apalagi matanya masih memindai dengan acak setiap barang, membuat kepala Qiram menjadi sakit, karena notif-notif, bahan-bahan, material bangunan terdeteksi dan terpampang jelas di matanya.


“Kepalaku sakit sekali, Guru!” Qiram mengeluh.

__ADS_1


“Tuan Muda harus tenang,” ujar Jecky, dia menarik tangan Qiram ke halaman belakang dengan cepat.


“Berdirilah di sana sampai kepala Anda tidak sakit lagi.” Jecky meminta Qiram berdiri di bawah pohon rimbun, pohon yang tumbuh dikuburan Gippong.


Hampir dua jam berlalu, baru mata Qiram berubah kembali menjadi hazel. Tubuhnya berkeringat, dia duduk meringkuk di bawah pohon, masih menggunakan handuk basah.


Jecky menatap bola mata Qiram yang kembali normal. “Anda baru saja menyerap pil kekuatan asli. Tubuh Anda masih belum terbiasa, mulai hari ini, saya akan melatih Anda untuk mengontrol kekuatan ini. Tuan Muda jangan cemas, ya!”


“Saat mata Anda berubah warna, kekuatan Anda akan menjadi penuh, Anda bisa mendeteksi apapun disekitar Anda, juga mengeluarkan kekuatan dalam yang sangat kuat. Sekarang, kekuatan asli belum stabil, makanya kepala Anda sakit dan debaran jantung Anda menjadi lebih cepat. Sekarang, ayo, saya antar kembali ke kamar Anda. Saya akan memperbaiki kerusakan kamar.” Jecky meraih tangan Qiram, seperti Anak kecil yang sedang dibujuk sang ayah, Qiram patuh, tak melawan, berjalan dengan pandangan yang tertunduk ke bawah sambil tangannya dipegang oleh Jecky.


Hafisa hanya bisa memperhatikan dari jauh, kehidupan di rumah ini memang terasa aneh baginya, Qiram dan semua orang disekitarnya misterius, tetapi dia tetap merasa nyaman.

__ADS_1


“Semoga dia baik-baik saja,” gumam Hafisa yang melihat Jecky membimbing Qiram dengan memegang tangannya ke kamar.


__ADS_2