
Qiram meninggalkan Hafisa yang tengah tertidur, dia berjalan-jalan di taman rumah sakit.
“Woy!” Terdengar teriakan suara wanita yang sedang berjalan dengan tongkat, alat bantu kaki, satu kakinya dibungkus perban, tangannya yang lain mendorong tabung infus sambil berdecak kesal.
Qiram menoleh, matanya membelalak, wanita tomboi yang sudah beberapakali ditemuinya tanpa sengaja dan dia selalu menghindari gadis tomboi itu. Ya, dia adalah Helmi Etika.
“Woy, Qiram!” Dia bersorak lebih kuat karena Qiram berniat kabur. “Bantuin aku woy!” Helmi berteriak dengan kesal. Akhirnya, mau tak mau, Qiram berhenti dan menoleh, lalu berjalan menghampiri Helmi yang kesusahan.
“Aku lapar! Makanan rumah sakit gak enak! Bantuin aku dong, beli makanan kantin yang ada diluar! Please! Susah banget nih jalan pake tongkat dan tiang infus. Ok!” Helmi menatap Qiram.
“Oh, baiklah.”
“Nih, uangnya!” Helmi merogoh kantongnya susah payah.
“Gak perlu, aku ada uang kok. Biar aku yang traktir kamu, kamu 'kan sedang sakit, anggap aku sedang menjenguk teman yang sedang sakit!”
“Aha, baiklah! Aku tunggu kau di sini, jangan bohong ya! Kalau kau bohong aku pastikan saat kakiku sembuh, aku akan memukulmu!” ancam Helmi.
Qiram hanya melengos, lalu melangkah ke arah kantin di luar rumah sakit.
Tak lama, Qiram pun akhirnya sampai, dia membawakan sebungkus nasi Padang, beberapa cemilan, dan minuman botol.
__ADS_1
“Woah, kau tahu saja seleraku! Aku tak sungkan lagi!” Helmi langsung membuka air mineral dan mencuci tangannya, melahap sebungkus nasi Padang seperti orang kelaparan yang belum makan selama tiga hari.
Setelah menghabiskan sebungkus nasi Padang, dia membuka keripik kentang. “Kau ngapain ke rumah sakit?” tanya Helmi.
“Nungguin temanku, dia melahirkan!” jawab Qiram. “Kalau kamu kenapa di sini?” tanya Qiram menoleh menatap kaki Helmi yang diperban.
“Gara-gara pria bajingan cacat, tangannya kayak rusak gitu, tulang tangannya kayak ada gangguan gitu, dia nabrak anjingku sampai mati. Aku sayang banget sama Mail....” lirih Helmi menyebut nama anjingnya diakhir kalimat.
“Anjing aja mati sedih, masih banyak kok anjing lainnya!” ejek Qiram.
“Dasar bodoh! Plak!” Helmi menepuk bahu Qiram. “Mail itu bukan anjing sembarangan, dia anjing yang sangat pintar, anjing khusus!” sungut Helmi kesal.
Qiram mengelus bahunya yang terasa perih ditepuk oleh Helmi tadi. “Ck, kau ini cewek apaan sih, sakit kali tepukmu!” protes Qiram.
“Berapa banyak turun nih, sampai begini, hah?”
“60 kg!” jawab Qiram.
“Wah, buseeet! Kau lari dan ngumpet waktu sembunyi di jemuranku itu 150 kg, ya? Obesitas banget ya, ahahah! Kini mah mendingan, cukup turunin 20 kg lagi aja, duh, dah ideal!” Helmi berbicara sambil mengangguk-angguk menatap tubuh Qiram.
Tak disangka, gadis tomboi yang badannya montok dan tinggi itu, menghabiskan semua makanan yang dibelikan oleh Qiram sebentar saja. “Makasih ya, nih, baru rasanya kenyang perutku!”
__ADS_1
“Iya, masama. Eh, btw, kok bisa pria itu nabrak anjingmu?”
Helmi mendekatkan duduknya dengan Qiram, lalu berbisik. “Sebenarnya aku ini polisi, Mail itu anjing pintar yang bisa ngelacak! Anak-anak yang nguber kau waktu itu sudah kutangani, aku sedang memburu pemimpin nya sekarang!”
Deg! Qiram terkejut luar biasa.
“Hahaha! Jangan terkejut begitu.” Helmi menepuk pundak Qiram pelan.
“Kenapa kau memberitahuku?”
“Karena aku percaya padamu, sebelumnya, aku udah selidiki kau, kok! Ya sudahlah, aku masuk dulu ke dalam ruangan ku. Setelah aku sembuh, aku akan menangkap baji*ngan-baji*ngan itu!” Helmi bangun dari duduknya.
“Biar aku bantu dan antar kamu!” tawar Qiram.
“Ok, dengan senang hati!”
Disepanjang jalan mengantar Helmi, Qiram berpikir keras. Apakah dikehidupannya yang lalu, sebenarnya dia pernah bertemu Helmi Etika ini? Karena sebelumnya dia selalu bertemu dengan orang-orang yang ada dikehidupan sebelumnya, seperti penjual pulsa yang ia temui tadi.
Orang itu tak mengenalnya, hanya dia yang ingat karena kehidupan masa lalu.
“Wah, sudah sampai! Thanks ya!” Helmi pun masuk ke dalam ruangannya dan Qiram pun kembali ke ruangan dimana Hafisa tertidur tadi.
__ADS_1
...----------------...