
Matahari sudah berada di atas awan saat bus perusahaan tiba di tempat tujuan. Elina turun dengan peralatan lengkapnya. Kaca mata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya. Sepasang sarung tangan yang ia kenakan dan sebuah payung.
Ya! Nona muda ini bersenjata lengkap demi tidak terkena sinar matahari. Dia juga tidak lupa menggunakan tabir surya. Elina berdiri di luar bus dengan koper dan tas di sisinya mengamati pedesaan untuk pertama kalinya.
“Hmm, tidak buruk,” gumam Elina saat melihat pedesaan yang ternyata cukup bersih dah jauh dari kata kotor. Tapi tetap saja, ekspresi
kepuasan itu tidak bertahan lama karena dia benar-benar tidak menyukai yang namanya pedesaan. Sekali pedesaan tetaplah pedesaan, sangat berbeda dengan perkotaan.
Penampilannya jelas sukses membuat orang-orang yang turun dari bus menggelengkan kepalanya terheran-heran dengan nona muda yang satu ini. Jelas penampilannya sangat berbeda dibanding penampilan para karyawan lain yang hanya menggunakan setelan olah raga dan sepasang sepatu olah raga serta tas
punggung kecil. Benar-benar sangat berbeda dengan Elina yang membawa koper dan tas
punggung besar.
Elina tidak peduli dengan tatapan mereka. Yang ia pedulikan adalah siapa yang akan membantunya membawa barang-barangnya. Untuk berjalan
saja dia sebenarnya enggan dan malas. Apalagi disuruh untuk berjalan jauh dengan membawa beban. Itu tidak mungkin terjadi! Elina tidak mau.
“Apa ini semua barang-barangmu?”
Elina berbalik ke sumber suara dan mendapati wajah tidak enak Arka. Laki-laki ini mengerutkan dahinya seperti tidak suka dengan apa yang
Elina bawa.
“Huh!” Elina malas untuk menjawab pertanyaan Arka.
“Apa kamu yakin ingin naik gunung membawa barang bawaan ini dan juga pakaianmu yang seperti akan pergi ke pesta itu?”
Elina melihat dirinya sendiri lalu menatap tajam ke arah Arka. Ada apa dengan pria ini! Kenapa menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya. Tapi tunggu, apa yang dia katakan? Naik gunung?
“Apa? Bisa coba ulangi?”
“Apa kamu akan naik gunung dengan pakaian dan beban itu?” Arka patuh mengulangi sesuai perintah Elina.
__ADS_1
“Apa? Naik gunung? Untuk apa kita naik gunung? Bukankah kita sudah sampai?”
“Kita masih belum sampai. Ini baru pemberhentian pertama karena bus tidak bisa naik ke atas sana dan bus di parkir di sini. Desa yang akan kita tuju ada di puncak bukit itu.” Arka menunjuk ke suatu arah yang membuat Elina ingin pingsan di tempat.
Itu adalah tempat yang jauh. Tidak pernah terpikir kalau desa ini bukan desa yang dituju mereka. Elina tiba-tiba merasa menyesal telah menyetujui misi sistem. Dia ingin menangis darah sekarang. Dia ingin pulang!
“Aku pasti bisa naik ke puncak gunung dengan gaun seperti ini!” Elina jelas tidak mau kalah dan dia menggertakan giginya. Pantas saja orang lain semua mengenakan baju olah raga, ternyata tujuan mereka bukanlah desa yang datar, itu ada di puncak gunung! Sialan Arka!
Elina jelas kesal, moodnya langsung hancur detik itu juga.
“Kalau begitu siapa yang akan membawa barang bawaanku? Yang pasti itu bukan aku. Aku tidak akan mungkin kuat membawa barang-barang ini dan naik gunung.”
“Lupakan barang-barangmu. Tinggalkan koper di bus dan bawa saja tas punggungmu,” kata Arka membuat Elina membulatkan matanya dan mulutnya ternganga lebar.
Apa?! Itu adalah hal yang tidak mungkin. Kenapa dia harus meninggalkan barang-barangnya? Lalu apa yang harus ia kenakan nanti di pedesaan.
“Itu tidak mungkin! Perintahkan salah satu karyawanmu untuk membawakan barang bawaanku,” pinta Elina.
sedang disiarkan secara langsung.
“Nona dan Tuan, ingat kamera sudah mulai merekam dan ini sudah mulai siaran langsung. Mohon untuk menjaga suasana hati kalian berdua.”
Saat kamera di arahkan ke Elina dan Arka, area komentar di siaran langsung mereka meledak.
[Lihat, bukankah mereka adalah pemeran utama hari ini? Seorang CEO dan tunangannya yang cantik.]
[Bukankah wanita cantik itu agak salah kostum? Kenapa memakai gaun saat akan pergi ke pedesaan. Yah, yang namanya wanita tertua yang
kaya memanglah seperti itu. Di mana dan kapanpun akan selalu terlihat anggun dan cantik. Meski gaun itu nantinya akan sia-sia karena aku yakin mereka akan melakukan pekerjaan di desa.]
[Di atasku benar. Nona muda itu sangat kontras dengan orang-orang lain yang hanya menggunakan setelan olah raga dan tas punggung kecil. Berbeda sekali dengan nona muda yang membawa topi, kaca mata hitam,
payung, koper dan tas punggung besar. Kira-kira siapa yang akan membawa barang-barangnya. Wkwkwkwk.]
__ADS_1
[Yang di atasku benar. Siapa yang akan menjadi korban membawa barang-barang brandet milik nona muda. Wkwkwk.]
Elina dan Arka tidak tahu kalau saat ini mereka menduduki puncak nomor 1 pencarian populer dengan hastag #wanita tertua dari Maharani
Grup yang cantik #Pangeran dari Giandra Grup #Nona yang elegan di desa terpencil
“Tinggal barang-barangmu dan kita harus segera naik gunung. Sekarang sudah jam 9 pagi. Kita tidak bisa menunda waktu terlalu lama atau kita
akan lebih kepanasan di jalan. Medannya terjal dan kita harus hati-hati jika tiba-tiba hujan,” perintah Arka membawa koper itu ke dalam bus dan meninggalkan tas punggung besar itu di tangan Elina.
Elina jelas marah. “Kalau begitu, kamu saja yang membawa tas punggungku! Aku tidak kuat membawanya sendiri,” kata Elina berjalan
meninggalkan Arka lebih dulu dengan payung yang ia pegang. Biarkan bajingaan ini membawakan tas punggungnya! Siapa suruh dia membuat kopernya harus di tinggal. Elina benar-benar ingin menangis sekarang.
Bagaimana nasibnya ke depan? Dia tidak tahu.
Barang-barangnya disita oleh Arka. Bagaimana dia bisa tidur nanti malam? Dia sendiri tidak tahu jawabannya.
Arka menggelengkan kepalanya merasa tidak berdaya. Tapi dia tetap mengambil tas punggung Elina dan membawanya berjalan. Bebannya dua kali lebih berat sekarang.
Bulan yang sedari tadi menonton di samping dan tidak bersuara tiba-tiba mendapat keberanian untuk bertanya pada Arka. Ya dia baru saja bekerja di Perusahaan Giandra dan dia langsung direkrut menjadi sekretaris Arka. Jadi dia belum terlalu mengenal atasannya ini.
“Pak apa saya saja yang membawa tas itu? Sepertinya beban yang Anda bawa terlalu berat. Biar saya yang membawa tas Bapak dan Anda bisa membawa tas Nona Elina.” Bulan berinisiatif menawarkan jasanya. Dia sedikit banyak tahu tentang hubungan bosnya dengan nona muda yang sangat cantik itu yang saat ini sedang berjalan dengan sangat perlahan dan hati-hati sambil membawa payung merah muda. Kenapa begitu manja, mata hari bahkan tidak terlalu
panas. Tapi wanita ini malah memakai atribut yang lengkap mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki tertutup.
Elina yang kebetulan melihat ke belakang dan menyaksikan Bulan tersenyum manis ke arah Arka tiba-tiba dia merasa kesal. Dia tidak suka
melihat senyum manis Bulan untuk Arka.
Sial! Apa yang terjadi dengan hatinya. Kenapa begitu masam!
**Tolong bantu follow akun author. Terima kasih.**
__ADS_1