
“Omong kosong apa yang kamu bicarakan?” Alis Arka mengerut. Jelas dia tidak suka ditanyai seperti itu oleh Elina apalagi itu adalah pertanyaan yang aneh.
Kehadiran Arka sendiri adalah sebuah kejutan bagi orang-orang yang hadir di pesta ini. Apalagi bagi Verno, Dimas dan Daniel.
Verno tidak pernah menyangka jika Arka tiba-tiba datang dan langsung menghalau tamparan yang akan mendarat di wajah Elina. Jenis perlindungan
apa ini? Bukankah ini menunjukan kalau mereka hubungannya agak berbeda.
Udara juga seakan turun drastis bersatu dengan dinginnya sikap Arka dan tatapan mata tajamnya yang mengarah ke Cantika. Jelas dia tidak
suka melihat Cantika yang akan menampar Elina. Dia tidak suka diganggu oleh Elina, tapi dia lebih tidak suka jika melihat adik sahabatnya ada yang
melecehkan dan bahkan berani bermain fisik.
“Lihat, Kak Arka sudah menjawab dan menyangkalnya! Aku benar, kan!” dengus Elina pada Daniel. Sikapnya saat ini terlihat sangat tengil dan menjengkelkan bagi sahabat-sahabat Arka. Terutama Cantika yang tidak berhasil menampar Elina. Diam-diam dia mengepalkan tinjunya dan bertekad untuk mempermalukannya di lain kesempatan. Yang pasti jangan ada Arka di sekitar.
Daniel : “…”
Daniel juga tidak menyangka jika Arka akan datang dan langsung menjawab pertanyan Elina. Biasanya dia hanya akan diam jika diganggu
Elina dan tidak menanggapi apapun itu gangguannya seolah dia itu patung yang tidak terpengaruh oleh Elina. Tapi kenapa kali ini pria ini bahkan berinisiatif untuk melindunginya dan bahkan berbicara pada Elina? Kenapa?
Ding!
[Misi utama untuk meminta pertanggung jawaban pada Arka. Hadiah uang 10 juta. Jika misi gagal maka Saldo akan kembali 0. Terima atau Tolak]
Saat Elina sedang asik berkonfrontasi dengan Daniel. Suara sistem tiba-tiba terdengar dan bilah informasi yang transparan dan hanya bisa
dilihat oleh Elina muncul.
Ini adalah misi pertamanya! Dan hadiahnya hanya 10 juta? Hanya 10 juta? Kenapa sedikit sekali! Itu bahkan tidak cukup untuk membeli sepatunya.
“A1! Kenapa hadiah sistem sangat sedikit?! Itu bahkan lebih rendah dari uang jajanku. Yang benar saja.” Elina berbicara dalam hati karena
kemarin Elina menemukan mereka bisa berkomunikasi lewat pikiran tanpa harus
bebicara lantang. Ini membuat Elina senang karena jika dia ingin berbicara dengan sistem di tengah orang-orang banyak, dia pasti akan dianggap tidak waras karena berbicara sendiri. Untungnya dia menemukan keuntungan itu kemarin.
“A1 Tidak tahu jawabannya.”
“Ck!”
[Terima atau Tolak. Jika tuan rumah tidak menentukan pilihan dalam lima detik maka akan sistem anggap misi gagal dan saldo akan dikurangi.]
__ADS_1
Bilah notifikasi muncul kembali membuat Elina tanpa ragu menerimanya.
“A1. Apa misinya tadi? Meminta pertanggung jawaban? Maksudnya apa? Apa dia ingin Arka untuk bertanggung jawab di depan
sahabat-sahabatnya? Memangnya apa hubungannya?”
“Nona, dengan Anda membuat masalah di depan sahabatnya maka otomatis tingkat kebencian pahlawan pria akan meningkat dan nantinya jika
pahlawan wanita muncul akan ada perbandingan yang sangat tinggi. Ini untuk kelancaran alur.”
“Jadi aku hanya perlu meningkatkan kebencian Arka?”
“Benar!”
“Berapa tingkat kebencian Arka saat ini?”
“Itu adalah 70 dari 100.”
“Apa?! Kenapa begitu tinggi?!” Elina merasa tesiksa. Dia bahkan tidak bisa berteriak saat terkejut dan hanya bisa diam dan mengerutkan
wajahnya.
Orang-orang di sekitar Elina juga memperhatikan Elina yang sejak kedatangan Arka menjadi diam seperti patung. Hanya wajahnya yang beberapa
kali berubah ekspresi. Entah apa yang sedang anak ini pikirkan.
“Tunggu! Sistem? Hallo? A1?” Batin Elina terus memanggil sistem tapi tidak ada tanggapan. Bagaimana dia harus melakukan misinya? Dia tidak tahu, oke!
“Sialan!” ucap Elina dengan cukup keras membuat orang-orang memperhatikan Elina. Semenjak Elina masuk ke dalam novel, entah kenapa dia jadi sering sekali mengumpat.
“Siapa yang sialan?” tanya Verno.
“Kamu!” jawab Elina dengan tengilnya.
“Apa?!”
“Sudah diam. Aku tidak ingin berbicara denganmu,” kata Elina. Kemudian dia berbalik ke arah Arka dan berkata dengan suara keras, “Tanggung jawab! Kak Arka harus tangung jawab! Pokoknya harus.”
Orang-orang : “…”
Arka : “…”
Melihat mereka semua diam dan menatapnya aneh, Elina tiba-tiba merasa malu. Tapi dia masa bodo karena demi uang, dia siap bermuka
__ADS_1
tebal.
“Kemarin itu sakit! Aku sampai tidak bisa turun dari kasur karena kelelahan dan kesakitan! Kak Arka harus tanggung jawab!” Suara Elina
terdengar amat centil dan membuat orang-orang disekitarnya merinding.
Arka sedikit terkejut dengan perkataan Elina, tapi kemudian dia kembali memasang wajah dinginnya.
“Elina, apa yang kamu katakan? Kenapa Arka harus bertanggung jawab? Memangnya apa yang sudah Arka perbuat padamu?” Verno bertanya karena penasaran. Memangnya apa yang bisa dilakukan Arka sampai membuat Elina tidak
bisa turun dari kasur dan kesakitan. Apakah kesabaran Arka sudah habis dan akhirnya dia memukuli Elina karena saking bencinya diganggu? Tebakan Verno benar-benar diluar nalar.
Melihat Arka tidak menjawab, Elina menjadi berani. Dia mendekat ke arah Arka dan melingkarkan tangannya pada lengan kokoh Arka.
Wow! Lengannya sangat besar dan keras. Elina buru-buru menggelengkan kepalanya. Tidak, tidak, bukan saatnya untuk memikirkan otot
orang lain. Ini saatnya memikirkan cara agar kebencian Arka meningkat dengan cepat. Makanya dia dengan berani langsung menempel pada Arka dan membuat orang-orang di sekitar langsung membulatkan matanya karena terkejut.
Tidak ada yang pernah berani untuk berkontak secara fisik dengan Arka. Entah itu laki-laki maupun perempuan. Kenapa anak kecil ini sangat
berani! Itu yang dipikirkan semua orang.
“Kakak~” kata Elina dengan menggoyang-goyangkan lengan Arka manja.
“Kakak, aku sekarang juga masih susah berjalan. Kakak harus bertanggung jawab.”
“Elina.”
“Iya? Apa Kakak akan bertanggung jawab? Pasti akan pertanggung jawab, kan? Kakak kan laki-laki. Jangan lari dari tanggung jawab.”
“Bukankah 100 miliar sudah cukup? Apa masih kurang?” Suhu udara tiba-tiba berubah menjadi sangat rendah dan terasa sangat dingin.
Pernyataan Arka sekali lagi membuat teman-temannya terkejut setengah mati.
Ada apa lagi ini? 100 miliar bukan jumlah yang kecil. Itu sangat banyak! Bahkan tabungan Daniel, Verno dan Dimas apalagi Cantika mungkin
tidak sampai 100 miliar. Kenapa Arka dengan murah hati memberi anak yang selama ini selalu mengikutinya seperti ekor diberi uang yang jumlahnya sangat banyak.
“Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu memberi Elina uang yang begitu banyak?” tanya Dimas.
“Apakah kamu memukuli Elina dan kamu membayar biaya pengobatan yang begitu banyak?” tanya Verno.
“Atau apakah kalian tidur bersama dan sebagai kompensasi Arka memberi Elina uang 100 miliar?” tebakan Daniel sangat tepat.
__ADS_1
“Hei itu tidak mungkin! Omong kosong macam apa yang kamu katakan Daniel. Itu tidak akan pernah terjadi. Selera Arka bukan anak kecil
seperti Elina,” sanggah Verno.