Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Disiksa


__ADS_3

Professor Asrul telah mendapatkan beberapa guci antik, dia membelinya dengan mahal. Dia mengikuti semua pasar lelang. Akan tetapi, guci yang dia cari tidak bisa ditemukan sama sekali.


Guci emas yang saat itu berwarna merah bata, bukan berwarna kuning keemasan seperti sekarang berada di tangan Qiram. Professor memiliki lebih dari 50 guci dengan bermacam-macam bentuk, ukiran, dan keunikan lainnya berwarna merah bata.


Setiap membeli dan menyentuh guci, dia akan memeluk guci dengan erat sambil memejamkan mata, lalu memohon dalam hati, meminta sejumlah banyak uang di dalam rekening nya. Akan tetapi, tidak ada satupun guci yang mengabulkan permohonan darinya.


Kehidupan yang lalu yang masih tersimpan setengah-setengah dari ingatannya. Dia menemukan guci itu di pelelangan yang dimiliki oleh Roki Albusro. Seorang pengusaha kaya raya, CEO dari beberapa perusahaan ternama, memiliki banyak usaha bisnis lainnya, terpandang dari keluarga ternama.


“Sial! Apakah Roki Albusro juga memiliki potongan ingatan sama seperti diriku? Sehingga dia menyimpan guci itu sendiri?” gumam Professor Asrul.


“Kakek? Ada apa? Apakah guci ini juga bukan selera kakek? Kita sudah banyak mengoleksi guci, bahkan rumah kita sudah penuh dengan guci Kek!” tegur cucu perempuannya.


“Diamlah, kau tidak tahu apa-apa. Kakek perhatikan, kau adalah cucuku yang sangat cantik, kau hanya selalu menggandeng tanganku, tidak berniat kah kau menggandeng tangan seorang pria muda yang tampan?” Professor Asrul menatap cucunya.

__ADS_1


“Kakek, aku tidak memikirkan pria lain selain dirimu, aku hanya ingin bersamamu, menjagamu, kau adalah keluargaku satu-satunya,” jawab cucu perempuannya dengan wajah sendu.


Dia pun mengelus punggung tangan cucunya. “Kakek mengerti, tapi itu kebaikan untukmu juga, sebentar lagi Kakek akan mati karena sudah tua. Jadi, kakek ingin kamu hidup bahagia, meninggalkan kamu banyak harta, makanya kakek bekerja terus menerus. Dan-- kakek juga mau kau membuka hati pada seorang pria. Pria yang akan membuatmu bahagia.


‘Aku harus mendekati Roki, menjodohkan dia dengan cucuku, agar cucuku bisa hidup mewah dan bahagia nanti!’ ucapnya dalam hati.


“Iya, kapan-kapan aja Kek. Aku masih ingin bersama kakek dan menemani kakek mencari guci dulu,” jawab cucu perempuannya tersenyum manis.


***


Helmi Etika tampak mencambuk Soleman dan teman-temannya, sambil tersenyum kejam.


“Aku mendengar, kau menjual anak-anak dan para perempuan untuk mendapatkan uang dan hidup mewah ya? Kau menyiksa mereka dengan sangat kejam. Apa kau merasakan sekujur tubuhmu sakit? Ya, begitu juga dengan mereka yang kau siksa.” Helmi Etika masih dengan congkaknya berbicara, walaupun satu kakinya masih diperban, tetapi dia tetap bersemangat mencambuk Soleman dan kawan-kawannya yang kaki dan tangannya terikat rantai.

__ADS_1


Mereka hanya menggunakan celana pendek tanpa baju.


“Kalian! Buka celana mereka!” perintah Helmi. Beberapa pria bawahannya pun mematuhi perintahnya.


“Kalian suka merokok 'kan? Waktunya kalian merokok!” Helmi Etika tersenyum mengerikan, lalu membalikkan badannya dan melenggang pergi.


Tak lama kemudian, terdengar suara pilu menyayat, teriakan kesakitan, suara perih yang tak tertahankan. Di dalam sana, Soleman dan kawan-kawannya, di siksa dengan puntung rokok yang masih menyala. Burung-burung Garuda milik mereka yang begitu perkasa biasanya menggahi para wanita menjadi objek mainan para bawahan Helmi.


Di dalam ruangan itu, tercium aroma hangus, aroma kulit terbakar, anyir, pesing, dan aroma darah. Diantara mereka bahkan pingsan karena menahan sakit, tetapi tidak dengan Soleman. Dia semakin mendendam dan ingin menghajar Helmi Etika, bahkan saat ini, dia berhasraat dengan Helmi.


“Cuih! Kau lihat, semakin aku mematikan puntung rokok ini di miliknya, semakin berdiri tegak miliknya, apa dia guy, jeruk makan jeruk? Atau masokis?” Bawahan Helmi Etika sampai bergidik ngeri melihat kelakuan Soleman.


Ya, sekarang pikirannya fokus akan Helmi, dia hanya ingin menyiksa wanita itu di bawah tubuhnya, jika bebas dari tahanan gelap ini. Sayangnya, Markas Buangtai bukanlah tempat sembarangan, tempat yang tidak terdaftar di manapun, tapi dilindungi. Artinya, orang yang masuk di sana, tak peduli mati atau hidup, karena mereka sudah dianggap mati.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2