Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 63 – Kebangkitan Ingatan Bulan 1


__ADS_3

Elina tersenyum polos ke arah kamera dan berkata, “Hehe … maafkan penundaan tadi. Sekarang aku akan melanjutkan bekerja.”


Elina menyerahkan ponselnya ke pelayan dan dia mengambil cangkul yang tergeletak di tanah. Dia ragu-ragu saat memegang cangkul. Dia bahkan


takut kalau nantinya benda berbahaya ini akan melukai tangannya. Meskipun dia sudah memakai pelindung yang berupa sarung tangan, tapi tetap saja.


Elina tidak ingin menunda waktu terlalu lama. Dia ingin segera menyelesaikan mencangkul dan segera pergi dari kebun belakang ini. Hari


ini dia juga memiliki jadwal perawatan dan dia bisa melakukan pertanian secara perlahan jadi dia tidak terburu-buru menyelesaikan pekerjaan pertanian menyeluruh. Namun targetnya pagi ini adalah selesai membuat bidang tanah yang


akan dijadikan sebagai lahan untuk menanam nantinya.


Ayunan pertama itu terasa sulit. Tapi Elina tidak menyerah. Dia terus mengayun dan mencangkul tanah. Telapak tangannya rasanya sangat sakit,


tapi dia harus tetap mencangkul.


Hanya pada ayunan kelima Elina berhenti. Dia sudah kehabisan napas dan terengah-engah.


“Teman-teman. Ini rasanya begitu sulit. Sangat menyakitkan dan melelahkan. Kita harus lebih menghargai para petani di luar sana.” Dengan misi ini Elina menyadari bahwa para petani yang menyediakan sumber pangan itu sudah sangat bekerja keras. Elina jadi malu jika dibandingkan dengan dirinya yang tidak pernah melakukan pekerjaan sulit dan hanya bisa menghabiskan uang keluarganya.


Apakah sistem sengaja memberinya misi supaya dia tidak lagi boros dan lebih mengerti masalah rakyat kecil? Kalau begitu maka sistem sudah


berhasil membuat Elina mengerti lewat penderitaan ini.


“A1 … bolehkah para pelayanku ikut membantu? Tidak mungkin aku membuat lahan luas sendirian.” Elina memang sudah mengerti penderitaan rakyat kecil dan petani, tapi dia tetap tidak mau membiarkan dirinya menderita.


Sekali lagi dia masih suka hidup nyaman bersantai dan menikmati kekayaan. Tidak peduli apa, dia hanya ingin bersantai!


“Tentu. Yang penting adalah Nona berpartisipasi dalam pengerjaannya dan boleh dibantu oleh orang lain.”


“Bagus!” Elina jelas senang. Dia tidak ragu untuk


memerintahkan para pelayannya untuk membantu. Dia tanpa ragu memerintahkan


mereka. Dan dengan cepat para pelayan datang ikut mencangkul tanah.

__ADS_1


Elina menatap layar dan berkata, “Aku tidak bisa


menyelesaikan pekerjaan ini sendiri jadi aku akan meminta bantuan pada para pelayanku.”


Itu satu jam terhitung saat ladang panjang tersaji di depan Elina. Dirinya sudah berkeringat dan rambut halusnya sudah acak-acakan. Meski Elina


sesekali beristirahat, tapi dia tetap merampungkan proses pembuatan lahan ini. Kebun belakang sudah berubah menjadi petak-petak tanah yang siap ditanami.


Elina tersenyum bangga melihat kerja kerasnya. Dia dengan percaya diri pamer kepada para netizen. “Lihat! Aku sudah berhasil membuat


lahan untuk ditanami. Kerja kerasku tidak sia-sia. Tapi mencangkul membuat tanganku sangat sakit,” keluhnya pada netizen. Elina tanpa sadar mengeluarkan sifat manjanya. Tapi itu tidak membuat para netizen membencinya, malahan itu menghibur mereka dan mereka menganggap tingkah Elina sangat lucu.


[Haha … Elina sangat lucu!]


[Meskipun kelelahan dan sakit, tapi dia tetap membantu para pelayannya dan tidak berhenti mencangkul meski berkali-kali beristirahat.]


[Elina seharusnya kamu saat ini menikmati pesta minum teh atau merangkai bunga. Kenapa mau repot-repot bertani. Hobi orang kaya memang


aneh. Dan aku juga aneh kenapa bisa betah menonton orang yang mencangkul. Ini sangat


aneh.]


lucu. Keanggunannya hilang. Haha…]


***


“Bulan apa kamu baik-baik saja?” Laura bertanya dengan khawatir. Pasalnya tadi dia mendapati Bulan yang tergeletak lemas di lantai di ruang istirahat sekretaris.


Wanita yang sudah mendapat kesadaran kembali itu mengernyit. Siapa Bulan? Kenapa orang ini memanggilnya dengan nama Bulan.


Cantika merasakan rasa sakit yang tajam pada bagian kepalanya. Sepertinya dia pingsan saat pergi ke kantor penerbit online untuk melayangkan protes karena novelnya tiba-tiba eror. Cantika saat itu yang berada di lobi yang sedang menunggu editor itu masih mencoba memperbaiki novelnya yang tiba-tiba sebagian ceritanya terhapus dan berubah tanpa ia edit.


Cantika adalah penulis dari novel yang sedang naik daun saat ini yang berjudul “Pewaris Hebat dan Cinderella”. Saat dirinya akan mengunggah


bab baru, tiba-tiba saja sebagian bab  yang sudah terposting terhapus sendiri dan bab yang tersisa tiba-tiba berganti cerita. Dia menebak kalau akunnya telah diretas atau sistem platform mengalami bug. Maka dari itu Cantika datang jauh-jauh mengunjungi kantor platform nya dan

__ADS_1


melayangkan protes secara langsung. Tapi dia tidak menyangka kalau saat menunggu editor, dia akan tiba-tiba pingsan. Memang sebelum datang dia sudah begadang semalaman untuk menulis. Mungkin karena begadang yang membuatnya pingsan. Tapi kenapa orang yang menolongnya memanggil dirinya Bulan?


Bulan adalah nama karakter utama wanita pada novel yang ia tulis. Apa mungkin karena pusing dia mengalami halusinasi pendengaran. Tapi pikiran Cantika terbantah saat suara seorang wanita kembali terdengar diikuti suara seorang


laki-laki. Itu suara yang tidak ia kenal.


“Bulan haruskah kita ke rumah sakit? Wajahmu terlihat sangat pucat,” kata Laura.


“Bagaimana keadaan Sekretaris Bulan? Haruskah kita membawanya ke rumah sakit? Atau dia ingin beristirahat di rumah?” Adam datang ke ruang istirahat sekretaris saat mendengar laporan kalau Bulan jatuh pingsan saat akan membuat minuman untuk bos mereka.


Adam jelas khawatir. Ini adalah sebuah kecelakaan, jika berita ini menyebar, mungkin reputasi Arka juga akan ternoda. Mengekploitasi pekerja hingga mereka pingsan kelelahan karena terlalu banyak bekerja. Adam tidak mau berita itu tersebar keluar dan menimbulkan fitnah bagi bosnya yang akan mencalonkan diri sebagai Presdir.


“Kenapa kalian terus memanggilku Bulan?” Cantika merasa pusing dan risih saat dipanggil Bulan. Apakah orang-orang yang menolongnya


salah mengenali orang.


“Kenapa kami tidak boleh memanggilmu Bulan. Itukan namamu. Bulan, ada apa? Apa ada yang salah dengan dirimu. Pak Adam, sepertinya kita harus pergi ke rumah sakit. Bulan bersikap aneh.”


“Tidak! Tunggu!” Kepala Cantika yang sakit itu terpaksa ia tekan untuk memikirkan kemungkinan yang sedang terjadi padanya. Dia adalah penulis dan dia juga sudah membaca banyak novel tentang berbagai genre. Mungkinkah dia bertransmigrasi?


Cantika menatap Laura dengan tatapan bingung. Dia ingin segera mengkonfirmasi tebakannya. “Cermin! Aku butuh cermin! Apa kamu punya


cermin?”


“Tidak. Bulan ada apa denganmu? Kenapa kamu membutuhkan cermin?” Laura jelas kebingungan dengan tingkah Bulan yang tiba-tiba aneh ini.


“Kalau begitu ponsel!” Cantika tidak repot-repot


memperhatikan Laura karena dia saat ini sudah sibuk menjelajahi tubuhnya untuk mencari ponsel yang mungkin ada di tubuh ini. Jika tebakannya benar, dia mungkin benar-benar masuk ke dalam novel. Dan parahnya lagi adalah dia masuk ke


dalam novel yang ia tulis sendiri dan menjadi pemeran utama wanita yang bernama


Bulan.


“Ah!” teriak Bulan. Dia begitu terkejut saat melihat kamera depan dan mendapati wajahnya berubah. Dia benar-benar bertransmigrasi ke dalam

__ADS_1


novelnya sendiri!


Tapi kenapa?


__ADS_2