Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Mengambil Hadiah


__ADS_3

Keesokan harinya, Qiram terbangun dari tidurnya, langsung mengambil guci dan bertanya pada benda itu.


“Hei guci emas, kenapa Gippong bisa berdarah dan sakit?”


Lama hening, hampir 10 menit, Qiram mulai berpikir. “Apa pertanyaannya tidak bisa ya, baiklah aku akan ganti pertanyaan lain! Kenapa Ibuku bisa memiliki guci emas ajaib seperti kamu?”


Tiba-tiba guci emas bersinar dan menjatuhkan batangan emas. “Hah?” Qiram terkejut, biasanya apabila batangan emas terjatuh, artinya permohonan dikabulkan. “Woy, Guci! Kau sedang eror, ya! Dasar guci bodoh dan bisu!” Mengumpat kesal, ingin menendang tapi sangat sayang pada benda itu, sehingga Qiram hanya bisa menggigit selimutnya karena kesal.


“Selamat Tuan Muda, permohonan Anda telah dikabulkan. Jawaban dari permohonan Anda adalah jika Anda telah menyelesaikan semua permintaan, dan semua batangan emas Anda telah habis, maka Anda bisa bertemu Tuan Beneno untuk jawaban kenapa Ibu Anda memiliki guci emas ini. Dia adalah jawaban dari guci emas ini. Atas permohonan itu, segeralah Anda menjemput hadiah-hadiah Anda ke mansion.”


“Untuk pertanyaan kedua Anda hari ini, Dia adalah jodoh Anda yang terkutuk karena Anda, Dia akan menghilang dan musnah beriring dengan berjalannya waktu. Terima hadiah kedua dari pertanyaan Anda di mansion Tuan Beneno di kota Intan. Segeralah ke sana mengambil hadiah Anda!” Setelah mengatakan seperti itu, guci kembali hening tanpa ada cahaya apapun dan tak bergerak.


“Oi, apa maksud dari jawaban mu itu barusan? Dia jodoh yang terkutuk karena aku? Dia sakit karena aku? Kenapa? Kenapa?” Qiram mengguncang guci itu. “Lalu siapa itu Tuan Beneno? Siapa? Hah? Jawab? Kenapa diam saja, dasar guci si*lan!” Qiram terduduk sambil mengacak rambutnya frustasi, percuma bertanya pada guci yang tak pernah meresponnya sama sekali itu.


Kali ini dia benar-benar bingung. Kepingan emas yang tersisa di leher guci hanya 4 karena barusan dia meminta permohonan aneh. Padahal jelas-jelas dia hanya bertanya, bukan sebuah permohonan.


“Siapa itu Tuan Beneno?” Qiram berpikir keras. Kemudian, dia jadi teringat dengan serum mobil, dimana dia menjemput hadiah mobil Lamborghini Veneno miliknya di tambah dengan banyak uang. Orang-orang memanggilnya Tuan Muda di sana dan mengatakan itu adalah hadiah dari Tuan Beneno.


“Baiklah! Kalau begitu, mari kita selesaikan! Aku akan ke kota Intan, mendatangi mansion Tuan Beneno itu!” Qiram pun mandi dan bersiap pergi.


Di lantai bawah, saat dia hendak pergi, dia melihat Hafisa beberapa kali meringis kesakitan. “Kamu kenapa?” tanyanya khawatir.


“Beberapakali perutku mules, Qiram. Kakiku juga semakin membengkak, nih!” jawab Hafisa, keringatnya bercucuran.


“Duduklah, aku ambil air hangat dulu!” Qiram pun ke dapur, memanaskan air minum hingga hangat dan memberikannya pada Hafisa.


“Aku hendak pergi ke kota Intan, ada keperluan, aku titip Gippong ya sama kamu, aku juga akan meminta Guru untuk menjaga kalian berdua, dan Lil O, supaya dia bisa menyempatkan waktu pulang malam. Ke kota Intan butuh waktu 3 jam, aku pasti akan lelah bawa mobil, jadi mungkin akan menginap di sana sehari sampai dua hari.”

__ADS_1


“Ooh, iya gak apa-apa. Kamu jaga diri baik-baik di sana ya!” balas Hafisa dengan tersenyum.


“Iya. Aku akan segera cepat pulang, menemani kamu kontrol ke rumah sakit, jadi jangan cemas dan khawatir. Kamu gak boleh setres dan capek loh!” Qiram mengelus perut besar Hafisa, membuat wanita hamil itu semakin berdebar.


“Kalau begitu, aku lihat Gippong dulu, ya!”


“Iya!” Hafisa mengangguk.


Qiram menemui Gippong, merapikan rambut panjang yang menutupi wajahnya, selama sakit dia sering berubah jadi manusia dan kali ini dia sedang dalam mode manusia. Gippong menatap Qiram, lalu memeluknya erat.


“Bagaimana kabarmu? Apa dadamu masih sakit?” Qiram bertanya sambil mengelus lembut punggung Gippong yang memeluknya.


Gippong melepaskan pelukannya, menatap Qiram dan mengangguk. Qiram memaksakan senyum, dia jadi terpikir perkataan guci, apakah benar Gippong terkutuk sakit gara-gara dia?


“Apa aku majikan yang buruk?” Qiram mengelus rambut panjang Gippong.


“Gippong!” Qiram merasa terharu pada kucing ajaibnya yang bisa berubah jadi manusia. Kucing itu benar-benar menyukainya.


“Oh, ya, aku akan pergi ke kota Intan, ada keperluan, kurang lebih satu sampai dua hari. Kamu di rumah sama Hafisa dan Guru, ya! Aku juga akan berpesan pada Lil O untuk memasakkan kamu sup ikan!” Wajah Gippong tampak sedih saat mendengar itu.


“Kamu tidak rela ya, aku pergi jauh karena kamu sedang sakit?” Menatap kucingnya dengan penuh sayang, tapi sekarang kucing itu jadi manusia cantik yang menggoda iman.


“Aku tidak lama, jangan bersedih! Cup!” Qiram mencium kening Gippong. Wajah Gippong tampak senang, ada rona merah di pipinya. “Kalau begitu, lanjutkan istirahat nya lagi, aku akan menemui Guru dulu untuk berpamitan!” Gippong mengangguk patuh.


Qiram pun menemui Jecky. “Guru, aku titip dua wanita dan satu bayi ya, Hafisa, Gippong dan Pangeran. Aku hendak ke kota Intan, ada keperluan.”


“Ya,” jawab Jecky pendek.

__ADS_1


Qiram pun mengernyitkan dahinya. “Tumben guru tidak protes dan bertanya banyak?” Qiram melirik gurunya itu curiga.


“Karena itu penting dan firasatku mengatakan itu akan baik-baik saja, apalagi sekarang Tuan Muda sudah kuat dan otot di lengannya sudah mulai terlihat, berat badan Tuan pun sudah mulai susut. Saya senang Anda berubah!” Jecky berkata dengan tersenyum.


“Terimakasih Guru. Ini berkat Anda!”


Akhirnya, setelah berpamitan pada tiga orang di rumahnya itu, ia melajukan mobil kerennya, Lamborghini Veneno ke jalan raya, arah kota Intan berada. Sambil melaju, dia memencet hp canggih dan mahalnya, menelfon nama kontak Best freand.


“Sibuk, Lil?”


“Lumayan, ada apa?”


“Ini, aku mau ke kota Intan, ada keperluan! Kurang lebih satu sampai dua hari lah! Pulang, ya, setiap malam. Aku lihat Hafisa sering kesakitan, dia 'kan dah hamil 7 bulanan, apalagi Gippong sakit, Bayi Pangeran juga lebih sering Guru yang gendong, karena dua wanita itu terlihat tidak cukup sehat.”


“Ok, Ram! Gak usah khawatir. Aku akan pulang lebih cepat, sekarang aku memiliki beberapa orang karyawan, jadi bisa lebih santai. Semoga urusanmu cepat selesai ya, Sob!”


“Ok, aku matikan dulu, ya, bye!”


“Bye!”


Setelah mematikan telepon, Qiram melanjutkan mobilnya dengan cukup kencang karena jalanan pagi di daerah sini sedikit sepi, biasanya ramai saat sore hari.


“Jalan memutus paling tenang, go! Tunggu aku kota Intan! Aku akan mengelilingi kota Intan setelah mengambil hadiah di mansion itu, hehehehe!”


...----------------...


Selamat membaca, semoga terhibur dan suka😍

__ADS_1


__ADS_2