Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
ASI


__ADS_3

Hafisa sudah mulai menjadi model ternama dan memainkan beberapa film dalam beberapa bulan ini, padahal dia pendatang baru. Qiram benar-benar memproduseri Hafisa dan agensinya. Sehingga nama Hafisa menjadi trending satu.


Anaknya, Raja dan bayi Pangeran di jaga oleh Jecky atas permintaan Qiram, ada pun dua orang baby sitter membantu, tetapi mereka hanya di pekerjakan pagi sampai jam 8 malam untuk bantu-bantu Jecky.


Hafisa pagi-pagi akan mengeluarkan ASI perah miliknya sebanyak dua botol, lalu siangnya dia juga akan mengirimkan ASI pada ojek langganannya sebanyak dua sampai tiga botol. Jika dia lembur sampai jam 9 malam, dia akan mengirim ASI tambahan kembali. Akan tetapi itu sangat jarang, karena dia akan menolak job malam.


Hafisa mengutamakan waktunya untuk Raja dan Pangeran pada malam hari. Dia bahkan mulai menyusui kedua bayi itu pada malam hari. Awalnya, Bayi Pangeran yang tidak normal, tidak merespon, tetapi akhir-akhir ini, bayi kecil itu benar-benar mengisap ASI miliknya dengan lapar, seperti Raja putranya.


Hafisa telah menyayangi bayi Pangeran semenjak dia hamil, dia merasa berat jika berpisah dengan bayi itu.


“Sayang, tidak lama lagi, kamu akan punya ibu baru, Mama pasti akan merindukan kamu,” ucap Hafisa lembut membelai pipi Bayi Pangeran yang sedang mengisap ASI-nya, sedangkan Putranya Raja sudah terlelap karena baru saja selesai menyu*su padanya.


Bayi Pangeran menatap Hafisa. Tiba-tiba, tangan bayi itu bergerak mengenai wajah Hafisa.


“Wah, kamu sudah bisa bergerak sekarang ya, apa kamu sedang menghibur Mama? Apa kamu kekurangan gizi selama ini? Makanya kamu nggak pernah bergerak dan berkembang?” tanya Hafisa pada bayi itu.

__ADS_1


Hafisa mencium tangan bayi mungil itu. “Makan yang banyak Sayang, Mama akan memakan makanan yang bergizi, agar bisa menghasilkan banyak ASI untuk kalian berdua.”


Ya, Hafisa memakan banyak makanan, terkhusus buah dan sayur, sehingga dia bisa memompa ASI cukup banyak. Antara Raja dan Pangeran, hanya Raja lah yang aktiv menyu*su karena Pangeran hanya meminum susu pada malam hari saja, saat Hafisa menyu*suinya.


Tak lama, bayi Pangeran itu tertidur lelap. Hafisa menidurkan bayi itu di samping anaknya.


Setelahnya, dia pergi keluar. Di depan pintu ada Jecky yang berdiri. “Apa Nona Hafisa mau tidur?”


“Iya, tetapi aku akan makan dulu,” jawab Hafisa tersenyum.


“Baiklah, aku akan menjaga mereka berdua.”


Di dapur, tampak Lil O sedang menyajikan makanan. “Kamu udah turun, Hafisa. Aku sudah buat makanan nih, ini bagus untuk kamu.”


“Wah, makasih Lil O.”

__ADS_1


“Sama-sama, Hafisa. Mari, makan bersama,” ajak Lil O.


“Kamu makan malam juga? Nggak diet?” tanya Hafisa.


“Hahahaha. Enggak. Aku nggak pernah diet. Sepertinya makanan hanya menjadi kotoran dan otot di tubuhku. Aku selalu makan tiap malam. Dulu itu, aku cuma menemani Qiram diet aja, makanya juga ikutan jaga makan. Oh ya, kebetulan, aku beberapakali lihat kamu makan malam dan goreng telur ceplok aja sama lalapan sayur. Itu kurang bagus untuk kamu. Kamu 'kan sedang menyusui. Walaupun aku tidak pengalaman menjadi seorang suami atau pun ayah, tetapi akhir-akhir ini aku ikut pembelajaran memasak tentang gizi dan kualitas.”


“Oh, makasih ya Lil O. Kamu udah perhatian sama aku.” Hafisa tersenyum.


“Ya, kita serumah Hafisa, tentu saja kita harus saling perhatian satu sama lain.” Lil O juga tersenyum manis pada Hafisa.


Mereka berdua pun makan berdua di meja makan dengan lahap. Lil O lebih cendrung memakan daging padat seperti dada ayam dengan lalapan mentimun. Sedangkan Hafisa memakan sayur daun kelor. Tahu bacem, dan ikan tuna bakar lada hitam dengan potongan tomat merah dan wortel.


“Gimana rasanya?” tanya Lil O.


“Selalu enak, kamu memang jago masak Lil O. Selalu the best!” Hafisa memuji Lil O dengan mengacungkan jempol.

__ADS_1


“Aku senang mendengarnya, kalau begitu habiskan.”


“Sip.”


__ADS_2