Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 53 – Laki-laki Yang Menyukai Elina 1


__ADS_3

Elina menggendong tas ranselnya dan menarik kopernya. Dia awalnya kewalahan. Ini adalah pertama kalinya dia mengangkat barang-barangnya sendiri. Kalau itu sebelumnya, itu jelas akan dibawakan oleh para pengsuhnya


dan Elina hanya tinggal berjalan dengan anggun membawa tubuhnya sendiri.


Elina meringis karena membawa beban yang begitu berat baik di punggung maupun koper yang diseretnya. Dia berjalan cepat tanpa sadar saat melihat mobil yang dikenalnya terparkir tidak jauh dari bus perusahaan.


Elina bahkan tadi mengabaikan Arka sepenuhnya.


“Elina!” Clara berseru saat melihat tampilan sahabatnya ini. Dia turun dari mobil dengan perasaan tercengang luar biasa, rahangnya hampir jatuh jika Elina tidak buru-buru memperingatkan Clara untuk menutup mulutnya.


“Tutup mulutmu dan bantu aku memasukan barang-barang ini ke dalam mobil.” Elina tidak pernah berkata sekasar ini sebelumnya, tapi sekarang, dia seolah sudah terbiasa dan melupakan etiket kesopanan yang selalu ia


terapkan.


Clara buru-buru membantu Elina mengangkat koper. Dia juga sama kewalahannya dengan Elina. Para gadis muda ini jelas tidak terbiasa dengan


angkat mengangkat barang-barang yang berat.


“Kakak! Datang dan bantu kami!” seru Clara.


“Kak Bara datang?” Sekarang tinggal Elina yang tercengang dan mulutnya terbuka lebar!


Laki-laki tampan dengan temperamen dingin dengan tinggi sekitar 185cm turun dari mobil dan dengan mudah membantu mengangkat koper dan memasukan ke bagasi mobil.


Elina terdiam. Dia terus memperhatikan laki-laki tampan ini yang baru kali ini ia lihat. Ternyata selain Arka, masih ada laki-laki lain di dalam novel yang tampan dan rupawan. Bahkan jika dibandingkan dengan Arka, Kak Bara ini hanya sedikit lebih buruk jika dibanding Arka. Hanya sedikit, sisanya jelas tampan jika dibanding dengan laki-laki normal lainnya.


Bara sendiri tidak pernah muncul dalam novel. Meski Elina tahu kalau Clara memiliki seorang kakak laki-laki, tapi menurut ingatan Elina


dalam novel, itu tidak ada kenangan seperti apa rupa kakak Clara. Jadi sekarang Elina terpana saat melihat ada laki-laki tampan lain yang bukan merupakan karakter yang muncul dalam plot novel.


Elina dengan cepat tersadar. Dia harus buru-buru masuk atau Arka akan datang mengejarnya.

__ADS_1


“Ayo, masuk. Aku akan menjelaskan semuanya di dalam.”


Bara masuk ke kursi pengemudi, sedangkan Elina dan Clara masuk ke kursi peumpang belakang. Tidak ada yang duduk di co-pilot dan Bara duduk


sendirian seolah menjadi sopir mereka.


Clara tidak peduli dengan kakakanya, saat masuk ke dalam mobil dia refleks berteriak. “Elina! Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu mamakai


baju seperti ini? kenapa kamu hanya memakai sendal jepit dan kenapa kamu membawa barang-barangmu sendirian? Di mana para pengasuhmu? Apa Arka tidak mempedulikanmu?”


Elina menyipitkan matanya dan menggosok telinganya yang sakit karena Clara berbicara dengan nada yang cukup tinggi. Bahkan tadi Bara


sempat mengerem mendadak saat mendengar jeritan suara adiknya. Untung Bara adalah pengemudi yang handal, jadi selain mobil yang berhenti tiba-tiba itu, tidak ada hal lain yang terjadi dan Bara lanjut mengemudikan mobilnya


seolah-seolah tidak terjadi apa-apa.


“Pelankan suaramu! Aku masih bisa mendengar dan tidak tuli. Kenapa harus berteriak seperti itu.” Elina duduk menjauh dari Clara. Dia tidak kesal,


hanya menjaga jarak aman karena siapa tahu Clara akan tiba-tiba heboh kembali. Di mana anak yang polos dan baik dan sopan yang biasanya Clara tunjukan? Citranya hancur saat dia mulai membuka mulutnya. Yah, begitupun citra Elina yang selalu memperhatikan tampilan dan etiket itu kini sudah melanggar semuanya. Citra mereka benar-benar hancur. Untung hanya ada mereka bertiga dan tidak ada anak-anak generasi ketiga


Dan jika para tetua dalam keluarga tahu, jelas mereka akan diberi pendidikan ulang sebagai kaum elit bangsawan. Mereka jelas tidak mau dimarahi oleh para tetua masing-masing keluarga.


“Ceritanya panjang. Kau tahu, aku sangat menderita di sana. Meski hanya sehari semalam, tapi energiku seolah tersedot habis. Pokoknya setelah pulang dari sini aku akan menebus tidurku dan aku akan menebus melakukan berbagai perawatan!” Elina tidak bisa menyembunyikan ekspresi pahitnya dan wajahnya menunjukan betapa dia sangat menderit mengikuti Arka.


“Memangnya apa yang kamu lakukan?”


“Apa kamu tidak menonton siaran live Perusahaan Giandra? Kamu akan mengetahuinya jika kamu menontonnya. Sangat sulit dijelaskan, aku harus kepanasan, bertemu dengan ulat, pergi ke sawah dan mandi di tempat kumuh dan menjijikan. Dan tidur di tempat yang begitu keras. Ada banyak nyamuk dan aku kedinginan. Dan yang pasti dalam sehari semalam makanan yang aku makan hanyalah mie instan. Tapi bagian yang paling membahagiakan akan mie intsan.”


“Mie instan? Itu adalah makanan yang tidak sehat. Keluargaku jelas tidak akan pernah mengizinkanku untuk makan makanan seperti itu,” cibir Clara. Jelas dia bisa berbicara seperti itu karena dia belum pernah mencicipi betapa enaknya mie instan. Elina juga awalnya berpikir seperti itu.


“Kamu akan mengubah pandanganmu saat mencicipi makanan surga itu. Lain kali datang ke rumahku, akan aku masakan kamu mie instan.”

__ADS_1


Clara dibuat terkejut lagi. Tidak cukup sahabatnya memakan mie instan tapi dia bilang dia akan memasakannya untuknya? Apakah dia bisa


memegang kata-kata Elina?


“Apa kamu bisa memasak?”


“Tidak!”


“Haha.”


Elina dan Clara kompak menatap ke arah Bara yang tadi tertawa lepas. Bara yang merasa dirinya ditatap dengan tajam pun melirik ke arah kaca


spion dan benar saja, dua wanita muda itu sedang menatapnya dengan berbagai macam tatapan. Ada yang menatap seolah berkata “Kenapa menertawankanku” dan ada yang menatap seolah berbicara “Apa yang sedang kamu lakukan menguping pembicaraan para gadis!”


Bara yang ditatap : “ … ekhem! Maafkan aku. Kalian bisa lanjut mengobrol.”


Clara hanya memutar matanya merasa lelah dengan Bara. Pria ini saat mendengar dia akan pergi ke alamat xxx untuk menjemput Elina, dia dengan semangat menawarkan diri untuk menjadi sopir mereka. Clara tidak bodoh dan dia


paham kalau sebenernya kakaknya ini naksir Elina. Haruskah dia membantu keduanya untuk dekat? Elina mungkin menyukai Arka, tapi sepertinya Elina juga tidak memiliki harapan akan bisa bersama Arka. Yah, firasatnya mengatakan


begitu.


“Bagaimana dengan Kak Arka? Apa dia tidak membantumu?”


Wajah Elian langsung berubah saat topik Arka diangkat.”Jangan bicarakan laki-laki bau itu. Aku benci Arka! Dia tidak mempedulikanku!”


Mata Clara berbinar. Ini dia! Ini adalah kesempatanyan untuk melobi pada Elina dan mendukung kakaknya!


“Benarkah?” tanya Clara hati-hati memperlihatkan ekspresi Elina. Saat Clara benar-benar melihat ada kebencian di mata Elina saat membicarakan Arka, dia tersenyum cerah.


“Kalau begitu kau bisa menikah dengan kakakku! Kakakku menyukaimu, Elina!”

__ADS_1


CIIIIIIT


Mobil mengerem mendadak dan berhenti begitu saja di tengah jalan. Untung ini adalah jalan pedesaan yang sepi. Jika ini di jalan tol, mungkin nyawa mereka sudah lama melayang jauh terbang tinggi ke surga.


__ADS_2