Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 23 – Bertindak Tidak Masuk Akal


__ADS_3

“Elina, buka pintunya!”


“Tidak mau!”


“Kalau begitu aku pergi.”


Elina tertegun saat mendengar kata-kata Arka. Mau pergi ke mana dia? Apakah dia berbohong. Tapi dia jelas mendengar suara berjalan yang


menjauh. Tapi tunggu dulu, kenapa dia bisa mendengar suara sepatu yang menyentuh lantai? Ini menandakan kalo isolasi suara ruangan kantor Arka sangat jelek.


Elina ingin memastikan apa Arka sudah pergi atau belum. Dia perlahan membuka pintu dan benar saja. Di luar kosong. Ke mana kira-kira Arka


pergi. Entah, yang penting adalah Elina bersyukur setidaknya Arka pasti akan kembali nanti dan dia akan menenangkan jantungnya yang berdebar-debar sambil menunggu Arka. Ya, dia akan melakukan itu.


Elina kemudian berjalan ke sofa dan dia tidak lagi mengunci pintu.


Ding!


Sistem kembali berbunyi dan bilah notifikasi kembali muncul.


[Misi utama mencium Arka di depan sekretarisnya dan bertindak cemburu tanpa sebab dan memerintahkan Arka untuk memecat sekretarisnya. Hadiah 100 juta. Telah berhasil setengahnya. Mohon diingat kalau misi ada batas waktu. Batas waktu kali ini adalah 1 jam.waktu dihitung dari sekarang.]


Ding!


[Misi memasak makanan untuk Arka dan biarkan Arka memakan masakan yang tuan rumah masak. Hadiah uang 50 juta. Jika gagal maka uang tidak akan didapat dan justru akan dikurangi. Terima atau tolak. Masih belum


terlaksana. Mohon diingat misi ini ada batas waktu 1 jam. Waktu dimulai dari sekarang.]


Mulut Elina ternganga lebar. Apa-apaan ini. Sistem perbudakan macam apa ini? Kenapa harus terburu-buru seperti ini.


“A1! Kenapa tidak memberi tahuku kalau ada batas waktu di awal kemunculan sistem?”


“Batas waktu akan muncul otomatis saat waktunya tinggal sebentar dan tuan rumah belum menyelesaikan misi.”


“Kenapa aku tidak paham dengan perkataanmu!”


“Kalau begitu tidak usah dipahami. Cukup lakukan misi saja dengan cepat. Nona, semoga berhasil.”

__ADS_1


Elina yang sangat emosi : “…”


Semoga berhasil, semoga berhasil nenekmu! Berbicara itu mudah, tapi praktiknya itu yang sulit. Dia bahkan tidak tahu harus berbuat apa.


Bertindak tidak masuk akal dan cemburu terhadap Indah? Bagaimana cara dia


melakukannya? Tidak ada kesempatan seperti itu, oke! Bagaimana cara membangun momentum yang seolah Arka itu berselingkuh. Tapi tunggu, setatus mereka kan bukan apa-apa. Mereka bahkan bukan sepasang kekasih. Jadi ada hak apa Elina untuk cemburu?


Tak lama kemudian Arka masuk dan hal itu membuat Elina terkejut dan langsung menutupi mulutnya dengan tangannya. Itu karena Arka masuk dengan ponsel yang ditempelkan di telinganya. Sepertinya Arka sangat sibuk. Dia


bahkan tidak melirik Elina yang duduk di sofa dengan rasa tegang yang teramat.


Arka yang masuk langsung berjalan lurus ke arah jendela seolah-olah menjauhi Elina agar tidak mendengarkan obrolan mereka. Elina tidak


tahu siapa yang sedang berbicara dibalik telepon. Seandainya dia tahu, dia pasti akan lebih gugup.


Ngomong-omong soal momentum, tiba-tiba saja pintu diketuk dan seseorang masuk.


Itu adalah Indah! Indah datang sambil membawa nampan yang berisi segelas kopi dan segelas susu. Kesempatan itu datang!


Elina sudah bersiap-siap akan mengasah kemampuan aktingnya. Jangan salahkan dia untuk bertindak tidak masuk akal. Itu karena tuntutan sistem oke!


“Kenapa kamu yang mengantarkan minumannya? Ke mana sekretaris yang satunya lagi?”


“Dia sedang sibuk,” jawab Indah tanpa memperhatikan nada suaranya. Indah jelas marah saat melihat Arka dicium oleh anak kecil ini. Dia


saja belum bisa mendekati Arka. Kenapa anak kecil ini bisa dengan mudahnya dekat dengan Arka. Sebenarnya siapa gadis kecil ini?


“Kamu! Kenapa kamu yang hanya seorang sekretaris menggunakan baju yang sangat seksi. Apa kamu bekerja hanya untuk menggoda atasanmu!? Dasar wanita menjijikan.”


“Apa?!”


“Apa? Aku bilang kamu menjijikan. Cepat pergi dari sini,” usir Elina.


“Memangnya kamu siapa?” tanya Indah mulai marah.


“Kamu tidak tahu aku siapa? Aku ini calon istri Kak Arka! Kenapa kamu tahu kalo Kak Arka suka minum kopi? Aku tidak suka kalau ada wanita

__ADS_1


lain yang membuatkan kopi untuk Kak Arka!” Elina mengambil gelas kopi itu dan membuangnya ke lantai dengan bantingan yang cukup keras membuat gelas itu pecah dan berhamburan ke mana-mana.


Arka yang melihat perkelahian antara dua wanita itu sakit kepala. Dia pusing. Sedari tadi dia mendengarkan perdebatan mereka, dia bahkan


tidak bisa menyela.


“Apa yang kamu lakukan Elina?”


“Kak Arka, aku tidak suka wanita ini menjadi sekretarismu! Cepat pecat dia! Motifnya tidak murni. Dia bekerja dengan baju seksi tujuannya


jelas ingin menggodamu! Aku tidak suka! Pokoknya Kak Arka harus memecatnya sekarang juga. Apa yang kak Arka sukai adalah wanita yang sudah tua seperti dia?” Elina berkata dengan penuh emosi. Dia seolah lupa etikat anggun dan


bangsawan yang sudah ia pelajari selama hidupnya ini. Elina bertindak sesuai dengan emosinya dan terlihat tidak anggun sama sekali. Jika ibunya di dunia nyata tahu, mungkin dia akan pingsan di tempat saat tahu temperamen anaknya yang lembut berubah menjadi tidak lembut dan mudah marah.


Arka benar-benar dibuat sakit kepala dengan tingkah Elina. Tapi sebenarnya Elina juga memberinya kesempatan untuk memecat Indah.


Sebenarnya Arka sudah lama ingin memecat Indah. Itu karena Indah adalah keponakan dari salah satu dewan direksi di perusahaan. Indah memanfaatkan koneksi orang dalam untuk bekerja sebagai sekretaris Arka dan dengan motif yang jelas yaitu untuk merayunya. Dengan kesempatan yang dibuat Elina, Arka jadi


memiliki alasan untuk memecat Indah. Dan jika nanti dewan direksi itu tahu, maka Arka akan menjadikan Elina sebagai tameng dan alibu.


Elina juga tidak mungkin akan terluka karena dukungan Keluarga Maharani dan dukungan dari Keluarga Giandra. Ya, Kakek Thomas sangat


menyukai Elina. Backingan Elina begitu kuat, jadi siapa yang berani membuat masalah dengannya? Tidak mungkin ada.


“Kalau begitu pecat saja,” kata Arka dengan dingin.


Indah yang mendengar perkataan Arka jelas tidak terima. “Pak! Anda tahu kan kalau pamanku salah satu dewan direksi perusahaan ini? Pak Arka yakin akan memecat saya?”


“Lalu kenapa kalo kamu keponakan salah satu dewan direksi. Kamu tidak tahu kalau aku putri satu-satunya Keluarga Maharani dan Presdir


Perusahaan ini yaitu Kakek Thomas Giandra juga menyayangiku? Di sini jelas kasta mana yang lebih tinggi! Aku atau kamu?” Elina memang merupakan cucu kesayangan para tetua. Dia bermulut manis dan patuh. Tipe karakter yang disukai oleh para tetua.


Dan memang benar, Kakek Thomas memang memperlakukan Elina dengan baik. Selain karena keluarga mereka berteman, itu karena murni Elina


memang disayang banyak orang sehingga membuat sifatnya di luar begitu angkuh


dan tidak takut pada siapapun. Backingan Elina begitu kuat, oke! Elina dalam novel saja bisa membully Bulan sang pemeran utama wanita karena backingan kekuatan keluarga. Kalau tidak? Bagaimana bisa Elina mampu membully Bulan?

__ADS_1


Indah marah dan tidak lagi berdebat dengan Elina. Perkataan anak ini  benar, dia tidak bisa


mengalahkan Elina. Kemudian Indah pergi dengan marah.


__ADS_2