
Elina kembali menjalani rutinitasnya sebagai wanita tertua dari keluarga bangsawan. Apa yang bisa dilakukan selain bersantai? Tidak ada.
Perusahaan bahkan tidak memerlukannya untuk membuat kesan sosial yang baik di mata umum. Jadi dia benar-benar tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan.
Elina hanya tidur, makan, berbelanja, melakukan perawatan, bersantai dan tidur. Itu adalah rutinitas harian Elina. Memang membosankan
sepertinya, tapi nyatanya Elina tidak pernah bosan. Saat ini dia sedang bermain ponselnya sambil berbaring dengan nyaman di kursi malas dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Elina sebenarnya tidak begitu terlalu suka dunia hiburan. Tapi demi membunuh waktu yang berjalan sangat lambat kali ini dia entah kenapa
memantau sosial media. Hingga satu artikel yang tak sengaja ia baca membuatnya tertegun.
“Breaking news! Artis papan atas Alora terpergok sedang berpelukan di sebuah bar dengan pacarnya.” Elina membaca headlinenya dengan
cukup keras dan yang membuat dia tertegun adalah foto yang tidak diblur. Itu foto seorang wanita dewasa dengan gaun minim sedang berada di pelukan seorang laki-laki yang sosoknya sudah sangat Elina kenal.
Bukankah ini Arka?
Kalau Elina ingat dengan benar sesuai alur dalam novel, seharusnya gosip seperti ini hanya akan muncul saat pahlawan wanita sudah
melakukan nikah kontrak dengan Arka. Kenapa malah muncul sekarang? Apakah karena kedatangannya membuat garis waktu dan alur dipercepat? Kalau begitu waktunya mengumpulkan uang tidak akan lama lagi? Elina panik.
“Elina tenang. Tenang, tenang, masih ada satu tahun lagi untuk plotnya berjalan. Masih ada waktu untuk mengumpulkan uang sebelum
perusahaannya bangkrut! Kita cukup bekerja keras mengganggu Arka dan mendapatkan uang dari misi!” kata Elina pada dirinya sendiri.
Dia lanjut membuka berita itu. Dia membaca komentar dan detik itu juga dia sakit mata. Ada begitu banyak hinaan dan cemooh yang tertulis dalam komentar.
“Bukankah Alora mengatakan kalau dia tidak punya pacar di reality show? Sekarang apa? ****** ini tertangkap di bar dengan seorang anak
laki-laki yang terlihat sangat tampan.”
__ADS_1
“Aku dengar identitas laki-laki ini adalah salah satu direktur dari Grup Giandra. Bukankah ini adalah sugar daddynya Alora. Aktris yang bahkan tidak bisa berakting benar-benar memiliki keberuntungan yang luar biasa.”
“Lihatlah sosok laki-laki ini. Kenapa peelacur itu sangat beruntung memiliki sugar daddy yang sangat tampan. Kalau itu aku, aku juga mau!”
“Yang di atas komennya tidak pakai otak. Setampan apapun kalian jika merusak rumah tangga orang itu sangat menjijikan.”
“Aku dengar pria itu adalah anak haram.”
“Grup Giandra? Perusahaan besar itu benar-benar menjijikan. Anak pemimpinnya bahkan memiliki dua istri dan sekarang apa? Anak haram?
Bukankah itu sangat menjijikan. Aku tidak ingin memebeli produk dari Giandra Grup.”
“Di atasku. Yah, pantas! Anak haram dan pelacuur sangatlah cocok. Aku juga tidak ingin membeli produk dari perusahaan itu. Ayo blokir produknya!”
Elina tidak terus melanjutkan membaca komentar. Matanya benar-benar sakit. Kenapa mereka begitu jahat dan vulgar. Dunia hiburan
benar-benar sangat menakutkan. Yang terus berputar di otak Elina adalah kenapa humas dari masing-masing pihak tidak membuat klarifikasi sama sekali?
Apa pihak Alora sengaja membuat skandal ini agar namanya semakin terkenal? Meskipun terkenal karena skandal, popularitas yang meningkat tetaplah berguna untuk menghasilkan uang di dunia hiburan.
melindunginya? Tapi jelas ini akan berdampak pada saham perusahaan. Kenapa artikel ini masih sangat populer? Elina curiga ini ulah seseorang yang dengan sengaja ingin membuat Arka disalahkan karena sudah membuat saham turun dan berdampak pada perusahaan.
Elina bingung. Ini seharusnya terjadi saat Arka sudah terhubung dengan pemeran utama wanita. Kenapa terjadi sekarang? Atau hal ini memang tidak terjadi sekali, tapi lebih dari sekali dan gosip kali ini memang tidak tercatat dalam novel? Elina benar-benar pusing. Ini semua menyangkut
dengan kehidupannya juga. Jika alur benar-benar maju, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk ke depannya. Jika alurnya tidak sesuai dengan isi novel, bukankah Elina akan benar-benar mati? Mati di sini bukan mati secara harfiah meninggal, tapi dia mati karena tidak lagi memiliki informasi yang ia dapat dan ketahui dari membaca novelnya!
Saat dia sibuk memikirkan masa depannya, ponselnya berbunyi. Ada panggilan masuk dan layar ponsel Elina memperlihatkan nama yang menelpon. Itu adalah Clara.
“Halo?” Elina berkata dengan lembut.
“Elin, apa kamu baik-baik saja?” tanya Clara di ujung sana.
__ADS_1
“Kenapa aku tidak baik-baik saja?” Elina bertanya dengan bingung.
“Apa kamu sudah melihat berita? Apa kamu sudah membaca berita terpanas pagi ini. itu trending nomor 1 di situs pencarian.”
Ah! Ini pasti tentang Arka. Ya, yang orang luar tahu adalah Elina sangat tergila-gila dengan Arka dan pasti saat ini Elina akan sangat patah hati. Elina sekarang paham maksud Clara menelponnya.
“Apa kamu baik-baik saja? Aku yakin Arka tidak memiliki hubungan dengan Alora. Mereka hanya teman masa kecil. Kamu jangan percaya berita yang tidak penting itu.”
“Yah, aku tahu.” Elina hanya menanggapi dengan santai. Tanggapan santai itu jelas tidak seperti Elina yang biasanya.
“Benarkah?” tanya Clara ragu. Bukankah seharunya Elina sekarang membuat keributan atau marah? Kenapa malah Elina seperti tidak peduli. Clara paham dengan betul kalau Elina sangat menyukai Arka. Bukankah seharusnya
sekarang dia membuat ulah. Tapi apa tanggapannya? Kenapa begitu tenang? Atau ini ketenangan sebelum badai datang?
“Ya. Biarkan saja. Aku tahu Arka tidak mungkin memiliki hubungan dengan Alora.” Di dunia ini, siapa yang paling tahu soal hubungan Arka? Jelas Elina! Dia tahu kalau pahlawan laki-laki pasti hanya akan mencintai Bulan. Jadi gosip itu jelas hanyalah omong kosong. Jadi untuk apa Elina
marah-marah? Itu tidak ada hubungannya dengan dirinya. Lebih baik dia melanjutkan aktifitasnya berjemur di bawah sinar matahari.
“Atau haruskah kita berbelanja? Haruskah kita bertemu? Aku ingin bermain bersamamu. Apa kamu punya waktu hari ini?”
Elina paham betul kalau Clara pasti tidak percaya kalau dirinya baik-baik saja. Gadis baik ini pasti ingin menemaninya dan menghiburnya. Oh! Betapa teman yang berharga. Jangan sampai dia kehilangan sahabat seperti Clara.
“Oke. Ayo berbelanja. Aku juga ingin membeli sesuatu. Haruskah aku datang menjemputmu atau kita bertemu di mall?”
“Tidak. Aku saja yang datang menemuimu. Kamu tunggu di rumah dan bersiap-siap. Aku akan segera menjemputmu.”
“Begitu.”
Sambungan telepon terputus dan Elina menghela napas panjang. Hari ini sebenarnya dia sedikit malas untuk pergi keluar. Akhir-akhir ini dia
selalu merasa mengantuk dan lelah tanpa sebab. Padahal yang dia lakukan hanyalah bersantai. Apa bersantai itu juga melelahkan?
__ADS_1
Elina tidak tahu kalau kelelahannya ini ada hubungannya dengan kehamilan. Tapi itu nanti. Sekarang Elina tidak tahu apapun dan tidak
memiliki petunjuk tentang kehamilannya.