
Mulut Elina langsung terkatup rapat saat melihat sosok yang sedang berjalan dan mampu mencuri perhatian banyak orang.
Ya!
Itu adalah Arka!
Dia yakin itu Arka karena dia mengingat wajah laki-laki tampan yang tertidur di sebelahnya dulu. Dia tidak mungkin salah mengingat wajah super tampan itu. Dan tampilan Arka memang sesuai dengan deskripsi di dalam novel. Dengan tubuh tinggi sekitar 190cm, hidung tinggi dan mancung, alis seperti pedang dan mata tajam dan gelap sedalam Samudra. Tapi Elina masih belum
melihat mata Arka karena jaraknya masih sangat jauh. Tolong catat itu!
Kenapa orang itu bisa datang ke sini? Bukankah dia membenci kegiatan sosial yang dihadiri terlalu banyak orang karena biasanya orang-orang
akan berbisik-bisik dan bergosip tentang dirinya? Kenapa dia mau menghadiri pesta terbuka ini? Yah, meskipun memang ini pesta ulang tahun sahabatnya. Tapi …
Jarak Arka dan Elina masih cukup jauh. Dengan tubuhnya yang tinggi dia berjalan seperti model. Terlihat sangat gagah namun terkesan dingin.
Arka memancarkan aura dingin yang susah di dekati.
Dengan cepat Elina pergi ke arah di mana Verno berada. Dia bahkan hampir berlari jika tidak ingat kalau dia sedang memakai sepatu berhak
tinggi. Dan dia hampir melupakan etiket yang sudah ia pelajari sejak kecil. Jika dalam gaun malam tidak boleh berlari dan harus berjalan dengan anggun! Itu yang selalu guru etiketnya tekankan pada Elina.
Tadi dia hampir berlari karena dia ingin bersembunyi dari Arka. Dia tidak mau bertemu dengan Arka, oke! Akan sangat canggung jika mereka bertemu. Apalagi dia tidak tahu harus berkata apa dan bersikap seperti apa karena sudah melakukan sebuah kejahatan terhadap Arka. Haruskah dia meminta maaf? Atau kabur saja? Entahlah, Elina tidak tahu.
Elina pun berjalan cepat menuju Verno.
“Yo, siapa di sini. Apa kamu mengundang Elina, Ver?” tanya Daniel.
“Tidak. Kenapa kamu datang ke pesta ulang tahunku? Apa karena kamu tahu Arka akan datang dan kamu juga ikut datang tanpa aku undang dan ingin menguntit Arka lagi? Hei! Sadarlah Elina. Arka tidak menyukaimu jadi
tolong berhenti mengganggunya,” cerocos Verno seperti wanita yang berbicara tanpa ada jeda membuat Elina terkejut karena baru datang di dekat Verno tapi langsung dibombardir berbagai pertanyaan yang mengandung hinaan tersirat itu.
__ADS_1
Elina bahkan tidak tahu harus menjawab seperti apa. Haruskah dia bertindak seperti Elina dalam novel yang tak tahu malu ataukah dia harus
bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri? Masa lahnya adalah sistem tidak meberikannya penjelasan apapun yang membuatnya bingung setengah mati.
Tapi dia memutuskan untuk bertingkah seperti Elina dalam novel yang tak tahu malu dan bermuka tebal meskipun sudah diejek sedemikian
rupa.
“Aku ke sini karena undangan dari ibumu! Lalu memangnya kenapa jika aku datang karena Kak Arka akan datang? Apa ada urusannya denganmu? Tidak, kan?”
“Kamu tidak tahu malu!” Verno tidak bisa berkata-kata. “Aku tidak mengundangmu. Jadi sebaiknya kamu langsung pergi,” lanjut Verno.
Elina buru-buru menyerahkan hadiah kepada Verno.
“Ini hadiahmu. Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur. Jika bukan karena undangan ibumu, aku juga tidak akan datang!” ketus Elina.
“Elina, apa kamu masih terus menguntit Arka?” tanya Dimas. Orang ini juga salah satu sahabat Arka. Arka memiliki tiga sahabat. Yang pertama adalah Verno, yang kedua adala Dimas, dan yang ketiga adalah Daniel.
Elina terkekeh. Jika dia tidak membaca novel mungkin dia akan percaya, tapi tidak! Dia sudah tahu. Pemeran utama pria hanya mencintai
pemeran utama wanita. Jadi jelas kalau Alora bukan cinta pertama Arka.
“Apa kamu buta? Dari mananya Arka menyukai Alora? Dia bahkan lebih mengabaikan Alora. Setidaknya Kak Arka tidak terlalu bersikap dingin
padaku. Aku akan bertanya langsung pada Kak Arka nanti apa omonganmu bisa dipercaya!”
“Anak ini!” Daniel tidak bisa berkata-kata. Dia juga tidak bisa membantah karena dia hanya berbicara omong kosong tadi. Arka jelas tidak dekat dengan wanita manapun. Sebenarnya yang sedikit bisa mendekati Arka tanpa membuatnya marah hanyalah Elina. Tapi teman-teman Arka tidak mau mengakui hal itu. Mereka semua seperti membenci Elina. Entah apa sebabnya Elina tidak
disukai oleh sahabat-sahabat Arka.
“Apa kamu Elina?” tanya seorang gadis cantik dengan gaun seksi. Tapi gaunnya tidak bisa mengalahkan kecantikan Elina. Ya, memang banyak orang yang mengakui kalau Elina itu cantik tapi sayangnya dia mati otak dan di pikirannya hanya ada Arka, Arka dan Arka.
__ADS_1
“Aku Elina. Kenapa? Ada urusan apa kamu bertanya? Siapa kamu?” sinis Elina.
“Aku Cantika. Aku juga menyukai Arka. Tapi sayang, Arka pasti tidak akan menyukai anak kecil sepertimu,” cela Cantika.
“Kak Arka juga tidak akan menyukai wanita tua sepertimu!” Oh! Hebat! Ini adalah pertama kalinya Elina bersikap kasar deperti ini. dulu di dunia nyata dia pasti akan mengabaikan orang-orang seperti mereka dan hanya akan berdiri diam dengan anggun tanpa merusak citranya sebagai wanita bangsawan. Dia harus bertindak seperti Elina dalam novel yang berani dan kekanak-kanakan dan tidak tahu malu. Sepertinya Elina bisa memenangkan piala Oscar!
“Apa kamu bilang?” tanya Cantika dengan nada suara yang meninggi.
“Aku bilang kamu tua!”
“Kamu!” Cantika sudah melayangkan tangannya siap untuk menampar anak kecil ini. tapi tangannya tertahan di udara oleh seseorang.
Elina yang sudah memejamkan mata dan siap menerima tamparan menunggu dengan linglung. Kenapa tamparannya tidak sampai?
Saat dia membuka matanya, dia melebarkan matanya karena terkejut dan sedikit ternganga.
Itu adalah Arka yang memegang tangan Cantika dan menghalangi Elina. Tiba-tiba saja debaran jantung Elina meningkat lagi. Ada apa dengan
jantungnya ini? apa benar dia punya penyakit jantung? Sepulang dari pesta ini dia harus memeriksakan dirinya siapa tahu tebakan sistem memang benar dia sakit! Kalau tidak, penjelasan apa yang bisa menjelaskan kenapa debaran
jantungnya begitu cepat. Jelas ini bukan cinta, oke!
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Arka dingin.
“A-Aku … tidak melakukan apapun.” Cantika gemetar ketakutan dengan aura dingin Arka.
Arka melepas tangan Cantika dan memandang Elina. Kemudian dia berkata, “Elina, jangan membuat masalah. Bukankah kemarin itu sudah cukup?”
Elina membulatkan matanya karena terkejut akan sikap Arka yang seolah tidak merasa canggung dan seolah kejadian tempo hari itu tidak
pernah terjadi. Apa Arka tidak marah? Kalau begitu baguslah. Diapun berkata, “Kak Arka, apa kamu menyukai Alora? Alora dari Keluarga Widagdo itu yang sekarang menjadi aktris?” Elina bertanya sambil memandang Daniel dengan angkuh. Lihat dia menepati janjinya untuk bertanya langsung ke orangnya!
__ADS_1
“Omong kosong apa yang kamu bicarakan?”