
Elina menyaksikan Arka yang menyiram tubuh Lusi dengan segelas wine. Dia terkejut. Kenapa Arka bisa datang ke sini? Sejak kapan dia di
sini? Apakah dia menyaksikan adegan yang Elina alami? Elina tiba-tiba ingin menangis saat bertemu Arka. Hidungnya masam dan matanya memerah.
“Siapa yang berani menyiram wine ke tubuhku!” Lusi bangkit dengan marah. Tapi saat dia berbalik, dia dikejutkan dengan sosok dingin Arka.
“Aku. Kenapa? Haruskah aku berlutut dan meminta maaf padamu? Aku tidak sengaja. Tanganku licin saat melihat orang picik.”
Semua orang terdiam. Termasuk Verno. Dia bahkan tidak tahu kalau ada Arka. Apakah Arka membantu Elina? Tapi kenapa? Apakah mereka
benar-benar bersama. Verno meragukan pikirannya sendiri.
“Verno, apa matamu buta?” Kini giliran Arka yang bertanya pada Verno. “Kenapa begitu buta sampai tidak bisa membedakan hal yang begitu
mudah dilihat dengan mata telanjang.” Arka berkata penuh dengan sarkasme.
Verno : “…”
Verno jelas malu dikatai buta dua kali. Yang pertama oleh Elina dan yang kedua oleh sahabatnya sendiri yaitu Arka. Dia tidak buta, oke!
Dia hanya menilai dari satu sudut pandang dan jangan salahkan dia karena dia diam-diam memandang rendah Elina dan berpikir kalau Elina pasti adalah penjahatnya. Bukankah Arka risih dengan Elina? Kenapa dia sekarang membantunya?
Elina juga berpikiran sama. Kenapa Arka datang membantunya? Ini benar-benar tidak seperti karakter Arka dalam novel. Apakah karakter dan
plot runtuh karena Elina datang ke dunia ini? Setelah dipikir-pikir, dunia novel dan dunia nyata tidak ada bedanya. Mereka semua yang hidup di dalam novel bernapas dan berbicara. Mereka juga makan layaknya manusia, bukan hanya sekedar
karakter yang dibentuk oleh sang penulisnya.
__ADS_1
“A-arka?” Lusi tergagap saat melihat Arka. Dia tidak menyangka orang ini akan datang membantu Elina. Dia sudah susah payah berakting menyedihkan demi membuat citra Elina buruk di mata orang-orang. Sekarang apa?
Arka malah datang membantunya.
“Kamu butuh uang atau permintaan maaf?” tanya Arka. Sebelum Lusi menjawab, Arka sudah berkata lagi, “Tapi maafku tidak untuk sembarang
orang. Paling aku hanya akan memberimu uang. Tapi sebelum itu, kamu juga harus membayar biaya baju Elina.”
Elina hanya diam menyaksikan Arka melawan Lusi.
“Elina, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja menumpahkan anggur itu.” Lusi tidak punya uang. Dia yakin harga baju Elina pasti sangatlah mahal. Dari mana dia punya uang? Meskipun dia adalah anak orang kaya, tapi kekayaan keluarganya juga tidak banyak dan uang jajannya hanya beberapa puluh juta saja. Maka dari itu dia dulu sering memanfaatkan Elina yang bodoh. Tapi kenapa sekarang Elina berubah dan menjauh dari mereka? Kalau begini kan Lusi jadi tidak punya orang yang bisa dimanfaatkan untuk mengeluarkan uang membayari belanjaan mereka.
“Aku tidak mau memaafkanmu. Sekarang kamu mau apa? Kamu juga kemarin sudah aku peringatkan untuk segera membayar hutangmu. Kenapa masih belum membayarnya? Aku ingin kalian membayar hutang secepat mungkin.” Elina
tidak ragu mempermalukan mereka berdua.
Niat mereka ingin mempermalukan Elina, tapi mereka tidak tahu kalau Arka yang biasanya dingin terhadap Elina kini tiba-tiba melindunginya seperti induk ayam. Jika mereka tahu hal memalukan akan terjadi pada mereka, mereka jelas enggan untuk mempermalukan Elina tadi.
Ding!
[Misi baru untuk menangis dan mengeluh pada Arka. Hadiah 50 juta. Tenggat waktu 10 menit. Terima atau tolak.]
Elina yang mendapat misi sedikit mencibir uang yang akan diperolehnya. Itu hanya 50 juta. Benar-benar sangat sedikit. Tapi dia juga tidak bisa melepas uang itu. Elina tanpa ragu menerima misi.
“Kak Arka~ mereka menggertaku.” Elina langsung berjalan ke sisi Arka dan memeluk Arka. “Lihat, bajuku menjadi kotor dan tidak cantik lagi.
Bagaimana dengan citraku jika memakai baju yang kotor di pesta ulang tahun sahabatmu.”
__ADS_1
Arka yang tiba-tiba dipeluk Elina jelas sudah tidak terkejut lagi. Lama-lama dia menjadi biasa dengan tingkah manja Elina. Tapi detik berikutnya dia mendorong Elina menjauh tidak membiarkan Elina terus menempel di tubuhnya.
“Kak Arka?” Elina tertegun saat tubuhnya di dorong oleh Arka. Saat dia melihat ke belakang, dia mengerti dan dia lagi-lagi harus terdiam. Itu adalah Bulan! Kenapa pahlawan wanita datang bersama Arka? Apakah hubungan mereka sudah sejauh itu hanya dalam beberapa hari?
Ding!
[Misi gagal dan uang tidak akan Anda dapatkan.]
Elina mengerutkan dahinya. Apakah karena ada pahlawan wanita misinya jadi gagal? Kalau begitu bukankah kedepannya selama ada Bulan maka
misinya tidak akan berhasil? Elina khawatir. Dia ingin pulang! Terlalu banyak hal yang berada di pikirannya saat ini.
“Aku akan pulang.” Entah kenapa perasaan Elina terasa sakit. Ada apa dengan hatinya? Kenapa rasanya tidak enak saat melihat Bulan lagi.
Entah kenapa dia merasa kecewa saat Arka tidak memeluknya balik. Ada apa dengan hatinya?
Elina keluar ruangan tanpa memperdulikan Clara. Dia tidak melihat anak itu dan dia akan menghubunginya nanti jika sudah sampai di rumah.
Elina meninggalkan Arka dan yang lainnya begitu saja. Tidak ada yang mengejar, Elina merasa bersyukur atas itu. Dengan cepat Elina menghentikan taksi dan masuk ke dalamnya. Matanya rasanya perih, tanpa dia sadari setetes air mata jatuh. Hatinya sakit. Apakah ini karena misi gagal? Atau karena dia melihat Arka membawa Bulan ke pesta ulang tahun sahabatnya. Entahlah, dia tidak tahu, yang jelas dia hanya ingin menangis.
Sementara Elina pergi, kini giliran Arka yang membeku. Dia jelas melihat mata Elina yang memerah dan pelupuk matanya sudah berair. Anak kecil itu pasti akan menangis lagi. Lalu kenapa tadi dia mendorongnya menjauh? Entah, dia tidak tahu dengan dirinya.
“Pak! Hadiahnya harus saya berikan kepada siapa?” Bulan mendekati Arka yang diam seperti patung.
“Berikan pada Dimas. Cari tahu sendiri. Aku akan pergi,” katanya langsung melesat keluar dengan berlari. Entah kenapa dia merasa dia harus mengejar Elina dan menghiburnya. Jika dia tidak mengejarnya hari ini, dia memiliki firasat bahwa dia tidak akan bertemu lagi dengan Elina untuk waktu yang lama.
Secepat apa Arka berlari, nyatanya dia masih tidak menemukan Elina. Sepertinya anak itu sudah pulang. Arka panik. Ini adalah pertama kalinya hatinya berfluktuasi. Dia tidak benar-benar ingin mendorong Elina menjauh tadi, itu seperti dia dikendalikan oleh sesuatu yang membuatnya harus mendorong Elina.
__ADS_1