
“Apa kamu akan bertunangan dengan Arka, Bulan?”
Langkah Elina berhenti saat mendengar suara Kakek Thomas. Tiba-tiba mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan itu membuat dirinya yang tidak siap sangat terkejut. Kepalanya kosong, hatinya seperti tertusuk duri. Itu sakit. Matanya sakit dan tanpa sadar air matanya menetes.
Elina langsung berbalik dan berjalan cepat kembali ke mobil yang masih terparkir di depan villa. Dengan cepat Elina masuk ke dalam mobil
dan membuat Paman Sam yang bertindak sebagai pengemudi kaget.
“Nona! Apa tidak jadi bertemu Tuan Arka? Nona! Kenapa menangis?” Paman Sam jelas khawatir dengan Elina yang matanya memerah.
“Aku ingin pulang. Aku lelah. Ayo paman cepat pergi dari sini.”
“Begitu.” Paman Sam mau tidak mau menuruti keinginan Elina. Dia tidak bertanya lebih lanjut karena takut mengganggu nonanya.
Saat mobil sampai di kediaman Maharani, Elina langsung melesat keluar dan mengabaikan ibunya yang akan keluar untuk menghadiri acara
sosial.
“Elina! Kenapa baru pulang? Anak ini!” Ibu Leila hanya menggeleng pelan dan tidak berniat untuk mengejar anak gadisnya yang mengabaikannya dan tidak menyapanya itu. Dia sibuk, jadi dia tidak terlalu memperhatikan kalau Elina sebenarnya menangis.
Elina masuk ke dalam kamar dan langsung naik ke kasur dan mengambil bantal lalu dia menangis keras. Sangat keras dan lepas. Dia tidak lagi
menahannya. Elina menangis sangat lama hingga matanya bengkak dan napasnya tersengal-sengal.
Saat sudah agak mendingan dia tertegun. Kenapa dia menangis dengan heboh? Bukankah memang seperti yang terkisah dalam novel kalau pemeran utama laki-laki akan bersama pemeran utama perempuan?
Plotnya sudah berjalan dengan susuai alur karena seperti yang ia baca kalau Arka dan Bulan memang melakukan pertunangan kontrak. Itu sudah sesuai alur. Tapi kenapa hati Elina sangat sakit dan dia kecewa dan seolah tidak terima jalan cerita berjalan sesuai alur?
Elina juga mempertanyaakan kenapa dia bisa sangat terluka saat mendengar pembicaraan mereka. Awalnya dia ingin memberi tahu Arka soal kehamilannya. Tapi sepertinya itu tidak perlu. Ya, biarkan Elina melahirkan dan membesarkan anaknya sendiri.
Karena plot sudah sesuai alur dan sepertinya dia sudah tidak dibutuhkan untuk kemajuan plot, maka jalan satu-satunya adalah menjauh dari Arka sejauh mungkin.
__ADS_1
Dia sudah hamil dan ini tidak terkisahkan dalam novel yang artinya mungkin saja peran Elina sebagai penjahat wanita tidak diperlukan lagi
dan lebih baik menjauh. Dia tidak peduli lagi dengan sistem. Dia juga tidak mempedulikan soal uang yang diperoleh dari misi sistem. Yang dia ingin lakukan sekarang adalah menjauh dari Arka.
Untuk saat ini kehamilannya harus dirahasiakan dari kakak dan orang tuanya. Kalau begitu jalan keluarnya adalah dia pergi dari villa ini dan tinggal sendiri. Ya, Elina sudah memutuskan. Nanti saat semua orang berkumpul dia akan meminta kakaknya untuk menyiapkan apartemen untuknya
tinggali.
Setelah menangis dengan keras, Elina mengantuk. Matanya perih dan berat. Dia baru ingat saran dokter kalau ibu hamil harus menjaga moodnya. Jangan sampai bersedih. Tapi Elina sudah melanggar saran dokter ini, hal ini membuat ibu hamil yang kurang pengalaman itu khawatir.
Dia sangat kurang soal wawasan kehamilan. Sebaiknya besok dia mempelajari lebih lanjut soal kehamilannya agar bisa berjaga-jaga dan lebih
waspada dan agar tidak melukai bayi di dalam kandungannya.
Elina perlahan tertidur.
Saat dia bangun itu sudah sore hari. Dia tidak makan siang dan perutnya lapar. Elina turun ke lantai satu dan mendapati seluruh anggota
“Nah, tuan putri kita sudah bangun. Kenapa kamu tidak turun dari tadi? Aku panggil-panggil kamu tidak mendengar,” kata Neo. Tadi Neo memang
memanggil Elina untuk makan malam. Tapi lama memanggil tidak ada respon, dia pikir adiknya mungkin sedang tidur dan tebakannya benar saat melihat mata bengkak Elina. “Kamu terlihat sangat jelek! Ada apa dengan matamu yang bengkak? Itu efek terlalu banyak tidur. Lain kali jangan tidur terlalu lama.”
Elina mengabaikan Neo dan langsung duduk di kursinya. Elina menatap ayah dan ibunya secara bergantian dan berkata, “Ayah, Ibu aku ingin tinggal sendirian.”
Ayah dan Ibu Elina kompak menatap Elina dengan penuh tanda tanya.
Lalu Elina melanjutkan, “Kak Neo, tolong siapkan apartemen.”
“Kenapa tiba-tiba kamu ingin tinggal sendirian?” tanya Ibu Leila.
“Aku ingin seperti Clara yang juga tinggal sendirian,” kata Elina berbohong dan berdalih mengorbankan nama baik Clara. Maafkan Elina satu kali ini karena menggunakan Clara sebagai tameng. Ini semua demi menyembunyikan
__ADS_1
kehamilannya. Untuk sekarang dia tidak berani memberi tahu keluarganya.
“Kenapa tiba-tiba? Apa ini karena Arka? Dia tidak menyukai wanita manja sepertimu?” ejek Neo. Dia hanya bercanda, namun saat melihat Elina,
tiba-tiba dia menjadi bersalah. Mata adiknya memerah seperti akan menangis. “Jangan menangis! Masa hanya dikatai seperti itu menangis.”
Mata Elina memang kembali memerah saat mendengar kata Arka. “Ya! Aku ingin mencoba mandiri agar disukai Kak Arka!” bohong Elina.
“Tebakanku benar. Kalau begitu aku akan menyiapkan satu apartemen. Apa kamu juga perlu pelayan?”
“Tentu saja! Tapi biarkan pelayan datang untuk membersihkan dan pergi jika sudah selesai. Aku tidak ingin ditemani.”
“Katanya ingin mandiri. Kalau ingin mandiri seharusnya tidak usah memakai pelayan. Kamu harus melakukan semuanya sendiri,” kata Ayah.
Elina menatap ayahnya dengan tatapan kecewa. Dia tidak mungkin membuat dirinya kelelahan oke! Dia sedang hamil! Dia hanya akan
bersantai di apartemen untuk sementara. Elina sangat ingin berkata demikian, tapi ia tahan karena dia masih belum berani memberi tahu keluarganya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana respon ayah dan ibunya jika mereka tahu putrinya hamil di luar nikah. Mari kita pikirkan itu nanti. Sekarang yang terpenting
adalah makan karena dia sudah lapar dan dia juga tidak boleh membuat bayi yang ada di dalam perutnya kelaparan.
Elina diam-diam mengusap perut datarnya yang masih belum menonjol. Itu baru satu bulan. Apa yang Elina harapkan!
Saat mengusap perut ratanya, tiba-tiba Elina merasa emosional. Dia merasa hangat dan bahagia yang samar. Dia tidak menyangka kalau dia bisa menerima kenyataan kalau dirinya hamil secepat ini. Elina merasa ini semua aneh dan penuh kejutan.
Sepertinya plot yang mengaturnya sebagai penjahat telah runtuh. Dan dia tidak peduli, toh akan ada karakter penjahat lain yang bisa
membuat hubungan Arka dan Bulan semakin dekat.
Yang perlu dia lakukan adalah menjauh dari Arka dan menjaga kandungannya agar tetap sehat dan melahirkan dengan lancar. Lalu membesarkan
anaknya seorang diri. Dia pasti bisa melakukannya. Memang sepertinya akan sulit, tapi pelan-pelan dia akan belajar demi anaknya.
__ADS_1
Paman Sam yang berdiri tidak jauh dari meja makan itu menghela napas lemah. Dia tentu saja mendengar pembicaraan mereka. Sepertinya nonanya sudah berniat menyembunyikan kehamilannya. Maka yang perlu dia lakukan adalah diam-diam menjaga nona mudanya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri dengan baik.