
“Apa kamu masih menyukai Arka?”
Elina : “…”
Elina menatap Bara dengan mata polosnya. Dia baru saja bangun dan nyawanya masih belum terkumpul semua ibaratnya dan harus menghadapi pertanyaan mematikan. Bagaimana tidak mematikan? Elina tidak bisa berkutik. Dia
tidak tahu harus menjawab apa. Masih menyukai Arka? Sejujurnya dia sendiri tidak menyukai Arka. Itu hanya pengaturan novel dan dia bertindak sesuai alur. Tapi tidak mungkin dia menjawab jujur pertanyaan Bara. Itu sama saja membongkar
rahasianya.
“Tentu?” jawab Elina dengan nada yang terdengar seperti sebuah pertanyaan bukannya pernyataan.
Bara menurunkan alisnya. Wajahnya kembali menjadi datar dan dia sedikit kecewa dengan jawaban Elina. Dia berharap Elina tidak lagi
mencintai Arka, tapi apa? Gadis ini masih menyukai laki-laki itu. Niatnya untuk mengaku terpaksa harus ditunda. Dia akan berjuang dan merebut cinta Elina. Dia yakin dia bisa melakukannya.
Melihat Bara diam, Elina pikir lebih baik dia segera masuk ke villa agar suasana canggung ini segera berakhir. “Kak, aku akan masuk dulu. Sekali
lagi maafkan aku karena telah membuat Kakak menungguiku begitu lama. Aku tidak tahu harus menebus kesalahan ini dengan cara apa tapi yang jelas aku pasti akan menepati janjiku untuk memasakanmu makanan.”
“Tidak usah terlalu dipikirkan. Oke, aku akan menanti masakanmu.”
“Kalau begitu sampai jumpa dan berhati-hatilah saat menyetir.”
“Yah.”
Elina keluar dari mobil dan kali ini dia berdiri di tempat menunggu mobil Bara meninggalkan villa dan barulah dia masuk ke dalam villa setelah mobil itu tidak terlihat.
***
Elina bangun sesuai dengan jam biologisnya. Hari ini dia akan melakukan siaran langsung dan melakukan pertanian.
Kemarin dia sudah memesan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan pertanian pada kepala pelayan. Dan semuanya sepertinya sudah disiapkan di lapangan.
Elina memilih baju yang paling jelek. Kali ini dia tidak menggunakan dress dan memilih setelan celana dan baju berlengan panjang untuk
dikenakan. Hari ini dia akan bermain tanah dan sudah bisa diprediksi dia akan mengotori bajunya. Tidak lupa juga dia menggunakan tabir surya untuk wajah dan tubuhnya. Meskipun ini masih pagi dan sinar ultra violet masih belum beracun,
tetap saja Elina takut kulit putihnya menjadi gelap.
Setelah sarapan dia datang ke kebun belakang villa. Itu sekitar puluk 8 pagi dan Elina tidak lupa memakai sarung tangan dan juga payung sebagai
__ADS_1
perlindungan tambahan.
Di kebun sudah ada banyak pelayan yang menunggu Elina. Mereka seperti orang-orang yang menjaga bayi besar yang sedang bermain liar di rerumputan.
Elina mempersiapkan ponselnya. Kemarin sebelum tidur dia mencoba mengunduh aplikasi siaran langsung dan pagi ini adalah pertama kalinya dia mengutak-atik aplikasi. Dia masih tidak terlalu familiar dengan fitur siaran langsung ini.
Kemarin Elina juga memposting pada akun media sosialnya kalau dia akan melakukan siaran langsung di situs xxx dan ternyata responnya
juga lumayan. Dia tidak menyangka kalau ternyata dia benar-benar terkenal. Bahkan netizen sangat menantikan kegiatan yang akan dilakukan Elina. Setidaknya itu yang dia baca di kolom komentar. Mereka paling banyak menyebutkan kalau mereka menantikan pertunjukan siaran langsung Elina.
Elina menyalakan kameranya dan siaran langsung pun dimulai. Dia memposisikan kamera dengan benar. Pertama-tama dia menunggu beberapa menit dan menunggu ada yang menonton. Pada lima menit pertama jumlah penonton langsung menunjukan jumlah 1000 orang. Elina terkejut dengan jumlahnya. Padahal ini masih pagi dan
orang-orang benar-benar datang untuk menontonnya.
Elina kemarin sempat belajar cara menjadi pembawa acara atau cara para penyiar membuka siaran langsung mereka. Menggunakan salam khusus adalah cara para penyiar membuka siaran langsungnya. Tapi Elina tidak memikirkan
salam khusus dan dia memang tidak ingin repot-repot menyiapkan salam khusus. Dia
hanya malas dan otaknya kebetulan tidak bisa diajak kerja sama untuk memikirkan salam khusus.
“Halo teman-teman. Saya Elina. Seperti yang kalian tahu, ini adalah pertama kalinya saya melakukan siaran langsung.”
Seorang wanita cantik dengan payung muncul di layar. Dan latar belakang sebuah villa besar juga ikut tersorot. Komentar langsung meledak dan
[Nona muda dari Keluarga Maharani benar-benar akan melakukan pertanian sendiri?]
[Lihatlah payung dan sarung tangan yang dipakai. Itu sama seperti saat pergi ke pedesaan. Sepertinya nona muda kita memang takut panas
dan takut menjadi gelap kulitnya.]
[Tapi bukankah akan sulit untuk melakukan pertanian dengan pelindung seperti itu?”]
[Apa hanya aku yang melihat para pelayan yang berdiri di belakang Elina? Mereka seperti pengasuh yang mengawasi anak kecil bermain. Itu sangat lucu! Nona muda kita bertani tapi bertani dengan cara anggun dan terlihat berkelas. Ini adalah cara baru bertani. Mungkin generasi muda ketiga lain nantinya akan meniru dan menjadikan bertani sebagai hobi mereka selain melakukan pesta minum teh dan merangkai bunga.]
Elina membaca komentar tapi dia tidak menanggapi satupun dari mereka. Dia lanjut berbicara dan menjelaskan kegiatan yang akan dia lakukan.
“Saya akan menanam sayuran. Tapi saya tidak tahu sayuran apa yang harus saya tanam dan tidak tahu sekarang musim sayuran apa. Maka dari itu saya membutuhkan bantuan dari para pelayan.”
“Oke, pertama-tama adalah membajak tanah. Setelah saya baca dan mempelajari cara bertani. Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah
menyiapkan bidang tanah untuk menanam. Saat ini belum ada bidang tanah untuk ditanami jadi saya akan mencoba membuatnya.”
__ADS_1
Elina sakit kepala saat memikirkan dia harus mencangkul tanah dan membuatnya menjadi bidang siap tanam.
“Pegang payungku, tolong.” Satu pelayan datang dan memegang payung. Pelayan itu berdiri memayungi Elina dan terus mengikuti ke manapun Elina pergi. Pemandangan ini terekam kamera dan terlihat sangat lucu. Sejujurnya
para netizen antusias hanya karena penasaran cara orang kaya melakukan pertanian. Ya, tidak lebih dari itu. Memangnya siapa yang akan rela membuang waktu hanya untuk menonton orang bertani? Hanya orang-orang yang kelebihan waktu
dan tidak ada kerjaan yang mungkin akan menontonnya.
Tapi kasus Elina berbeda dan spesial. Ini karena dia adalah bangsawan yang seharusnya kesehariannya tidak bersinggungan dengan pertanian. Maka dari itu netizen sangat penasaran dengan kegiatan Elina.
“Apakah aku harus menggunakan benda ini? Alat apa ini? Aku tidak tahu cara memakainya.”
Pelayan lain datang membawa cangkul dan mengajari Elina. “Nona, ini adalah cangkul dan seperti ini cara memakainya.”
Elina menonton dengan sabar saat pelayan itu
mendemonstrasikan cara mencangkul.
“Bukankah nanti tanganku akan terluka jika memegang benda itu dan mengayun dengan kuat? Apakah tanganmu tidak sakit?”
Pertanyaan polos Elina berhasil membuat penonton kembali terhibur dan banyak komentar tawa memenuhi ruang komentar.
Saat Elina kebingungan mencoba mencangkul, sistem kembali berbunyi.
Ding!
[Misi baru. Telpon Arka dan minta dia untuk melihat siaran langsung. Hadiah misi 1 miliar. Terima atau tolak?]
Elina membuang cangkul dengan marah.
Apa?
Sepertinya sistem sudah gila. Dia sudah berapa hari ini tidak menghubungi Arka. Dan sekarang apa? Sistem menyuruhnya untuk menelpon dan
mengganggu Arka?
Sialan memang!
Ingin menolak tapi hadiahnya lumayan banyak. Hanya menelpon dan dia bisa mendapatkan 1 miliar.
Yah, meskipun dia harus merendahkan harga diri dan kembali menghubungi Arka, mari kita lakukan. Dia hanya akan berpura-pura tidak terjadi
__ADS_1
apa-apa kemarin dan anggap saja kelakuannya meninggalkan Arka tanpa sebab tidak pernah terjadi. Yah, Elina mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Dia menyiapkan mentalnya untuk menelpon Arka.