Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Mengubur


__ADS_3

Dengan perasaan panik dan pikiran kacau, Qiram berlari kencang ke kamarnya, dia ingat dengan benda ajaib miliknya, dia langsung mengambil guci emas dan memeluknya, meminta permohonan.


“Guci emas, tolong kembalikan Gippong padaku!” Isak tangais Qiram memeluk guci emas.


Hening, tak ada reaksi dan jawaban.


“Guci emas!” Qiram mengguncang guci itu, lalu memeluknya, memohon permohonan, bukankah masih tersisa beberapa permohonan lagi. “Kenapa kau tak bereaksi? Apakah permohonan ini tak bisa kuminta?”


Tiba-tiba cahaya keluar dari guci. “Terimakasih telah mengajukan pertanyaan Tuan, mohon tunggu beberapa saat. Mendengar itu, ingin rasanya Qiram menendang guci, pertanyaan bahkan yang tidak ia niatkan sama sekali ditanggapi oleh guci itu, tetapi permintaan penting dia tidak bereaksi.


“Terimakasih telah mengajukan pertanyaan Tuan, kami tidak bisa bereaksi dan mengabulkan permohonan baru sampai permohonan ini selesai, kecuali di situasi tertentu, silahkan bertanya kembali besok, terimalah hadiah dari kami.”


Ting! Sebuah notifikasi di hp Qiram terdengar, tampak uang dengan angka depannya 9 dan diakhir dengan angka dibelakangnya yang sangat banyak. Lebih tepatnya, Qiram mendapatkan uang 900 Milyar secara cuma-cuma.


Dia senang, tapi juga sedih. “Uang tidak bisa membeli perasaan....” lirihnya. “baiklah, aku akan bertanya kembali besok!”


Qiram mencuci wajahnya, berjalan dengan lemah keluar kamar. Akan tetapi, pandangannya tiba-tiba saja tertubruk pada Jecky yang membungkus semua barang-barang milik Gippong.

__ADS_1


Qiram berlari ke arah Jecky segera. “Guru! Apa yang kau lakukan?” teriak Qiram dan menarik tangan Jecky saat ia telah sampai di sana.


“Kita harus segera mengubur barang-barang ini Tuan Muda!” Jecky dengan keras kepala langsung beranjak memikul pakaian, mainan, dan semua pernak-pernik yang pernah dimiliki Gippong, serta seprai, selimut, dan alas bantal terakhir yang ditiduri Gippong.


“Tinggalkan satu untuk kenang-kenangan!” seru Qiram.


“Lebih baik dikubur untuk kenang-kenangan, Tuan Muda!” Jecky terus berjalan ke taman belakang rumah, dia menggali tanah dan berniat mengubur semua barang. Saat ingin menimbun....


Dia melihat Qiram memegang kalung leher Gippong. “Tuan Muda, bawa kemari, mari kita kuburkan!” Jecky meminta kalung itu sedikit memaksa.


“Tidak!”


Qiram menatap Jecky, lalu dengan pasrah memberikan kalung itu. Setelah menguburkan semuanya. Jekcy berkata, “Tuan Muda, besok pagi kita akan datang kembali kemari, saat itu aku akan menceritakan semuanya, permisi!” Jekcy berlalu pergi dari sana.


“Tidak, kau mau menipuku, Guru!” Wajah Qiram tampak berubah. Dia mengejar Jecky, hendak meraih cangkul, ingin mengambil sesuatu yang dikuburkan tadi.


“Tuan Muda, aku tahu, kau terpukul, aku tahu. Jangan coba menggali yang sudah dikubur ini lagi, besok pagi kau akan melihat kenangan di sini!” Jekcy menarik paksa Qiram, laki-laki itu tampak kacau dan pikirannya tak lagi jernih.

__ADS_1


“Istirahatlah, Tuan Muda.” Jekcy menyuruhnya berbaring, setelah pemuda itu masuk ke rumah.


Hafisa yang mendengar kepergian Gippong merasa sedih dan kehilangan, Gippong memang sering menunjukkan kemarahan dan cemburu setiap saat kepada dirinya, dia bahkan sering menjahili kucing itu. Hafisa tak ingin banyak bertanya, karena dari Gippong kucing berubah jadi manusia saja cukup misteri, apalagi dia menghilang begitu. Dia akan menyimpan semua rahasia ini rapat.


Tingtong! Bel berbunyi. Jecky membuka pintu, tampak dokter Aini Farha dengan alat perkakas lengkapnya berdiri di depan pintu.


“Oh, Dokter! Maaf, Gippong sudah tiada, baru semalam kami kuburkan!” Mata Aini terbelalak mendengar. Baru beberapa hari dia merawat gadis baik itu.


Dia tertunduk lesu dan sedih. “Bolehkan aku melihat kuburannya?”


Jecky berpikir sejenak, untung saja tadi dia sudah mengubur semua benda-benda milik Gippong. “Baiklah, ikuti aku!” Jecky mengajak Dokter Aini.


Mereka pun sampai di halaman belakang, dimana Jecky mengubur benda-benda Gippong tadi. “Semoga damai di sana!” tutur Aini lembut, kemudian membaca do'a.


Setelah melihat kuburan, dia pun pulang. Sedikit kecewa karena dia tidak bisa melihat Qiram. Jecky memberitahu dirinya, kalau Qiram sedang dalam keadaan suasana hati kurang baik karena Gippong meninggal, dia pun mencoba mengerti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🙏Slow update kembali, karena kesibukan🐝 Tenang, cerita ini akan ditamatkan, tidak digantung, akan diusahakan update 🙏🐝💓💓


Terimakasih, masih setia membaca cerita ini.....💓💓💓💖


__ADS_2