
Matahari sudah berada di atas kepala tapi gadis yang masihmeringkuk di kasur dan tergulung selimut itu seperti tidak ada urusannya dengan
waktu. Meskipun di luar sudah sangat cerah, gadis itu masih betah untuk menutup
matanya.
Perlahan-lahan Elina membuka kelopak matanya. Bukannya bangun tidur dan merasa segar, dia malah merasa suntuk. Ini karena dia sudah
terlalu lama tidur. Kemarin dia tidur sangat awal dan sekarang dia bangun sangat terlambat. Ini waktu makan siang, oke! Dan Elina masih belum mau menginjakan kakinya di atas karpet mewah itu. Gadis itu meski sudah bangun tapi nyatanya malah duduk bersandar dan ingin memainkan ponselnya.
“Hah!”
Elina terkejut! Benar! Ponselnya, di mana ponselnya berada? Dia lupa kalau kemarin dia tidak membawa kembali barang-barangnya.
“Apa aku harus pergi ke Arka untuk mengambil ponselnya?” gumam Elina. Tapi dia enggan! Dia tidak ingin bertemu dengan pahlawan pria jika
tidak dibutuhkan. Malahan kalau bisa jangan sampai mereka bertemu. Tapi tidak bisa karena dia sudah terikat oleh sistem sialan ini.
Elina menguap. Dia entah kenapa masih merasa lelah meski sudah tidur lama. Meskipun dia sudah merasa tenang dan tidak terlalu tegang
lagi saat mengetahui dia hidup di dalam novel, tapi tetap saja masih ada kekhawatiran akan misi yang diberikan oleh sistem nantinya.
Elina mengulet dan meregangkan anggota tubuhnya. Baru dia melihat sekeliling ruangan. Saat ini dia baru bisa melihat kamarnya dengan
jelas. Kamar menjijikan apa ini! Dia tidak bisa menerima pemandangan di depannya. Ini bukan kamar gaya putri yang seperti di kehidupannya dulu. Kamar ini terlihat sangat ‘tidak cantik dan tidak elegan’ oh! Dia merindukan kamar gaya putrinya yang penuh dengan warna merah muda yang cantik.
Dia paling tidak suka dengan ranjang yang jelek ini. Ruangannya terlihat sangat kusam. Elina jadi bertanya-tanya selera Elina di dalam novel itu seperti apa. Kenapa kamarnya sangat jelek dalam penataan barangnya dan pemilihan warnanya.
Turun dari kasur, Elina berjalan menuju ruang ganti. Dia tidak terlalu memperhatikan ruang ganti saat kemarin mengambil baju. Baru saat
ini dia memiliki waktu untuk melakukan penilaian menyuluruh.
“Menjijikan!” cibir Elina saat dia membuka lemari pakaian dan mendapati banyak pakaian warna warni yang sangat tidak elegan itu. Elina
sakit kepala saat melihat deretan sampah ini. Dia perpindah untuk melihat bagian sepatu. Itu juga gaya yang sangat jelek. Kemudian dia berpindah ke area tas dan perhiasan. Elina ternganga lebar saat melihat deretan perhisan dan barang mewah lainnya hanya bisa dihitung dengan jari.
__ADS_1
Apa ini?
Kemiskinan macam apa ini? Bukankah Keluarga Maharani kaya? Kenapa barang-barang yang dimiliki oleh Elina dalam novel sangat sedikit.
Apakah keluarganya tidak memberikan uang untuk dibelanjakan? Elina benar-benar sakit kepala.
Tidak!
Tidak bisa seperti ini. Dia harus segera mengubah seluruh ruangan jelek ini dan membuang semua baju-baju sampah dan menggantinya dengan
gaun elegan yang biasa Elina di dunia nyata pakai! Dan dia juga harus mengkoleksi berbagai macam perhiasan, tas dan sepatu bermerk.
Elina sudah memutuskan bahwa hari ini dia akan menghabiskan seluruh tabungan yang dia miliki. Bahkan kalau perlu dia harus meminta uang
kepada keluarganya. Dia benar-benar harus merenovasi kamar jelek ini kalau tidak, dia tidak akan bisa tinggal di masa depan.
Tapi ngomong-omong soal tabungan, dia jadi teringat kalau semua barang-barangnya ada di dalam tas yang tertinggal. Elina benar-benar
dibuat pusing. Haruskah dia menemui Arka dan mengambilnya? Tapi dia benar-benar tidak mau.
Oh! Dia lupa lagi kalau kartu identitasnya juga berada di dalam tas.
Elina mengeluh dengan wajah yang tertekuk terlihat sangat kusut. Kenapa semuanya tidak berjalan dengan lancar. Ini semua gara-gara Arka!
Ya, salahkan saja pria itu, toh pria itu tidak akan tahu kalaupun Elina menyumpah serapahi Arka.
Elina kesal, dia tidak bisa melakukan hal apapun selain menunggu misi dari sistem. Bicara tentang sistem, Elina sedari tadi semenjak bangun belum berkomunikasi dengan sistem. Entah sistem itu masih ada atau sudah pergi. Entah kemarin dia berhalusinasi atau sistem kemarin memang benar-benar ada. Elina ingin mencoba memanggil sistem lagi.
“Hallo? Sistem? A1?”
“Selamat pagi, Nona. A1 di sini.”
“Jadi kamu beneran ada?”
“Ya.”
__ADS_1
“Sistem, apakah hari ini aku memiliki misi?”
“Nona, saat sistem pusat memberikan misi maka otomatis A1 akan langsung memberitahu Nona. Jadi jangan khawatir dan tunggu saja misinya
dengan tenang.”
Tenang! Tenang! Tenang nenekmu!
Siapa yang bisa tenang jika setiap hari harus was-was menunggu misi dari sistem. Dan tanpa tahu jenis misi seperti apa. Tolong beri tahu Elina siapa yang bisa tenang?
Elina : “…”
Sistem : “…”
“Hah … sepertinya hari ini aku akan sibuk.”
Elina bersiap untuk turun ke lantai satu dan sarapan yang bisa dibilang makan siang karena ini sudah hampir waktunya untuk makan siang
dan juga dia ingin mendiskusikan tentang renovasi kamarnya pada kepala pelayan
mungkin? Atau haruskah dia mendiskusikan dengan keluarganya sekalian meminta uang? Biasanya saat di dunia nyata dulu Elina hanya duduk dan memerintah ini dan itu dan akan langsung dilaksanakan oleh para pelayannya. Tapi dia tidak tahu di keluarga ini apakah dia bisa bersikap seperti di dunia nyata karena seingat Elina, pemilik aslinya sangat dingin dengan keluarga dan para pelayan. Bukankah akan aneh jika sikapnya langsung berubah? Tapi dia juga tidak bisa bersikap dingin dan menjaga jarak. Tidak, dia sebaiknya harus langsung mengubah
sifat dan sikapnya. Dia tidak peduli jika orang-orang di rumah curiga. Dia tidak ingin menderita, oke! Mengubah sikap adalah tujuan pertamanya hari ini. Biarkan saja mereka semua kaget dengan perubahannya. Dia tidak peduli.
Pertama-tama Elina harus mandi. Dia pun memilih dress satu-satunya yang terlihat elegan. Dia mengambil T-shirt dress dengan ditambah dengan suspender dress. Elina mandi dengan cepat dan berpakaianpun dengan cepat. Dia duduk di depan cermin dan menyapu berbagai make up.
“Hmm, lumayan.” Elina merasa puas saat melihat berbagai alat make up mewah dan deretan skincare yang beragam itu. Elina tiba-tiba teringat
penampilan menjijikan pemilik aslinya. Pemilik aslinya suka memakai make up tebal dan membuat wajahnya terlihat jelek. Sedang Elina ini lebih menyukai make up tipis yang terlihat natural. Dengan cepat Elina hanya mengaplikasikan skincare tanpa memakai make up. Saat dia melihat lebih dekat dan memeriksa kulitnya, ternyata itu sedikit rusak karena pemakaian make up tebal yang terlalu sering.
Tiba-tiba Elina merasa marah dengan Elina dalam novel. Kenapa dia mau saja dibodohi oleh Lusi dan Sania untuk menggunakan make up tebal yang terlihat dewasa agar bisa menyamai selera Arka. Mereka yakin kalau selera Arka adalah wanita dewasa, maka dari itu selama ini Elina dalam novel selalu menggunakan make up tebal agar terlihat lebih dewasa supaya bisa menarik
perhatian Arak, sayangnya itu tidak berhasil. Ck! Ck! Sangat memalukan memang. Padahal itu tidak cocok sama sekali dan terlihat jelek.
Elina merasa jijik sendiri saat mengingat memori pemilik aslinya. Tidak! Dia harus merawat kulitnya terlebih dahulu. Hah! Elina benar-benar akan sibuk seperti para lebah bekerja nantinya.
__ADS_1
Sebelumnya dia tidak pernah bekerja sekeras ini. Walau ini baru rencana tetap saja Elina sudah merasa lelah.