
Elina pulang dengan hati masam. Dia bahkan langsung masuk ke kamarnya di lantai dua tanpa menyapa orang tua dan kakaknya. Elina ambruk ke kasur empuk yang memantulkan tubuhnya itu. Dia menghela napas panjang dan mencoba berpikir dengan tenang.
Kenapa hatinya terasa masam saat melihat Arka membawa Bulan. Bukankah Arka dikisahkan tidak pernah membawa pendamping wanita saat
pergi-pergi ke acara sosial? Atau mereka sudah bersatu di belakang Elina. Kalau begitu bukankah tugasnya sudah selesai? Tanpa harus menyakiti Bulan nyatanya Arka dan Bulan bisa langsung dekat. Tapi entah kenapa hati Elina seperti tidak
rela. Ada apa dengannya? Kenapa seperti ini.
Elina jelas bingung dengan perasaannya saat ini. Tapi sebagai wanita yang mencintai kecantikan, Elina dengan malas bangkit dan berganti pakaian tapi sebelum itu dia mandi terlebih dahulu karena wine yang tumpah ke bajunya berbau sangat menyengat. Elina tiba-tiba merasa mual dan
ingin muntah dengan bau di tubuhnya ini.
Elina muntah, tapi itu hanya cairan kuning. Dia belum makan banyak dan pantas jika dia hanya mual dan tidak bisa memuntahkan makanan.
Elina tidak berpikir banyak. Dia langsung mandi dan mengenakan piyama sutranya. Kemudian dia tertidur dengan mudahnya. Mungkin ini karena dia merasa sangat lelah baik secara mental maupun fisik.
***
Elina bangun pukul 9 pagi. Jika saja ketukan di pintu tidak terdengar, dia mungkin akan tidur seharian. Akhir-akhir ini dia sering merasa
mengantuk dan lelah meski tidak melakukan banyak hal.
Elina membuka pintu dan itu adalah kepala pelayan yang berdiri di depan pintu dengan senyuman halus. “Selamat pagi, Nona. Ada tamu
dari Keluarga Giandra yang sedang menunggu Nona.”
Elina terkejut. Ada apa lagi? Kenapa tamu dari Keluarga Giandra datang lagi. Bukankah dia sudah melaksanakan tugas menemani para tetua
sebulan sekali kemarin?
“Tunggu sebentar, aku akan membersihkan diri dulu.”
“Baik, Nona. Luangkan waktu Anda jangan terburu-buru.”
“Hmm.”
Elina mempersiapkan diri dengan normal, tidak lelet ataupun tidak tergesa-gesa. Dia masih sama, memilih untuk memakai dress off-shoulder
dengan panjang di bawah lutut dan pinggang yang ketat. Dia turun dan mendapati ada Adam yang sedang menyesap teh di ruang tamu.
Elina sebenarnya lapar, tapi dia juga penasaran dengan kedatangan Adam ke rumahnya. Kenapa asisten Arka datang menemuinya. Mari kita
__ADS_1
cari tahu.
“Maafkan aku, apa kamu sudah menunggu lama?” Elina langsung duduk berseberangan dengan Adam.
Adam menatap wanita anggun yang sedang menyapanya, Elina benar-benar terlihat sangat cantik. “Tidak, Nona.”
“Apa ada sesuatu?”
“Ya. Presdir kami ingin Anda ikut dalam acara sosial perusahaan yang akan digelar di pedesaan besok pagi.”
“Apa?” Elina mencoba memastikan pendengarannya tidak salah. Untuk apa Kakek Thomas memintanya untuk ikut acara sosial perusahaan yang akan diliput oleh para wartawan? “Kenapa aku harus ikut?”
“Begini, Anda kemarin kan membuat postingan soal menjadi tunangan Tuan Arka dan Presdir kami tahu akan hal itu. Presdir berharap untuk
Anda berpartisipasi sebagai tunangan Arka untuk memulihkan citra perusahaan yang sempat jelek itu.”
Elina jelas bingung. Dia hanya main-main kemarin. Tapi kenapa para tetua keluarga malah menganggapnya serius.
Ding!
[Misi baru! Ikuti acara sosial dan amal Perusahaan Giandra di pelosok desa dan dapatkan uang senilai 500 juta. Terima atau tolak?]
bekerja keras di acara amal perusahaan orang lain. Dan itu pedesaan! Bukan perkotaan. Elina sangat tidak mau, tapi hadiah uangnya lumayan banyak.
“Apa aku harus datang sebagai tunangan Kak Arka? Tapi kami tidak benar-benar bertunangan.”
“Presdir kami berpesan bahwa sebentar lagi kedua keluarga akan bertemu dan membahas soal pertunangan di antara kalian. Itu pesan Tuan
Thomas.”
Apa?
Elina jelas sangat terkejut. Elina dalam novel tidak pernah mendapat dukungan untuk menikahi Arka. Dan pembahasan soal pertunangan? Itu
juga tidak pernah terjadi di dalam novel. Kenapa sekarang ada masalah ini. Plot sudah benar-benar melenceng.
Sebenarnya Elina enggan untuk bertemu Arka karena kejadian semalam. Dia benar-benar ingin menjauh dari Arka karena hatinya yang tidak
karuan. Tapi Elina harus menggertakan gigi demi misi dan uang. Yah, ini semua demi uang! Tidak apa-apa bertemu orang yang tidak kamu senangi, selama kamu mendapat uang. Misi terakhir kali di bar itu gagal, jadi misi kali ini tidak boleh gagal.
“Kapan berangkatnya?”
__ADS_1
“Besok pagi sekitar jam 4 pagi, Nona.”
Gila!
“Kenapa begitu pagi?” Elina jelas tidak suka fakta bahwa dia harus bangun pagi buta.
“Itu karena jarak yang sangat jauh dan kita rombongan menggunakan bus perusahaan.”
“Kenapa tidak berangkat sore hari. Bukankah kita akan menginap?” Elina pikir lebih baik berangkat sore hari daripada harus berkumpul di jam 4 pagi. Bukankah itu sama saja karena mereka akan menginap nantinya?”
“Itu tidak mungkin Nona. Hal ini karena kita tidak akan menginap terlalu lama, hanya sehari semalam dan jadwal Tuan Arka juga sudah tidak bisa diubah.”
“Apa yang bertanggung jawab harus Arka? Kan ada anak lain di Keluarga Giandra.” Elina lupa kalau yang membuat skandal adalah Arka, jadi dia
yang harus bertanggung jawab untuk memulihkan citra perusahaan.
“Itu karena Tuan Arka adalah inti masalahnya dan harus menyelesaikan sendiri untuk memulihkan citra perusahaan dan tidak bisa diwakilkan dengan anggota keluarga lain.”
Yah itu benar. Pertanyaannya adalah apa ini benar-benar perintah Kakek Thomas apa perintah Arka. Masalahnya adalah Adam ini asisten
Arka dan sepertinya Kakek Thomas tidak terlalu mengenal Adam.
“Apa aku harus benar-benar ikut datang jam 4 dan menggunakan bus perusahaan?”
“Ya, Nona. Itu karena dari awal perjalanan akan langsung disiarkan secara langsung di media sosial.”
Elina sakit kepala. Dia belum pernah bangun pukul 4 pagi! Paling cepat dia bangun itu pukul 5 dan itu saja Elina masih sangat malas. Dan
sekarang apa? Pukul 4 harus sudah berkumpul dan berangkat yang berarti dia harus bersiap-siap sekitar pukul 2 pagi. Dia akan memakan waktu lama dalam mempersiapkan diri sendiri.
Bangun jam 2 pagi? Elina tidak bisa berjanji dia bisa melakukannya. Itu benar-benar tidak mungkin.
“Apa yang harus aku bawa dan kenakan? Kita hanya akan menginap sehari semalam? Bolehkah aku membawa asisten?” Dia akan pergi ke
pedesaan yang kotor dan panas dan penuh dengan hal-hal yang tidak Elina sukai seperti serangga dan hewan menjijikan lainnya. Jadi persiapannya haruslah lengkap.
“Anda bisa mengenakan pakaian yang nyaman. Tidak bisa membawa asisten karena seperti yang saya katakan, itu akan direkam secara live
dan disiarkan langsung. Kalau begitu saya harus segera kembali ke kantor. Saya permisi, Nona. Sampai bertemu besok pagi.”
Elina pusing! Pakaian nyaman seperti apa? Aku tidak tahu! Pakaian yang nyaman menurut Elina adalah gaun indah yang cantik! Lalu apa? Tidak boleh membawa asisten, kalau begitu siapa yang akan membawa barang bawaannya? Dia tidak mungkin dan tidak mau repot-repot membawa barang-barang keperluannya sendiri!
__ADS_1