Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Memutar Waktu?


__ADS_3

Hafisa pulang jam 8 malam, dia langsung membersihkan diri dan menemui kedua bayi di kamarnya. Matanya terbelalak melihat pertumbuhan bayi Pangeran.


“Tuan Jecky, apa yang terjadi?” tanyanya.


“Ma-ma-ma!” ciloteh bibir kecil Pangeran. Dia berjalan dengan tertatah-tatah ke arah Hafisa.


“Ma-ma-ma!” Dia langsung masuk ke dalam pelukan Hafisa, mendusel-dusel dada Hafisa.


“Kamu mau mimik?” tanya Hafisa.


Bayi Pangeran tentu saja tidak menjawab, dia hanya mencari-cari ASI di dada Hafisa.


“Nona, saya akan keluar dulu, silahkan memberikan ASI kepada mereka. Nanti saya akan menjelaskan,” ujar Jecky.

__ADS_1


“Baiklah Tuan Jecky, makasih ya. Nanti saya akan panggil jika sudah menyusui mereka.” Hafisa berkata dengan tersenyum sambil mengelus rambut bayi Pangeran.


Setelah Jekcy keluar, Hafisa menyusui bayi Pangeran dan Raja. Pangeran lebih sering bermanja-manja dan menyentuh wajah Hafisa dengan jari jemarinya yang mungil.


“Sayang, kau akhirnya bisa bergerak dan bicara ya? Mama sudah lama menunggu, kau tahu, sejak Raja masih kecil dalam perut mama, kau sudah Mama gendong, mama khawatir kamu kurang gizi karena tidak bergerak.” Hafisa mengelus Pangeran dengan sayang.


“Cepat tumbuh yang besar dan kuat ya!” Hafisa mencium gemes pipi Pangeran.


Dua jam berlalu, akhirnya ke-dua anak laki-laki itu tertidur pulas. Hafisa membuka pintu ruangan dan mempersilahkan Jecky masuk.


“Ada apa dengan tubuh dan perkembangan Pangeran Tuan Jecky? Apa ada obat dan makanan yang cocok untuk tubuhnya? tanya Hafisa dengan raut wajah senang.


“Tidak ada obat atau makanan, memang sudah waktunya--” Jekcy menghentikan ucapannya sejenak. “Maaf, sampai mana Nona mengetahui fakta tentang Pangeran dan Tuan Muda?” Jecky menatap dan menunggu jawaban Hafisa.

__ADS_1


“Tidak terlalu jauh, awalnya aku curiga saat Gippong yang berubah menjadi kucing, lalu perubahan tubuh Qiram dengan matanya yang bercahaya kuning keemasan, lalu kepergian Gippong yang berubah menjadi pohon. Masalah bayi Pangeran, aku memang curiga jika dia anak Qiram, tapi aku tidak habis pikir, bagaimana bisa menjadi anak Marissa, padahal mereka belum pernah bertemu katanya, dan baru bertemu saat itu, bagaimana sudah ada bayi?” Hafisa berkata sambil menatap marmer lantai ruangan.


“Jika aku katakan, Tuan Qiram anak campuran manusia dan makhluk lain, bagaimana?”


Hafisa menoleh pada Jecky. “Tapi aku melihat dia manusia yang baik, tidak ada monster di dalam dirinya.”


Jecky tersenyum kecil. “Tuan Muda memang manusia baik dan bukan moster, tetapi dia bukan manusia keseluruhan, ibunya dari tempat lain, sehingga ada beberapa keturunan tempat lain yang mencari dan menemuinya, seperti Gippong dan Marissa.”


Hafisa masih menatap Jecky, mendengar cerita itu dengan seksama. “Saya merasa, Nona dapat di percaya dan pantas, sehingga Tuan Muda dan Tuan Beneno pun setuju jika Anda menjadi pasangan Tuan Muda Qiram. Gippong sebenarnya adalah takdir jodoh untuk Tuan Muda, tetapi hatinya tidak menyukai Gippong, dia hanya menyayanginya sebagai peliharaan dan mengasihi saja.”


“Lalu, dengan Marissa, di kehidupan lampau, mereka pernah bertemu, mereka memiliki anak, dan anak ini adalah Pangeran. Apakah Nona percaya, jika saya bilang, Tuan Muda diberikan hadiah untuk memutar waktu?” Jecky menatap Hafisa yang juga menatapnya.


“Memutar waktu?” tanya Hafisa.

__ADS_1


“Ya, apa Nona percaya?”


Hafisa menatap Jecky dengan diam.


__ADS_2