Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 25 – Menghubungi Sahabat


__ADS_3

“Kak Arka, aku ingin pulang.” Elina memberesi peralatan makannya.


“Pulanglah.”


“Tapi supirku sudah pergi.”


“Lalu biarkan supirku mengantarmu pulang.”


“Oke!” Elina tersenyum senang. “Kalau begitu antar aku turun. Aku tidak ingin turun sendiri.”


“Elina, aku sibuk. Ada terlalu banyak pekerjaan yang harus aku tinjau.”


“Kakak! Pokoknya aku tidak mau. Kak Arka harus mengantarku turun. Beruntung aku tidak meminta kakak untuk mengantarku pulang!” Ayo terus berakting manja demi membuat Arka jijik dan semakin membenci Elina dan sengan begitu tugasnya akan cepat selesai.


“Haah.” Arka menuruti perkataan Elina. Sekarang jam makan siang sudah hampir habis dan di sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian.


Tapi para karyawan hanya bisa bergosip dengan diam-diam di belakang Arka dan Elina. Mereka jelas tidak berani jika bergosip di depan mereka langsung. Dan kabar kalau Elina datang ke kantor Giandra dengan cepat sampai di telinga Kakek


Thomas dan Kakak Elina-Neo-. Elina tidak tahu kalau nanti saat pulang ada hal besar yang akan dia hadapi.


***


Ding!


[Misi memasak makanan untuk Arka dan biarkan Arka memakan masakan yang tuan rumah masak. Hadiah uang 50 juta telah berhasil


dilaksanakan.]


Elina melompat kesenangan. Saat ini dia sudah berada di rumah dan saat ini Elina baru saja memasuki kamar saat bilah notifikasi dari sistem muncul.


“A1, berapa jumlah saldoku saat ini?”


“Jumlah saldo saat ini adalah 160 juta.”


Elina menghela napas sedih. Kenapa misinya sulit dan hadiah uangnya begitu sedikit. Itu tidak akan cukup untuk menopang kehidupannya jika nanti perusahaannya benar-benar bangkrut. Dia ingin mendesak sistem untuk memberikannya misi yang banyak tapi dia juga trauma dengan tingkat


kesulitannya.


Elina yang merasa pusing itu memutuskan untuk beristirahat dan tidur siang. Setelah menjalankan misi, dia sangat kelelahan baik fisik


maupun mental.


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat dan itu dalah sore hari saat Elina bangun. Dia melihat jam di ponselnya. Itu jam setengah lima sore dan dia segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Dia akan mandi, tidak, dia akan berendam dengan air hangat yang dibari dengan kelopak mawar.


Elinapun segera menghubungi pelayan untuk menyiapkan kelopak bunga lewat intercom.


“Halo, apa ada orang di sana?”


Tak lama kemudian ada suara yang menjawabnya.

__ADS_1


“Halo, saya kepala pelayan. Apa ada yang dibutuhkan Nona?”


“Ada. Tolong siapkan kelopak mawar. Aku ingin berendam di air hangat yang ditaburi kelopak mawar merah.”


Kepala pelayan : “…”


“Halo?”


“Maaf, Nona. Tapi itu akan membutuhkan waktu lama untuk membeli kelopak mawar terlebih dahulu karena kita tidak memiliki kebun mawar


sendiri.”


“Oke, aku tidak peduli. Setidaknya jangan melebihi setengah jam. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama.”


“Baik.”


“Oke, terima kasih.”


Elina kembali berbaring. Dia merasa sangat kesepian dan bosan. Dia tidak memiliki teman yang bisa diajak bermain bersama.


Ah!


Itu ada satu! Sahabat Elina dalam novel yang pertama sebelum Elina dalam novel berteman dengan Lusi dan Sania. Namanya adalah Clara.


Sebeumnya Elina dan Clara adalah sahabat yang baik sejak kecil. Tapi semenjak Elina bergaul dengan Lusi dan Sania, Clara yang sudah tahu


sifat asli Lusi dan Sania memperingatkan Elina agar menjauh dari mereka berdua. Tapi Elina yang bodoh tidak mau mendengarkan dan malah marah dengan Clara dan mulai menjauhinya. Itu semua karena Lusi dan Sania!


Tidak ada. Ibaratnya hanya pejalan kaki yang lewat. Dia bahkan bukan karakter penting yang disebutkan dalam novel. Tapi, Clara adalah


satu-satunya orang yang membantu Elina disaat terakhir. Disaat perusahaannya bangkrut, Clara dengan hati malaikatnya datang untuk membantu Elina.


Ya! Dia bisa mencoba untuk berteman kembali dengan Clara. Elina memutuskan dia akan berteman dengan Clara dan meminta maaf atas nama Elina dalam novel yang begitu bodoh itu.


Elina mengambil ponselnya. Dia mencari kontak Clara tapi tidak menemukannya. Saat dia membuka kotak daftar yang diblokir, di sana ada


nama Clara.


Sinting!


Elina dalam novel bahkan memblokir nomor Clara? Cih! Benar-benar bodoh. Dengan cepat Elina membatalkan blokir dan menghubungi Clara


langsung.


Panggilan pertama tidak terjawab. Tapi Elina tidak menyerah! Dia terus memanggil Clara sampai ada suara manis yang terdengar.


Clara : “Halo?”


Elina tiba-tiba menjadi gugup. Debaran jantungnya meningkat seolah dia sedang bertelepon dengan kekasihnya. Ck! Ck!

__ADS_1


“Halo? Clara? Apa kamu masih ingat aku?”


Clara : “… ada apa menghubungiku?”


“Aku ingin meminta maaf!” Tanpa Elina sadari karena gugup dia berteriak dan sepertinya suaranya akan melukai gendang telinga Clara.


Clara : “Meminta maaf untuk apa?”


“Aku ingin meminta maaf atas kelakuanku di masa lalu yang mungkin menyakiti hatimu. Maafkan aku karena bertindak bodoh dan meninggalkanmu dan malah berteman dengan Lusi dan Sania. Sekarang aku sudah tidak ada hubungan dengan mereka. Maukah kamu memaafkanku?”


“Oke.”


Hah?


Oke?


Semudah itu? Elina kira dia butuh usaha lain untuk membujuk Clara supaya memaafkannya. Ternyata semudah ini. tanpa sadar Elina tersenyum lembut seolah-olah dialah yang bersalah, padahal itu salah Elina dalam novel!


“Terima kasih! Kalau begitu apa kita … eum berteman kembali?”


Clara : “Ya. Kita bisa berteman kembali.”


“Clara! Kamu terlalu baik. Sungguh aku beruntung memilikimu!”


Clara : “Apa yang kamu bicarakan?”


Elina mendengar kekehan kecil dari seberang telepon. Dia yakin Clara pasti juga senang dan bahagia. Dan sekarang dia bahkan terkekeh.


Hatinya benar-benar baik. Ini adalah pertama kalinya Elina baik di dunianyata ataupun dunia novel bertemu dengan orang yang sangat baik. Dulu, di dunia nyatapun Elina tidak memiliki sahabat yang baik. Dalam lingkaran elit sosial,


mereka baik hanya di permukaan saja. Jadilah Elina si wanita tertua yang berdarah bangsawan itu juga menjadi sendirian tanpa teman. Dia akan menghargai karakter teman yang seperti Clara ini. Dia tidak boleh kehilangannya!


“Begini Clara, maukah kamu melakukan perawatan kecantikan besok bersama? Aku ingin merayakan kembalinya persahabatan kita dengan keluar bermain bersama. Maukah kamu?”


“Besok pagi? Tunggu sebentar. Biar aku lihat jadwalku terlebih dahulu … besok pagi ya? Oke! Ayo kita pergi perawatan dan setelah itu bermain sepuasnya.”


“Terima kasih! Clara, aku benar-benar meminta maaf atas sikapku sebelumnya. Aku tahu kamu pasti kecewa denganku. Tapi yakinlah, aku


sudah berubah dan aku pasti akan membuat persahabatan ini menyenangkan di masa


depan!”


Clara : “Begitu. Aku sangat menantikannya.”


Nama lengkap Clara adalah Clara Wijaya. Putri satu-satunya dari Keluarga Wijaya yang masuk dalam 10 keluarga terkaya di negara I. Dan


Maharani juga termasuk di dalamnya. Mereka dulu bermain bersama. Clara memiliki seorang kakak yang bernama Bara Wijaya yang kira-kira seumuran dengan Arka.


Elina tidak akan pernah tahu kalau di masa depan hidupnya akan ada hubungannya dengan Bara Wijaya. Itu nanti. Sekarang, dia masih belum

__ADS_1


tahu.


__ADS_2