Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Mantan Kekasih Aini


__ADS_3

“Lepas! Lepaskan aku!” berontak Aini pada mantan pacarnya.


Pria itu dengan posesif mengungkung tubuh Aini, kemudian memaksa Aini masuk ke dalam mobilnya.


“Hei, Anda siapa? tolong lepaskan Bu Dokter!” seru Satpam yang bekerja di klinik.


Mantan kekasih Aini memicingkan mata, menatap remeh sang satpam. “Kau hanya penjaga keamanan, jangan ikut campur urusanku dengan calon istriku!”


“Tidak! Lepas. Sejak kapan aku menjadi calon istrimu! Kita sudah lama putus. Pak tolong aku!” teriak Aini.


Sang Satpam pun menjadi diam. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Baginya, perempuan selalu saja benar walaupun salah, jika perempuan berkata tidak adalah iya, maka iya adalah tidak. Dia mulai mengingat istrinya, jika dia bertengkar dengan istrinya, maka sang istri akan berkata dia tidak mengenal suaminya kalau ada orang yang bertanya, atau melerai perdebatan mereka.


“Pak, saya berkata benar!” seru Aini memberontak.


Mantan kekasihnya langsung memeluk dan menggendongnya, memasukkan Aini ke dalam mobil dan mengunci mobil itu. Wajah pria itu kemudian melunak. “Maaf Pak, tadi aku sedikit kasar, aku sedang emosi karena bertengkar dengan calon istriku. Kami hanya sedikit salah paham. Ini sedikit untuk bapak,” ucapnya tersenyum ramah, memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu.


“Tidak usah Pak. Aku paham kok,” tolak sang satpam. “Istriku terkadang juga sering mengambek begitu,” lanjutnya dengan tersenyum.


“Saya senang karena bapak sangat pengertian. Mohon terima saja, atas ucapan terimakasih saya Pak. Rezeki tidak boleh ditolak loh, tidak ada do'a penolak rezeki.” Dia meletakkan uang di tangan sang Bapak. Kemudian melajukan mobil membawa Aini.

__ADS_1


“Apa-apaan sih kau! Kita sudah putus! Aku tidak ingin memiliki hubungan apa-apa lagi dengan kau!” Aini masih bersikeras. “Turunkan aku!” bentak Aini.


“Tidak, tidak akan! Lebih baik kau diam sekarang!” Mantan kekasihnya menepikan mobil, lalu dengan cepat dia membekap mulut Aini dengan sapu tangan yang diberikan obat bius.


***


Aini membuka matanya, dia melihat sudah berada dalam sebuah kamar nan mewah. Lalu ingatan kehidupan yang lalu juga bermunculan. Dimana waktu itu dia juga diculik oleh mantan kekasihnya setelah dia menyadari jika semua masalah yang menimpanya itu direncanakan pria yang pernah dia cintai.


“Jika kehidupan kedua ini berjalan seperti dulu, maka setelah aku mengatakan aku hamil, dia berniat menggugurkan bayiku dan ingin mem*kosa*ku, lalu anak yang kukandung memiliki kekuatan--” Aini bergumam.


Dan semua itu benar-benar terjadi. Mantan kekasihnya murka saat Aini mengatakan, jika dia akan menikah dengan pemilik klinik baru tempatnya bekerja dan tengah hamil anaknya.


“Ja*Lang! Kau mau bercinta dengan pria tua Bangka pemilik klinik, dari pada aku anak pemilik rumah sakit yang ingin menikah denganmu dan berpacaran denganmu lama. Hanya karena aku menyentuh sedikit wanita! Itu semua karena kau tidak ingin kusentuh. Tetapi sekarang, dengan gampangnya kau berkata, kau hamil anak pria tua Bangka! Sialan!” bentaknya yang mengira Qiram adalah pria tua.


Aini mencoba keluar dari ruangan itu dengan tertatih-tatih, tangannya meraba-raba untuk menemukan jalan keluar, karena kepala dan perutnya sungguh sangat sakit.


“Aaaaaaakkkhhh!” Aini mendengarkan teriakan histeris dari ruangan mantan kekasihnya, dia tidak peduli, karena untuk lepas dari cengkraman pria egois itu, dia butuh tenaga dan keberuntungan.


“Ah, rupanya ... semuanya benar, aku benar-benar mengulang kehidupan. Nak, apa sebenarnya yang terjadi, kenapa saat itu tubuh kalian mengeluarkan cahaya dan kalian memutar waktu?” Aini memegang perutnya yang sakit dan terus berjalan keluar.

__ADS_1


Saat Aini sampai di luar, dia terdiam melihat posisinya berada. Di sebuah hutan yang sepi dan sunyi.


“Dulu, bagaimana caranya aku keluar dari sini? Ah, iya, ada gerombolan polisi yang berpatroli. Semoga saja, masih ada polisi berpatroli.” gumam Aini terus berjalan.


“Angkat tangan!” Aini terkejut melihat orang menodongkan senjata, lalu melihat pemimpin mereka.


‘Dia, bukankah dia yang menolongku saat itu?’ gumam Aini menatap Helmi senang.


“Tolong saya, saya tersesat, saya diculik....”


Helmi mendekat dan melihat seluruh tubuh Aini. “Tapi, apa kau benar-benar diculik? Apa kau ingin menipuku? Dilihat dari pakaianmu, kau dokter ilegal yang akan mengoperasi anak-anak yang diculik itu 'kan? Kau berniat melarikan diri karena aku menggerebek perbuatan kotor kalian!” Helmi memberikan seringai jahat pada Aini.


“Tidak, sungguh!” bela Aini.


“Bawa dia!” perintah Helmi.


‘Kenapa bisa seperti ini? Dikehidupan yang lalu, dia penolongku.’ Aini bergumam. Ada satu hal yang dilupakan oleh Aini. Yaitu, pakaiannya, dan kekuatan penyembuhan dari tubuhnya.


Dikehidupan yang lalu, dia telah dipasangkan dress pendek nan tipis.

__ADS_1


Dress itu dirobek dengan mudah oleh mantan kekasihnya karena dasarnya memang lembut, dia memang berniat untuk menggauli Aini dan mempersiapkan pakaian itu.


Di tubuh Aini ada bekas tamparan dan luka di masa lalu. Sedangkan kali ini tidak ada sedikitpun luka, karena anak yang dia kandung dibuahi melalui hubungan badan dan suntikan darah dari gen Gippong yang ditelitinya, sedangkan dimasa lalu, hanya berkah dari Gippong yang akan menghembuskan nafas terakhir karena telah menolongnya, sedangkan pembuahan terjadi dari suntikan i n s e m i n a s i.


__ADS_2