
“Tidak perlu,” jawab Arka dingin dan langsung meninggalkan Bulan.
Senyum manis Bulan langsung hilang, tapi dia dengan cepat menguasai emosinya dan terus mengejar Arka. “Atau bapak bisa meminta bantuan Pak Adam untuk membawa barang-barang itu.” Bulan masih tidak mau menyerah. Entah kenapa saat melihat Arka dengan beban yang begitu berat, dia merasa sedih dan sedikit menyalahkan Elina yang terlalu manja dan merepotkan. Kenapa wanita itu harus membawa banyak barang dan harus melibatkan bosnya ini!
Bulan tertegun dengan pikirannya sendiri. Kenapa sepertinya dia tidak suka dengan Nona Elina ya? Dia dengan cepat membuang pikiran itu.
“Pak biarkan saya yang membawanya. Saya bisa benar-benar membawa beban tambahan itu. Saya kuat.
“ Bulan melihatkan lengan kecilnya berniat menunjukan kalau dia ini kuat dan bisa diandalkan.
Arka melirik Bulan yang terus berjalan di sampingnya tanpa sadar. Dia tidak suka ada seseorang yang berisik di sampingnya. “Tolong menjauh dariku. Kamu terlalu berisik.” Kata-kata Arka langsung membuat Bulan sedih. Dia selalu merasa ingin dekat dengan bosnya ini. Seperti sebuah kerinduan yang Sudah begitu lama tidak bertemu. Saat dia pertama kali melihat bosnya, detak jantungnya berdetak tidak karuan dan dia merasa sangat aneh dengan hatinya yang
berdebar-debar. Sebelumnya tidak pernah seperti ini.
Arka yang tadinya berjalan menunduk kini mendongak dan melihat kurang dari dua puluh meter Elina yang sedang menyilangkan tangan dan payung yang sudah dibuang sembarangan di tanah. Ekspresinya seperti marah dan kesal. Arka menghela napas lelah. Seharusnya dia tidak membiarkan wanita manja ini untuk ikut ke pedesaan. Wanita cantik ini tidak mungkin bisa menanggung kesulitan berjalan menaiki puncak bukit.
***
Elina berjalan perlahan dengan payung yang melindunginya dari sinar matahari yang mulai panas. Kaca matanya dia lepas karena dia jadi
tidak bisa melihat jalanan dengan benar.
Sial! Kenapa begitu susah berjalan di jalan setapak ini. Jika dia tahu dia akan menaiki gunung, dia tidak akan menggunakan depatu datar yang indah melainkan sepatu olah raga. Setelah berjalan sekitar 100 meter, napasnya
mulai memburu dan dia sangat kelelahan. Sepatu cantiknya juga rusak! Padahal ini adalah edisi terbatas dan hanya ada 100 pasang di dunia. Elina ingin menangis, dia ingin pulang!
Dan saat dia berbalik, dia mendapati Bulan dan Arka sedang bercakap-cakap. Entah apa yang mereka lakukan dan bicarakan, tapi mereka
terlihat sangat serasi. Apakah plot novel sudah mulai berjalan dengan semestinya? Tapi entah kenapa Elina malah merasa sangat tidak suka dengan pemandangan
ini.
__ADS_1
Elina marah, dia menendang asal payungnya dan dia manyun dengan tangan yang disilangkan di depan dada. Dia akan menunggu Arka untuk
melakukan sesuatu.
“Kak Arka, aku tidak mau lagi naik gunung! Berjalan terlalu jauh aku pasti tidak mungkin kuat. Aku ingin pulang!” Mata Elina memerah.
“Ini baru seratus meter dan kamu sudah kelelahan? Pantas saja pada malam itu kamu langsung pingsan. Kamu harus banyak berolahraga agar staminamu kuat.”
“Malam apa yang kamu masksud?” Elina memerah. Dia tidak bodoh! Yang Arka maksud pasti malam panas yang terjadi saat itu. Dia memang pingsan karena kelelahan dan itu jelas bukan salah dirinya, tapi salah Arka karena terlalu kuat.
“Ayo jalan lagi.” Arka tidak menjawab pertanyaan Elina karena dia sadar dan paham pasti Elina mengerti apa yang dia maksud.
“Aku tidak mau!”
“Lalu kamu bisa tinggal di dalam bus semalaman sendiran.”
“Kakak! Kenapa begitu jahat.” Elina mengeluh dan air matanya jatuh. Dia lelah dan dia juga kesal dengan Arka. Dia tidak mau naik gunung tapi
dia lebih tidak mau jika harus sendirian di dalam bus!
kosong. Siapa yang mau menggendong orang untuk naik ke puncak gunung dengan medan
yang terjal dan tidak bersahabat ini?
“Kakak~~.” Elina berkata dengan nada memelas.
Arka tidak menjawab tapi hanya menaruh tas punggungnya di depan dan dia berjongkok di depan Elina. Dia siap menggendongnya.
Elina terpana dan dia terharu. Tidak hanya Elina, tapi semua karyawan yang melihatnya juga dibuat melongo.
Ternyata bos dingin mereka bisa melakukan hal yang romantis juga! Tapi para karyawan jelas menganggap Elina terlalu manja karena baru
__ADS_1
berjalan beberapa meter sudah merasa tidak bisa berjalan lagi. Bukankah itu tidak masuk akal? Selemah-lemahnya manusia, itu baru 100 meter, oke?
Tanpa pikir panjang elina langsung naik ke punggung Arka. Beban Arka menjadi berkali-kali lipat. Di belakang ada beban Elina dan di depan
ada dua tas punggung yang juga dibawanya.
Elina benar-benar kagum dengan kekuatan Arka. Kenapa orang ini begitu kuat! Dia melingkarkan lengannya di leher Arka.
“Jangan mencekikku,” kata Arka karena lingkaran tangan Elina begitu kuat di lehernya.
“Maaf!” Elina mengendurkan ligkarannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Arka dengan nyaman.
Saat kamera merekam momen Elina yang digendong oleh Arka, siaran langsung kembali meledak. Kolom komentar dipenuhi dengan segala macam keirian dan juga ada yang memarahi Elina karena begitu manja.
[Ahhh! Itu sangat romantis. Aku juga ingin digendong oleh tunanganku! Sayangnya pacarku tidak seperti pangeran dari Grup Gindra yang
tidak hanya tampan tapi juga tidak ingin tunangannya kelelahan.]
[Orang itu begitu kuat. Dengan beban di depan dan belakang dia bahkan bisa menaiki gunung dan tidak terlihat kesulitan ataupun kelelahan. Aku iri dengan orang-orang yang memiliki kekuatan super seperti itu.]
[Benar! Di atasku yang kamu tulis benar. Pangeran Grup Giandra bahkan tidak meminta bantuan bawahannya untuk membawa ranselnya dan berjalan menaiki gunung dengan beban yang begitu berat.]
[Bukankah nona muda itu hanyalah beban? Jika tidak ingin kelelahan, kenapa ikut naik gunung! Jika aku jadi laki-lakinya, aku pasti tidak akan mengajak orang yang lemah itu untuk naik gunung.]
[Ya, perempuan itu begitu manja seperti anak-anak. Apalagi pakaiannya yang tidak cocok untuk menaiki gunung. Seperti haus akan pusat perhatian.]
[Bukankah ini acara amal untuk memperbaiki citra perusahaan? Kenapa menjadi pertunjukan keromantisan pasangan putri dan pangeran! Aku iri! Anjiing lajang ini begitu iri!]
[Dia bukan pangeran Grup Giandra. Laki-laki itu hanyalah anak haram! Tidak pantas menjadi pangeran Grup Giandra.]
[Di atasku berkomentar seperti orang idiot. Anak haram apa? Asalkan mereka mampu membangun perusahaan, mau status anak sah dan haram tidaklah penting. Yang penting adalah uang!]
__ADS_1
Elina dan Arka tidak tahu kalau lagi-lagi mereka menjadi populer di internet. Sudah banyak penggemar CP (Couple yang di dukung fans) yang bergabung. Mereka menamai CP nya sebagai CP Bangsawan karena keduanya merupakan keturunan dari keluarga yang kaya raya dari generasi ke generasi.
**Tolong bantu follow akun author. Terima kasih.**