Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 73 – Permintaan Bulan


__ADS_3

Arka melepas kaca matanya dan menyandarkan diri pada kursi mencoba untuk mengistirhatkan badannya. Sekarang sudah pukul 8 malam. Dia memang sengaja lembur karena akhir-akhir ini dia terus terpikirkan oleh wajah Elina. Sejak terakhir kali dia bertemu Elina di pintu masuk restoran, itu sudah terhitung satu bulan dia tidak melihat Elina.


Arka bertanya-tanya. Kenapa gadis yang biasanya selalu menguntitnya itu berhenti mengganggunya dan bahkan tidak menelponnya. Dan kenapa


juga di pintu masuk restoran satu bulan lalu sikap Elina begitu dingin dan mengabaikannya? Apakah Elina sudah tahu soal masalahnya yang bertunangan kontrak dengan Bulan? Tapi seharusnya dia tidak setenang itu dan Arka diam-diam mengharapkan respon heboh Elina. Biasanya gadis itu dulu jika ada wanita lain yang


mendekatinya, responnya akan begitu heboh dan dengan terang-terangan akan menunjukan sikap cemburunya.


Arka memang dulu merasa terganggu jika Elina terus menempel padanya, tapi sekarang setelah Elina benar-benar menjauh, seperti ada yang


hilang dari dirinya.


Arka terus memikirkan Elina sampai teleponnya bergetar. Dia pikir itu Elina, tapi saat melihat nama si penelpon, dia langsung murung dan kecewa. Itu adalah panggilan dari Verno. Dengan malas dia menjawab panggilan itu.


“Ada apa?” katanya dengan dingin. Dia berdiri dan melihat keluar dari balik jendela. Itu adalah pemandangan malam yang dihiasi lampu-lampu jalan dan lampu kendaraan di bawah sana.


“Datang ke klub xxx kami semua menunggumu. Sudah lama kita tidak berkumpul bersama.”


Arka terdiam sebentar. Sepertinya dia memang membutuhkan hiburan lain untuk membuat dirinya tenang dan memang benar sudah lama dia tidak berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.


“Oke.  Aku akan pergi ke klub.”


Arka menyimpan ponselnya dan saat dia berbalik, dia dikejutkan dengan Bulan yang sudah berdiri di belakangnya. Kapan wanita ini masuk? Kenapa dia tidak mendengar ketukan. Apa wanita ini masuk tanpa izin? Yang lebih penting adalah kenapa Bulan masih ada di kantor? Seharusnya dia sudah lama pulang. Arka pikir hanya ada dia sendiri di kantor ini.


Ini sudah satu bulan dan tidak ada interaksi atau kemajuan hubungan antara Arka dan Bulan. Itu membuat Bulan sangat resah dan gelisah. Meskipun dia sudah menyandang gelar tunangan, tapi itu tidak diumumkan ke dunia luar dan sama saja statusnya seperti tidak berguna. Seharusnya jika ini sesuai alur, itu harus sudah ada perkembangan hubungan. Tapi kenapa mereka masih asing satu sama lain dan Arka bahkan tidak mempedulikannya sama sekali.


“Apakah Pak Arka akan pergi ke klub? Bolehkah aku ikut? Aku ingin mengenal para sahabat-sahabatmu,” pinta Bulan dengan wajah memelas.


Arka mengerutkan keningnya tidak suka. Wanita ini benar-benar tidak masuk akal. “Tidak. Kamu tidak perlu mengenal mereka. Tolong ketahui

__ADS_1


posisimu dan jangan melewati batas.”


Arka mengemasi barang-barangnya dan berjalan pergi meninggalkan Bulan yang terdiam di tempatnya. Arka tidak peduli dengan Bulan. Dia


terlalu sibuk untuk memperdulikan orang lain.


Bulan mengepalkan tangannya dengan kuat. Menaklukan Arka ternyata tidak semudah itu. Kenapa sepertinya Arka tidak bertindak sesuai alur cerita? Sepertinya ada yang kurang. Ya! Peran penjahat! Selama dia bertransmigrasi  dan berada di tubuh Bulan, tidak ada satu orangpun yang bertindak jahat kepadanya. Ke mana para penjahat itu pergi? Ke mana peran penjahat wanita yang akan membullynya dan membuat hubungannya dengan Arka semakin dekat.


Benar, ke mana karakter yang bernama Elina itu pergi? Kenapa dia tidak bertemu dengannya dan sepertinya Elina juga tidak mengganggu Arka. Kalau begini, kemajuan alur cerita mungkin akan terhambat. Dia harus segera mencari Elina


dan meprovokasinya agar karkater itu membalas dendam atau lebih baik lagi karakter itu membully Bulan.


Bulan ingin menyusul Arka. Meski pria itu berkata dia tidak boleh ikut, tapi dia bisa diam-diam menyusulnya. Dia tadi dengar kalau Arka


akan pergi ke klub. Dan satu-satunya klub yang biasa dia kunjungi pasti hanya klub xxx. Dia tahu tempatnya karena dialah yang menulisnya sendiri. Jadi dengan cepat Bulan keluar dari ruangan Arka dan mengemasi barangnya lalu keluar dari


perusahaan.


Dengan cepat taksi itu sampai di tempat tujuan. Setelah membayar ongkos, Bulan keluar dan berdiri di depan klub untuk melihat klub yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang kaya ini. Penjagaan sangat ketat dan Bulan juga


harus membuat kartu keanggotaan dengan membayar sejumlah uang yang menurutnya


sangat banyak hanya agar dirinya bisa memasuki klub.


Bulan langsung berjalan ke lantai 3 tempat klub bagi orang-orang yang super kaya berada. Dia mencari-cari sosok Arka dan tidak lama


dia menemukan sosoknya yang sedang duduk dan dikelilingi oleh orang-orang yang Bulan tebak mereka mungkin adalah sahabat-sahabat Arka. Akhirnya dia bisa bertemu karakter lain yang dia ciptakan sendiri.


Bulan berjalan dengan percaya diri. “Pak Arka! Anda di sini?” Bulan berpura-pura tidak sengaja bertemu Arka di klub. Tapi Arka jelas tidak

__ADS_1


mudah dibodohi dan mampu melihat niat Bulan.


“Siapa wanita ini?” tanya Verno penasaran.


“Aku adalah tunangan Pak Arka,” jawab Bulan tidak tahu malu membuat suasana langsung hening.


Verno menatap Arka tidak percaya. Begitu juga dengan Dimas dan Daniel dan juga Clara yang memang datang dengan Dimas. Ngomong-omong, Clara sudah berhasil meluluhkan hati Dimas dan mereka sekarang sedang dalam hubungan sebagai sepasang kekasih.


Clara jelas sangat terkejut dengan perkataan Bulan. Clara menatap wanita yang terlihat tidak begitu cantik dan bahkan biasa-biasa saja


itu jika dibandingkan dengan Elina itu seperti langit dan tanah. Sangat jauh!


“Bro! Bukankah tunanganmu adalah Elina?” tanya Verno tidak percaya. Meskipun dia membenci Elina yang terus mengganggu Arka, tapi memang


patut diakui kalau satu-satunya wanita yang layak untuk Arka memang hanya Elina seorang. Seorang wanita bangsawan dan bisa memperkuat posisi Arka dalam keluarga Giandra. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba ada wanita yang mengaku sebagai tunangan Arka. Apakah ini Elina yang lain?


“Dari keluarga bangsawan mana kamu?” tanya Verno dengan sangat penasaran.


“Aku hanya seorang sekretaris dan bukan dari keluarga manapun,” jawab Bulan dengan percaya diri. Sahabat-sahabat Arka adalah pendukung terkuat hubungannya dengan Arka. Jadi Bulan yakin dia juga akan mendapat dukungan yang


sama seperti yang ia tulis dalam novel. Namun yang tidak Bulan sadari adalah itu jika Elina membullynya, sayangnya Elina tidak bertindak jahat jadi jelas sahabat-sahabat Arka tidak akan bersimpati dengan Bulan.


“Bro, kamu bercanda?” tanya Verno. Berita ini jelas sangat mengejutkan bagi Verno, Daniel, Dimas dan Clara.


Arka menatap Bulan dengan tajam. Dia benar-benar tidak suka dengan sikap Bulan yang semena-mena ini. Arka hanya diam, dia tidak membantah maupun mengiyakan.


Bulan dengan tidak tahu malu duduk di sebelah Arka dan itu membuat Clara sangat marah. Apakah Arka sudah memiliki tunangan? Dan itu dari kalangan orang miskin? Yah, anak haram dan wanita miskin memang cocok.


“Apa wanita miskin ini tunanganmu, Kak Arka? Haha, kalian memang cocok. Anak haram dan wanita miskin! Aku kira Elina ada di hatimu. Tapi ternyata tidak. Bagus! Setidaknya kakakku akan dengan mudah mendapatkan Elina, saingan

__ADS_1


kakakku berkurang. Terima kasih sudah membuka jalan bagi kakaku untuk merebut Elina!”


kata Clara dan dia dengan cepat berdiri dan pergi meninggalkan Dimas yang terkejut dengan kata-kata kasar Clara.


__ADS_2