Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Pohon Rimbun


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Qiram telah berdiri di depan kuburan Gippong yang berubah menjadi aneh, kuburan itu ditumbuhi pohon yang rimbun, pohon yang mirip dengan pohon Jacaranda, namun warna bunganya seperti pohon Tabebuya. Bunga yang berwarna kuning keemasan, menjuntai panjang.


Tak lama, Jecky pun sampai di sana, melihat pohon itu tumbuh rimbun dengan bunga yang bermekaran hanya dalam waktu satu malam.


“Guru, apakah aku harus percaya dengan mitos kacang polong atau timun emas? Apa aku tokoh utama film timun emas yang hanya diganti menjadi guci emas?” Pertanyaan Qiram terdengar putus asa, tatapan matanya kosong melihat ke arah pohon nan indah itu.


“Jika aku menjawab hampir mirip, apakah Tuan Muda percaya?” jawab Jecky.


“Huh, apa sebentar lagi aku akan menjadi gila? Itu mustahil guru!”


“Tidak mustahil Tuan Muda. Seperti janjiku kemarin, aku akan memberitahu Anda tentang kami semua. Saya harap, Anda memahami cerita saya ini.” Jecky membentangkan kain yang tadi ia bawa. “Silahkan duduk Tuan Muda, cerita ini sedikit panjang,” ujar Jecky.


“Apakah Tuan Muda ingat, saat saya mengucap sumpah dan bersujud pada Anda pertama kali kita berjumpa? Saat itu Gippong menjilat bayi Pangeran? Anda ingat?” Jecky menoleh pada Qiram, setelah pemuda itu duduk.


“Ya, ingat. Kenapa?” jawab Qiram.

__ADS_1


“Saat itu saya sudah mengatakan pada Anda, kucing itu bisa membangunkan putra dari Klan Damzi,” terang Jecky. Qiram menoleh pada Jecky.


“Sebenarnya, saya adalah Pangeran dari Klan Erz, saya di jodohkan dengan putri klan Damzi, tetapi sesuatu terjadi, putri jatuh hati pada manusia biasa, sehingga aku terbuang dan terasing, posisiku tergantikan oleh putri baru, dia mendapatkan jodoh dengan putra dari klan Damzi yang menikah dengan manusia biasa itu.” Jecky menghentikan ucapannya. Lalu menatap Qiram. “Apa Tuan Muda sudah paham?”


“Ya, berarti Guru dan Gippong sama-sama terbuang 'kan? Berarti kalian sama-sama dari klan Erz? Keterlaluan sekali putri Klan Damzi itu! Lalu bagaimana bisa Gippong menjadi terhantam cahaya itu? Aku melihat cahaya itu menembus jantung dan hati Gippong, dia hidup dan merayap seperti cacing di dalam sana. Mengerikan.”


Jecky tersenyum, dia tak bisa mengatakan lebih, karena itu pantangan. “Semoga Tuan Muda segera bertemu dengan Tuan Beneno!”


“Guru-- juga tahu Tuan Beneno?”


“Jadi---” Qiram tampak berpikir. Jecky tersenyum, dia merasa senang, tetapi akhirnya senyumnya pudar, saat Qiram berkata.


“Berarti Tuan Beneno sengaja memberikan banyak hadiah padaku karena aku merawat Gippong, ya. Oh, pantes saja!” gumam Qiram.


“Hmmm....” Jecky hanya bergumam pasrah.

__ADS_1


***


Setelah mendengar cerita dari Jecky, Qiram tak terlalu bersedih lagi, apalagi setelah melihat pohon cantik di taman belakang. Kini, ia tengah menatap bayi laki-laki yang dia beri nama Raja.


“Tanganmu sangat kecil bayi mungilku, cup!” Qiram mencium gemes bayi yang baru beberapa hari umurnya itu, pipinya masih terlihat merah dengan urat-urat di pipinya yang masih terlihat jelas.


“Raja cepatlah besar, nanti Papa pasti akan ajak jalan-jalan, beli makanan enak, dan mainan. Jangan rewel, ya!” Qiram mengajak bayi yang tak bisa berkata itu berbicara.


“Iya, Papa!” jawab Hafisa tersenyum kecil. Qiram pun juga terkekeh.


“Bagaimana keadaanmu? Asimu lancar? Apa perlu kudatangkan dokter kemari?” Qiram bertanya pada Hafisa dengan tangannya masih memegang jemari kecil milik Raja.


“Aku baik-baik saja Qiram, Asiku lancar. Lil O selalu memasakkan makanan bergizi, sayuran hijau dan bubur kacau hijau setiap pagi. Sayur katu pun tak lupa ia masak dengan sup ikan gabus. Belum lagi Tuan Jecky yang sangat perhatian, selalu memotongkan buah untuk cemilanku.” Hafisa berkata dengan tersenyum.


“Syukurlah kalau begitu!”

__ADS_1


__ADS_2