Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 82 – Aku Tunangan Arka!


__ADS_3

“Maafkan aku. Tapi, apakah aku mengenalmu? Kamu siapa?”


Bulan tidak bisa berpura-pura tidak terkejut dan tersinggung dengan pertanyaan Elina. Apa yang wanita ini katakan? Bukankah mereka sudah


bertemu beberapa kali?


“Aku adalah Bulan. Sekretaris Arka. Bukankah saat pergi ke pedesaan kita bertemu?”


“Oh.” Elina tidak menaruh banyak perhatian dan sengaja mengabaikan Bulan. Elina tahu siapa Bulan, dia hanya berpura-pura tidak kenal.


“Ada yang ingin aku katakan.” Bulan memperbaiki postur duduknya dan terlihat angkuh. “Aku adalah tunangan Arka. Kakek Thomas sudah mengatakan kemarin kalau akulah tunangan Arka dan sebentar lagi hubungan ini akan diumumkan saat pesta ulang tahun Arka.”


“Lalu?”


Bulan tercengang. Kenapa reaksi Elina tidak seperti yang ia harapkan. Kenapa begitu tenang dan tidak marah. Bukankah Elina mencintai Arka?


Seharusnya mendengar kalau Arka bertunangan dengan wanita lain, itu akan membuatnya marah. Kenapa dia terlihat tidak peduli dan tidak tertarik? Kenapa bisa?


Bulan bahkan bingung harus berkata apa. Dia seperti tertampar dan tidak bisa berkata apa-apa.


“Apakah kamu tidak marah?”


“Kenapa aku harus marah?” Elina balik bertanya dengan menunjukan matanya yang polos dan tidak bersalah. Tidak. Sebenarnya dia


menyembunyikan keterkejutannya. Elina tidak menyangka kalau Bulan dan Arka akan bertunangan begitu cepat. Apakah hubungan mereka sudah berkembang sejauh itu? Tapi kenapa hatinya seperti tidak rela dan rasanya sedikit tidak nyama. Seperti tersayat, dia merasa sedikit sakit di hatinya.


“Tapi kamu jelas-jelas menyukai Arka dan selalu


mengejarnya.”


“Aku sudah lama berhenti. Kamu bisa memiliki Arka sesuka hatimu. Aku tidak peduli. Aku lelah, silakan pergi.”


“Apa?” Bulan masih tidak bisa mengikuti jalan pikiran Elina.


“Paman Sam, tamunya akan pergi!”


“Baik, Nona. Mari silakan saya antar.”


Bulan terpaksa pulang. Kali ini dia kesal karena gagal membuat Elina marah.

__ADS_1


***


Elina sudah tidak mood untuk menonton TV dan memakan sisa stroberi. Dia merasa lelah dan juga sebenarnya dia kesal dengan kabar pertunangan Arka. Dia pikir dia tidak memiliki perasaan apapun pada Arka, tapi nyatanya dia masih merasa tidak enak hati.


Apakah dia juga sama seperti Elina dalam novel yang juga menyukai Arka? Kalau begitu dia pasti akan berakhir mengerikan. Tidak! Dia harus menghilangkan perasaan ini.


Elina yang sudah lama kembali tinggal di villa dan tidak lagi tinggal di apartemen demi keselamatan ibu dan bayi itu merasa lelah dan ingin beristirahat di kamar. Dia terlalu malas untuk naik tangga dan juga itu sangat melelahkan. Meskipun kata dokter baik bagi ibu hamil untuk sering


berjalan tapi itu di trimester akhir dan sekarang kandungan Elina baru berusia 5 bulan. Jadi dia masih mempertahankan sifat malas dan takut lelahnya.


Elina berjalan ke arah lift. Meski villa ini hanya tiga


lantai, tapi masih tersedia lift untuk kenyamanan orang yang tinggal di villa ini.


Elina yang sudah memasuki kamar itu pelan-pelan merebahkan tubuh pada kasur. Saat ini sudah agak sulit untuk tidur terlentang karena Elina sudah mulai merasa perutnya berat. Sungguh sangat menyiksa. Ini baru pertengahan kehamilan. Dia tidak bisa membayangkan nanti saat kehamilan berumur 9 bulan. Akan seberapa lelahnya dia nanti. Itu pasti akan membuatnya sulit untuk bergerak.


Saat Elina akan tidur. Tiba-tiba sistem yang sudah lama tidak muncul kini kembali hadir. Mengingat misi siaran langsung dengan hadiah uang 10 miliar dulu gagal. Dan setelah itu sistem sepertinya mati dan tidak lagi muncul, dan baru sekarang muncul. Itu membuat Elina sedikit bersemangat.


Ding!


[Misi untuk membuka bisnis produk peralatan ibu dan bayi dalam waktu 1 bulan dengan hadiah uang sebesar 20 miliar. Terima atau tolak?]


Elina berpikir sebentar sebelum menentukan pilihannya. Diapun menghubungi A1 untuk bertanya lebih lanjut.


menyuruh sistem untuk tidak menghubunginya? Kalau sistem tidak muncul sekarang, mungkin Elina akan benar-benar melupakannya.


“Total saldo saat ini adalah 2,5 miliar.”


“Hmm … kenapa aku sangat miskin?”


A1 : “…”


“Kalau begitu, bisnis seperti apa yang harus aku buka?”


“Anda bisa membuka bisnis pakaian esklusif bayi untuk orang-orang kaya ataupun produk perawatan bayi.”


“Tapi itu sudah banyak di pasaran. Aku tidak tahu harus membuka bisnis apa.”


“Di pasaran masih langka produk untuk ibu hamil. Mungkin Nona bisa membuka bisnis itu.”

__ADS_1


“Begitu. Aku akan membicarakan ini dengan kakakku.”


Elina menerima misi itu dan berniat untuk membicarakan bisnis dengan kakaknya.


***


Arka masih linglung. Setelah melakukan kunjungan di rumah sakit dan bertemu Elina, dia masih tidak bisa fokus. Bahkan saat biasanya dia yang merupakan orang yang dijuluki sebagai penggila kerja itu bekerja gila-gilaan tapi saat ini malah sedang melamun.


Tidak. Lebih tepatnya memikirkan cara untuk bertemu dengan Elina. Dia bisa saja langsung pergi ke Vila Maharani, tapi kemungkinan besar Elina menghindar akan sangat tinggi.


Haruskah dia diam-diam masuk ke dalam vila? Sepertinya tingkat keamanan vila tidak seketat itu. Haruskah dia benar-benar menyelinap saat


malam? Sepertinya itu adalah pilihan yang terbaik. Dia juga tahu posisi kamar Elina. Tapi masalahnya adalah dia bukan ninja yang bisa memanjat ke lantai dua. Jadi dalam kata lain dia memerlukan bantuan yang berupa tangga. Tapi jika dia menggunakan tangga, itu akan membuat keributan di vila.


Arka pusing! Baru kali ini dia merasa tidak berdaya dan tidak memiliki jalan keluar. Kenapa begitu sulit untuk bertemu Elina.


Ya, Arka akui, sepertinya Elina sudah berhasil menarik hatinya. Terlebih kemungkinan besar Elina mengandung anaknya itu sangat tinggi.


Arka benar-benar ingin menerobos masuk ke vila dan membawa kabur Elina.


Gadis yang dulu selalu mengikutinya kini dengan tanpa pemberitahuan berhenti mengikuti. Rasanya sangat tidak nyaman.


“Bos!”


“Hah? Kapan kamu masuk?” Arka dikejutkan oleh sosok Adam-asistennya- yang tiba-tiba berada di depannya.


Adam menghela napas lelah. Saat dia mengetuk pintu dan masuk dan mendapati bosnya menatap layar komputer dengan linglung dia tidak tahu apa


yang sebenarnya bosnya pikirkan. Ini adalah pemandangan yang langka bosnya tidak fokus saat bekerja.


“Saya sudah memanggil Anda beberapa kali. Tapi Anda tidak mendengar dan sepertinya melamun.”


“Ehem!” Arka membenarkan posisi duduknya dan mencoba kembali fokus. “Ada apa?”


“Akan ada pertemuan dengan CEO Grup Maharani jam 3 sore.”


“Neo sendiri yang akan hadir atau perwakilannya?”


“Saya tidak bisa memastikannya.”

__ADS_1


“Begitu.” Arka merasa akan lebih baik kalau yang datang itu Neo. Jadi dia bisa melobi dan mencoba meminta kakak Elina itu untuk mempertemukannya dengan Elina.


Namun yang tidak Arka ketahui adalah Neo diam-diam membenci Arka karena kemungkinan besar ayah anak dari kandungan Elina adalah Arka. Jadi jalan Arka untuk mendapatkan Elina bisa dipastikan tidak akan mulus.


__ADS_2