Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Tak Ada Baju


__ADS_3

Hah? Qiram menatap Tuan Beneno tidak percaya.


“Nak, dia tahu semuanya, bahkan kau mempunyai kekuatan, kau gemuk dan apa kurangmu. Kakek rasa, dia benar-benar tulus menyukai dirimu. Tolong perhatikan dia. Jangan menyukai gadis masa lalumu lagi!” tegas Tuan Beneno.


“Maksud kakek?”


“Aku tahu, kau tidak menyukai gadis yang kau nikahi ini. Kau juga tidak menyukai gadis yang kabur itu. Jika kau suka, kau pasti akan berjuang dan mencari dirinya. Tetapi, jika tentang gadis masa lalumu itu, bahkan hatimu tidak tega melihatnya saat dia bersedih.”


“Kakek membuntuti aku?” tanya Qiram.


“Tidak. Tapi, di kehidupan pertamamu, kau begitu terobsesi dengannya, kau melakukan apapun untuknya. Sekarang, dikehidupan kedua ini, kau menyelamatkan dirinya,” ujar Tuan Beneno.


“Itu hanya sebatas prikemanusiaan Kek. Aku ini manusia yang memiliki hati dan kasihan. Dia dalam keadaan sulit, aku hanya membantunya.” Qiram membela diri.


“Betul, kau membantunya. Tetapi hatimu masih menyukai dia. Lihat caramu membela dia. Kau bahkan bereaksi berlebihan jika menyangkut tentang dia. Apa kehidupan yang lalu, wanita-wanita ini hanya wanita biasa? Sedangkan Jingga Mutiara itu, orang yang sangat kau cintai?”


Qiram diam tak menjawab. Karena memang benar, wanita yang dekat dengannya selama ini, hanya wanita yang pernah menolongnya. Jika masalah perasaan, dia benar-benar mencintai Jigga Mutiara alias Lenggo sepenuh hati. Hanya saja, hatinya terluka karena dikhianati.


Dia sudah berusaha melupakan. Tetapi sebuah cinta itu masih membekas. Tidak semudah itu untuk menghempaskannya secara keseluruhan.

__ADS_1


“Kakek mengerti. Melupakan seseorang yang pernah dalam hati, memang susah. Tetapi ingat, sekarang kau sudah menikah, kau juga memiliki anak. Bertanggung jawab lah! Belajar mencintai istrimu, Hafisa!” pesan Kakek Beneno.


“Iya Kek. Makasih Kek.”


“Ini hadiah untukmu dan Hafisa.” Kakek Beneno memberikan sebuah gelang berwarna hitam mengkilat. “Ini gelang Nenekmu, pakaikan lah ditangannya nanti.” lanjut Tuan Beneno lagi.


“Baik, Kek,” jawab Qiram menerima gelang hitam itu.


“Oh iya, datanglah bulan purnama 14 besok ke pulau Skyland. Jika kau ingin bertemu dengan Marissa untuk terakhir kalinya, itu pesannya pada Kakek.”


“Aku pasti datang!”


“Baiklah. Kalau begitu, kakek dan lainnya akan segera kembali ke pulau.”


“Masuklah ke kamarmu Fisa. Biar kami yang menjaga Raja dan Pangeran. Ini 'kan malam pengantin kalian berdua!” ungkap Lil O. “Baru saja, Kau sudah menyusui ke dua bayi ini. Mereka akan tertidur pulas. Jika pun terbangun, kami akan memberikan susu bantu, dan menjaga mereka berdua,” lanjut Lil O lagi.


“Iya Nona Hafisa. Sebaiknya, tunggulah Tuan Muda Qiram di dalam kamar pengantin kalian.” Kini, Tuan Jecky juga ikut mengangkat suara.


“Baiklah kalau begitu.”

__ADS_1


Hafisa pun masuk ke dalam kamar, dia langsung mandi dan membuka lemari pakaian.


“Bajunya terbuka semua. Apakah, ini--” Hafisa terdiam, dia merasa sangat cemburu melihat baju yang ada dalam lemari. Beberapa lingerie yang sangat seksi.


“Apa aku pakai ini? Bagaimana jika Qiram tidak suka? Dia saja menikahiku karena terpaksa, bagaimana jika dia mengira aku wanita buruk setelah melihat itu? Ini semua 'kan dia sediakan untuk Aini.” Hafisa menjadi dilema di depan lemari.


“Ya sudahlah, aku tidak punya pilihan lain, karena di dalam sini tidak ada baju apapun.” Akhirnya, Hafisa memakai lingerie seksi itu, namun dia lapisi kembali dengan kimono.


Hafisa duduk bersandar di kepala ranjang sambil bermain hp, rambutnya masih terlilit handuk, karena dia mandi keramas.


Qiram masuk ke dalam kamar. Dia langsung membuka bajunya dan menarik handuk masuk ke dalam kamar mandi. Setelah mandi, dia membuka lemari. Tak ada apapun di dalam sana selain lingerie.


Qiram duduk di ujung ranjang dengan handuk yang masih terlilit di pinggang. Dia menelfon Jecky, tetapi tidak diangkat. Kemudian menelfon Lil O.


Panggilan ketiga, barulah Lil O mengangkatnya.


‘Iya, ada apa, Ram?’ tanya Lil O.


“Di lemari ku, kok nggak ada baju sih? Bajuku mana?”

__ADS_1


‘Oh itu, Kakekmu menyuruh pelayan mengeluarkan semua bajumu sampai besok pagi. Aku juga tidak tahu dimana baj-’


Qiram langsung mematikan hp dengan kesal.


__ADS_2