
Elina berjalan menuju ruang makan dengan sangat anggun. Ditengah-tengah tangga dia dihentikan oleh suara dari seseorang dari bawah.
“Nona sudah bangun. Apakah mau sarapan?” kebetulan kepalapelayan sedang berjalan dan melihat Elina di tangga sedang berjalan menuruni
tangga dengan sangat hati-hati dan terlihat anggun. Dia juga terkejut saatmelihat penampilan Elina yang sangat berbeda hari ini. Sejujurnya dia belumpernah melihat penampilan yang begitu cantik. Yah, meski sebelumnya nonanya cantik tapi itu tertutupi dengan riasan make up yang sangat tebal dan ditambah dengan pakaian warna warni yang telihat norak. Tapi mereka hanya bisa diam dan tidak berani berkomentar karena takut dipecat.
“Di mana orang tua dan kakakku?”
“Mereka semua sudah pergi ke kantor dan nyonya sudah pergi ke pertemuan para istri.”
“Begitu.”
Elina langsung mendudukan diri di kursi dan siap untuk menunggu para koki menyajikan makanan.
“Aku ingin makan makanan barat. Ini sudah hampir waktunya makan siang,” kata Elina sambil melihat kukunya yang sekali lagi membuat dia marah. Ada apa dengan tubuh pemilik aslinya! Kenapa semuanya terlihat sangat jelek
selera kecantikannya. Elina sakit kepala. Pokoknya hari ini dia harus belanja, melakukan perawatan spa, melakukan perawatan wajah dan melakukan perawatan kuku. Dia harus secepatnya mengganti cat kuku hitam ini. Dia tidak suka gaya metal ini. Kukunya di cat dengan warna hitam dan itu terlihat sangat jelek. Elina benar-benar membenci pemilik aslinya yang buta akan fashion.
Dengan cepat makanan disajikan. Elina masih mempertahankan etiket makannya sampai dia hampir menghabiskan makanannya dia disela oleh Paman Sam.
“Nona, ada tamu yang mengatakan bahwa dia adalah asisten dari Tuan Arka dari Keluarga Giandra.”
Elina hampir memuncratkan air yang sedang ia minum. Apa? Siapa yang datang? Apa dia tidak salah dengar? Apa pahlawan pria datang untuk
membuat akun dan membalas dendam. Tiba-tiba saja debaran jantung Elina meningkat. Dia sedikit takut.
“Nona, asisten itu sudah saya suruh masuk dan sekarang dia sedang berada di ruang tamu. Apakah Nona ingin pergi menemuinya atau …?”
Perkataan Paman Sam menggantung. Dia menimbang ekspresi dari nonanya ini. Setahu dia, nonanya akan sangat antusias jika itu berhubungan dengan Arka. Ya, kecintaan Elina pada Arka bukanlah suatu hal yang sangat rahasia. Malahan di lingkaran elit ibu kota itu menjadi bahan pembicaraan. Tapi kenapa sekarang nonanya tidak terlihat antusias dan malah terlihat enggan. Ada apa? Kenapa
nonanya sepertinya telah banyak berubah. Tidak seperti nonanya yang dulu terlihat dingin dan tidak pernah berbicara dengan pelayan soal keberadaan keluarganya.
“Begitu. Biarkan aku menyelesaikan makananku terlebih dahulu.” Elina harus mengulur waktu, oke! Dia belum siap untuk bertemu bahkan
jika itu hanya asistennya Arka.
Sayangnya makanannya yang tinggal sesuap itu tidak bisa menahan waktu lama bagi Elina untuk menghindar. Dia terpaksa bangkit dan berjalan ke ruang tamu. Di sana sudah duduk seseorang dengan jas kerjanya dan sepertinya orang itu membawa sesuatu.
__ADS_1
“Ada apa?” Elina duduk dengan anggun dan mencoba untuk tetap tenang meski jantungnya sedari tadi sudah berdetak tidak karuan.
Adam cukup terkejut dengan penampilan Elina yang terlihat natural dan segar ini. Dia sudah berkali-kali bertemu dengan Elina dan kesannya
terhadap Elina adalah gadis kecil yang berdandan dengan sangat jelek. Maaf, tapi dulu dia berdandan dengan sangat buruk. Setidaknya menurut penilaian Adam penampilan Elina saat ini terlihat sangat cantik.
“Nona Elina! Saya Adam. Saya adalah asisten dari Tuan Arka.”
“Lalu?”
“Saya datang ke sini untuk mengembalikan barang-barang Anda yang tertinggal.”
Mata Elina melebar dan matanya berbinar. Dia tidak menyangka kalau dia tidak perlu mengambilnya ke Arka dan itu akan langsung datang sendiri ke pintu. Sangat menghemat waktu. Elina hanya senang di dalam hatinya tapi dia masih terlihat tenang dan anggun. Sifat dan sikapnya masih dipengaruhi oleh dirinya di dunia nyata yang selalu bersikap tenang dan anggun tanpa menunjukan emosi yang berlebihan.
Di dunia sosial para elit, menunjukan emosi sama saja menunjukan kelemahan. Dan Elina sudah terlatih untuk menyembunyikan emosinya di
depan orang lain dengan baik.
“Begitu. Terima kasih. Kamu bisa pergi sekarang.”
Pergi! Pergi, cepat pergi sana. Elina sudah tidak sabar untuk mengusir orang. Dengan kehadiran Adam daja sudah mampu membuatnya takut.
“Maaf, Nona. Saya belum selesai. Tuan Arka juga memeritahkan saya untuk memberikan uang ini.” Adam mengeluarkan selembar cek yang langsung diterima oleh Elina.
“Seratus miliar? Untuk apa ini?” Elina mengernyitkan dahinya merasa bingung.
“Ehem! Ini … ini saya tidak tahu untuk apa uang ini. Yang jelas Tuan Arka memerintahkan saya untuk memberi Nona uang ini.”
Elina : “…”
Meskipun Elina merasa senang saat melihat uang seratus miliar tapi hati kecilnya masih tersentil dan merasa tidak enak. Apakah ini bentuk kompensasi atas tidur bersamanya? Bukankah seharusnya pemeran utama pria marah kepadanya? Kenapa dia malah memberinya uang? Kenapa? Apakah ini bentuk kompensasi malam pertamanya yang ia rebut? Tapi bukankah seharusnya Elina yang disalahkan bukannya malah memberikannya uang yang begitu banyak. Oh! Apakah ini cara Arka agar Elina menjauh dan tidak mengganggunya lagi? Tapi sayang, Elina
masih harus menempel pada Arka karena sistem sialan itu. Kalau tidak, Elina pasti siap sedia untuk menjauh dari pahlawan pria itu.
Tapi yang jelas Elina tidak mungkin akan mengembalikan uang ini. Sekali-kali boleh lah bermuka tebal. Dia benar-benar kekuarang uang untuk saat ini. Uang ini juga bisa ia gunakan untuk tabungan nantinya saat misinya
selesai dan saat perusahaan dibuat bangkrut, setidaknya dia masih menyimpan uang ini. Dan dia juga bisa berbelanja sesuka hati dengan uang ini. Elina jelas merasa senang. Tapi dia ini munafik dan berpura-pura marah pada Adam.
__ADS_1
“Apa maksudmu dengan memberikan aku uang? Apa aku terlihat seperti kekuarangan uang di matamu?!”
“S-saya tidak tahu, Nona!”
“Begitu, kamu boleh pergi.”
“Baik. Selamat tinggal Nona Elina.”
“Hmm … Paman Sam! Tolong antar tamu ini pergi. Urusannya sudah selesai.”
Paman Sam yang selalu siap siaga itu langsung menuntun jalan bagi Adam untuk segera pergi.
Sepeninggalan Adam dan kebetulan kepala pelayannya sedang tidak ada di dekatnya. Elina sudah tidak bisa lagi menyembunyikan senyum
lebarnya. Tapi hanya untuk sesaat! Dia ingat dia belum pernah merasakan perasaan bahagia hanya dengan uang seratus miliar ini. Dulu di dunia nyata seratus miliar mungkin hanyalah angka kecil bagi Elina. Tapi sekarang karena
dia kekurangan uang dan harus menabung, dia menjadi tidak terkendali saat mendapat uang ini. Ya! Dia sangat senang.
“Paman Sam!”
“Saya di sini, Nona. Ada yang bisa saya bantu.”
“Banyak!”
“Apa itu?”
“Aku ingin merenovasi kamar. Kamarku terlihat sangat jelek. Tolong bantu aku menghubungi bagian desain ruangan. Aku ingin mendesain dan
menata ulang kamar. Aku ingin kamar gaya putri dengan warna merah muda. Dan juga, tolong buang semua pakaian yang ada di lemari.”
Paman Sam : “…”
Untuk sesaat kepala pelayan itu termenung dan terkejut. Nonanya benar-benar berubah! Apa yang membuatnya berubah? Kenapa sepertinya
dalam semalam nonanya menjadi orang lain? Dulu dia bahkan dilarang untuk mendekati kamarnya. Dan pelayan yang bertugas membersihkan kamar saja tidak boleh tinggal terlalu lama. Kenapa sekarang nonanya berbicara terlalu banyak pada dirinya dan ingin merenovasi kamarnya?
“Kenapa tidak menjawab? Apakah merenovasi kamarku sulit dilakukan?”
__ADS_1
“Tidak! Tidak sama sekali. Saya akan langsung melakukannya.”
“Bagus.”