
“Elina, ada apa?”
Elina hanya menggelengkan kepalanya. Matanya terkatup rapat dan dia melingkari pinggang Arka dengan sangat kuat.
Arka mencoba melepas pelukan Elina, tapi pelukan itu terlalu erat. Arka bahkan harus menggunakan sedikit tenaga tambahan. Dengan perlahan dia melepas tangan Elina di pinggangnya dan menangkup wajah Elina dengan kedua tangannya. Dia melihat wajah pucat Elina yang dihiasi dengan keringat dingin.
Meski Elina terpaksa mendongak, tapi matanya tetap terkatup rapat. Elina menggigit bibirnya dengan kuat hingga bibir yang awalnya pucat itu
kini memerah.
“Elina tenang. Buka matamu.” Nada yang Arka keluarkan begitu lembut demi untuk membujuk anak yang masih menutup mata dengan erat dan menggigit bibir dengan kuat. Tidak bisa begini, jika Elina terus menggigit bibirnya dengan begitu kuat, itu mungkin akan melukainya.
Tiba-tiba ada dorongan aneh di hati Arka. Tanpa dia sadari kepalanya sudah maju dan dia mencium Elina.
Sial!
Apa yang sedang dia lakukan? Dia tidak tahu. Dia hanya ingin menghentikan Elina dari menyakiti dirinya sendiri. Tapi kenapa harus mencium
Elina? Dia juga tidak tahu. Dia terdorong oleh nafsu yang tiba-tiba datang tanpa peringatan. Tolong salahkan kenapa bibir Elina bisa terlihat sangat menggoda.
Elina yang merasakan hawa hangat di bibirnya refleks membuka matanya dan detik berikutnya dia tertegun.
Kenapa Arka menciumnya?! Dan kenapa dia tidak mendorong Arka menjauh dan malah menikmati ciuman Arka? Ada apa dengan dirinya?
“Apa sudah tenang?” tanya Arka sambil menyeka bibir Elina yang basah dengan jempolnya.
Elina hanya mengangguk. Dan tiba-tiba kilat datang lagi. Itu karena tadi Arka tidak menutup pintunya dan kebetulan jendelanya juga lebar. Jadi saat kilat datang, itu langsung terlihat dengan jelas.
“Ah!”
Elina kembali ketakutan dan dia kembali melemparkan tubuhnya ke arah Arka.
“Aku takut! Aku tidak mau tidur sendirian. Aku ingin Kakak menemaniku!”
“Oke, oke, biarkan aku menutup pintu terlebih dahulu.”
Elina yang tidak melepaskan pelukan :”…”
“Elin lepaskan dulu.”
“Tidak mau! Nanti jika petir datang lagi aku takut.”
Dengan terpaksa Arka mengangkat tubuh Elina dan membawanya kedalam pelukan dengan gaya putri. Elina langsung melingkarkan lengannya pada leher Arka.
Pertama-tama Arka menutup pintu dengan kakinya, lalu berjalan menuju kasur dengan tubuh Elina digendongannya. Dengan hati-hati Arka
meletakan tubuh Elina di atas kasur.
“Kakak jangan pergi! Tidur bersama. Ayo tidur bersama.”
Arka menghela napas panjang. Entah kenapa hari ini dia sangat menuruti perintah Elina seolah tersihir oleh sesuatu hal yang tidak dia ketahui.
__ADS_1
“Oke ayo tidur bersama.”
Elina bergeser agar Arka bisa tidur di sebelahnya. Setelah Arka berbaring, Elina kembali memeluk Arka. Kali ini dia benar-benar sangat menempel
dengan Arka. Sebenarnya Elina bahkan lupa dengan misinya. Dia benar-benar ketakutan dan yang ada dalam pikirannya saat ini adalah rasa aman saat seseorang di sampingnya.
Untuk kali ini Arka bahkan membalas pelukan Elina. Waktu terus berjalan dan tanpa mereka sadari, mereka sudah jatuh dalam rasa kantuk
dan tertidur. Mereka tidur dengan berpelukan.
***
Elina membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar yang asing. Saat Elina masih linglung, suara sistem kembali
terdengar.
Ding!
[Selamat! Misi untuk tidur dengan pahlawan pria telah berhasil. Hadiah uang 200 juta telah ditransfer ke rekening virtual.]
“Hah!”
Elina tertegun, kemudian dia mengucek matanya untuk memastikan apa yang dia baca pada bilah notifikasi bukanlah sebuah ilusi.
Apa katanya?
Misinya berhasil? Kapan dia tidur dengan Arka? Apakah dia tidur dengan Arka?
depannya. Dia sendirian dan ini sepertinya bukan kamar tamu yang diberikan untuk Elina. Kamar ini terlalu … sederhana. Tidak mewah seperti kamar tamu yang ia ingat semalam.
Tunggu!
Elina tiba-tiba membuka mulutnya dengan lebar karena terkejut. Ingatan tentang kejadian tadi malam terproyeksi seperti film yang berputar di
otaknya.
Apa?
Dia benar-benar ada di kamar Arka dan tidur dengannya?
Tapi tunggu! Dia ingat!
Tadi malam Arka menciumnya! Ciuman keduanya juga direbut oleh Arka! Sialan! Kenapa laki-laki itu menciumnya? Apakah ada yang salah dengan
alur novelnya? Kenapa Arka melakukannya? Bukankah Arka sangat membencinya? Ataukah
kata pepatah itu benar, laki-laki adalah binatang buas jika sudah menyangkut dengan wanita. Apakah Arka menciumnya karena hewan buas di tubuhnya itu bangun dan dia tidak bisa menahan nafsunya? Tapi jika demikian, bukankah itu tidak
akan berakhir dengan hanya sebuah ciuman? Jika binatang buas di tubuh Arka bangun, bukankah itu akan seperti malam panas yang mereka lalui dua minggu lalu?
Elina bingung dan dia tidak tahu harus melakukan apa. Kali ini dia ingin bertanya pada sistem kenapa Arka melakukan hal yang diluar nalar. Pahlawan pria seharusnya jijik dengannya, bukannya malah sebaliknya! Ini jelas ada bug
__ADS_1
dalam alur novelnya.
“A1!”
“Hadir, Nona.”
“Apa plot sudah runtuh?”
“Tidak.”
“Lalu kenapa Arka menciumku?”
“Sistem tidak bisa membaca pikiran dan hati manusia. Jadi A1 tidak tahu jawabannya.”
Elina : “…”
“Plot novel masih berjalan dengan semestinya.”
“Benarkah?” Elina jelas tidak percaya. “Kalau begitu berapa tingkat kebencian Arka padaku?” Elina benar-benar ingin tahu. Apakah tindakannya
semalam bisa menambah tingkat kebencian Arka atau tidak.
“Itu 69.”
“Hah?!” Elina tidak percaya. Kenapa malah menurun banyak! “Kenapa tingkat kebenciannya bisa menurun bukannya menambah?”
“A1 Tidak tahu. Itu mungkin karena Nona kurang bekerja keras.”
Kurang kerja keras nenekmu!
Elina sudah mengikuti misi dengan sempurna, oke! Dia bahkan mengorbankan berbagai hal. Apa maksud sistem saat mengatakan kalau dirinya
tidak bekerja keras. Omong kosong apa yang sistem katakan!
Elina bingung tapi dia tahu dia tidak bisa tinggal di sini terlalu lama. Jadi Elina bangkit dan berjalan keluar. Saat dia membuka pintu, dia hanya ingin mengutuk dan mengutuk.
Sial!
Semua mata tertuju pada Elina! Elina merasa kurang nyaman dengan tatapan orang-orang di ruang makan.
Sial! Sial! Dan sial!
Kenapa dia bangun terlambat? Dan kenapa kamar ini langsung menuju pada ruang makan? Kenapa dia harus keluar saat semua keluarga sedang
sarapan bersama? Apa yang harus dia lakukan dengan citranya saat ini.
Alasan apa yang harus digunakan dan penjelasan apa yang harus diberikan ketika dia keluar dari kamar Arka?
“Elin? Kenapa kamu keluar dari kamar Arka?” Thomas yang melihat Elina keluar dari kamar Arka juga terkejut melihat cucu temannya keluar
dari kamar seorang pria. Dia sudah tua, tapi dia juga berpengalaman saat muda! Jadi dia sedikit banyak paham dengan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Elina tiba-tiba menjadi gugup. Bagaimana dia harus menjawabnya?