Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Keadaan Gippong


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Hafisa dan bayinya sudah bisa di bawa pulang. Qiram mencari dua orang pekerja rumah tangga, satu untuk mengurus dua bayi dan Hafisa, satu orang lagi untuk membereskan rumah dan memasak.


Mereka datang jam 6 pagi dan pulang jam 8 malam, sesuai permintaan Qiram. Keadaan Gippong semakin parah, dia batuk-batuk bahkan berdarah, sudah di bawa ke rumah sakit, tak ada perkembangan dan hanya diimpus serta minum obat, di tambah Gippong selalu minta pulang. Mau tak mau dia dirawat jalan saja.


Dokter Aini Farha, hampir setiap hari diminta oleh Qiram untuk mendatangi rumahnya, memeriksa Gippong. Qiram melupakan guci emasnya sejenak, karena keadaan. Hafisa yang masih lemah karena melahirkan, ada dua orang bayi, lalu seorang gadis montok, manusia kucing yang sakit, membuat dia memusatkan perhatiannya di rumah saja.


Jecky diminta oleh Qiram untuk memeriksa apa saja yang diinginkan, dibutuhkan oleh arsitek dan tukang bangunan Qiram di perusahaan otomotif serta perumahan yang akan ia jadikan tempat agensi Hafisa nanti, klinik kesehatan, dan klinik hewan. Sedangkan Lil O, setelah memasak banyak makanan untuk sarapan pagi orang serumah, dia langsung ke tokonya.


“Bagaimana keadaanmu, Gippong?” Qiram sangat cemas, semenjak Gippong sakit, dia semakin parah, dia selalu menjadi manusia, tak pernah lagi menjadi kucing, dia hanya di kamar ditemani dengan infus.


“Lil O masak bubur nih, dicampur ikan sama cumi, ada irisan timun juga di atasnya. Makan dulu ya, aku suapin,” Qiram sedang mengaduk bubur hangat. Biasanya, Gippong sangat suka semua jenis ikan, cumi, dan sayur mentimun.


Bibir Gippong tampak pucat pecah-pecah, matanya sayu. Dia mengangguk dan menerima suapan Qiram.

__ADS_1


“Aku yakin kamu pasti sembuh, ayo, makan yang banyak.” Qiram menyuapi Gippong perlahan. “Ayo, makan lagi! Biar cepat sembuh!” Hanya empat suap saja, Gippong tak ingin makan lagi, dia berusaha untuk kembali berbaring.


“Gippong, kau harus makan, kalau tidak makan, bagaimana kamu bisa sembuh.” Gippong mengabaikan Qiram dan masih memilih berbaring.


Qiram mengalah, meletakkan mangkuk bubur itu dan membantu Gippong berbaring. Meluruskan infus yang tadi tampak tersendat, hingga terlihat darah naik ke atas selang infus.


“Tuan Muda,” panggil Gippong pelan dan lemah.


“Iya, kamu mau sesuatu?” tanya Qiram.


Perlahan Qiram menyentuh bibir pucat nan pecah-pecah itu, dia dengan perlahan mencium lembut bibir Gippong dengan perasaan kasih terhadap miliknya. Qiram tak tahu perasaan apa yang dia miliki pada Gippong, yang pasti dia sangat mengasihi wanita sakit ini.


Gippong adalah hadiah yang diberikan guci emas untuk menjadi temannya, saat dia pertama kali bertemu, kucing itu tampak kasihan, perlahan dia rawat dengan kasih hingga tubuhnya menjadi sehat dan gemuk, lalu berubah menjadi manusia montok setelah bertemu bayi Pangeran dan Tuan Jecky.

__ADS_1


Dia merasa, Gippong adalah miliknya, hingga rasa sedih menyeruak di dada, dia tak bisa mengabaikan manusia kucing yang sakit ini.


Ciuman yang diberikan Qiram lembut, penuh rasa kasih, hingga beberapa potongan adegan aneh terlintas begitu saja dalam pikiran Qiram saat beradu cium dengan Gippong. Qiram terkejut dan berniat melepaskan pertautan bibir itu.


Akan tetapi, ciuman itu tidak bisa lepas, beberapa potongan adegan terus melintas, menunjukkan seorang gadis cantik berpakaian putri kerajaan, diperintahkan menemui dirinya, tetapi musibah datang, hingga hantaman keras di dada putri nan cantik itu mendarat.


Hantaman itu menimbulkan cahaya emas berkilauan, Putri nan cantik tadi berubah menjadi se-ekor kucing hitam dengan keempat kakinya berbulu putih. Perjalanan kucing itu terus diperlihatkan, hingga bertemu dengan Qiram dan .....


Ciuman itu terlepas, di kala Qiram melihat apa yang terjadi, dia menatap Gippong yang telah menutup mata sambil menangis, perlahan tubuh itu menghilang seperti cahaya kunang-kunang, berwarna kuning keemasan.


“Gippong! Gippooooooong!!!” teriak Qiram menggema.


Potongan ingatan terakhir, dia melihat sesuatu adegan yang membuat dadanya begitu sesak, dia tertunduk lemas.

__ADS_1


Diluar pintu kamar, Tuan Jecky telah tiba dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba ada cahaya yang melarangnya masuk, sehingga ia berdiri di sana menunggu. Cukup lama dia menunggu, hingga terdengar teriakan keras dari Qiram. Dan saat itu, Jecky telah mengetahui apa yang terjadi, dia menutup matanya, meletakkan ke-dua tangan di dada, seolah melafazkan do'a, bibirnya tampak komat kamit.


__ADS_2