Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 22 – Cium Arka di Depan Sekretaris 2


__ADS_3

“Untuk siapa susunya?” tanya Elina.


“Untukmu.”


“Untukku? Kenapa aku harus minum susu? Aku sudah besar.” Hei! Elina sudah besar dan dia sebenarnya tidak terlalu menyukai susu. Kenapa


Arka memperlakukannya seperti anak kecil. Elina kesal tapi tak ia tunjukan di depan Arka.


“Kamu terlalu kurus. Aku bahkan bisa mematahkan pinggangmu jika aku tidak memegangnya dengan hati-hati.”


“Kamu! Kapan kamu memegang pinggangku! Kamu …” Elina tersipu. Dia jadi mengingat malam panas yang mereka lalui bersama. Apakah Arka


sudah gila? Menggodanya seperti ini? kenapa sepertinya karakternya tidak sesuai dengan isi novel. Dan juga pinggangnya memang kecil, tapi bagian yang harusnya menonjol itu jelas menonjol dan terlihat besar untuk ukuran tubuh elina yang kurus ini. Dan itu dia dapatkan alami tanpa oprasi!


Pada saat ini tiba-tiba suara sistem kembali berbunyi.


Ding!


[Misi utama mencium Arka di depan sekretarisnya dan bertindak cemburu tanpa sebab dan memerintahkan Arka untuk memecat sekretarisnya. Hadiah 100 juta. Terima atau tolak.]


Mata Elina membulat sempurna saat membaca bilah notifikasi. Dengan cepat Elina menghubungi A1.


“A1!”


“Ya.”


“Kenapa misinya semakin aneh. Apa kamu yakin ingin aku mencium Arka di depan Indah dan bertindak tidak masuk akal agar Indah dipecat?


Memang ini ada hubungannya dengan perkembangan alur cerita? Apa ini benar-benar


dibutuhkan?”


“Ya! Jelas ini untuk meningkatkan rasa benci Arka. Dan juga Indah adalah penghalang lain bagi Bulan dan dia harus menghilang agar Bulan tidak terlalu menderita nantinya.”


“Jadi maksudmu aku boleh menderita tapi Bulan tidak? Seperti itu?”


“Benar!”


“Dasar sistem sialan. Berapa skor kebencian Arka saat ini?” Elina berbicara dengan sistem tapi dia juga tidak lupa untuk ikut berjalan bersama Arka memasuki ruang kantornya.


“Rasa kebencian Arka saat ini adalah 75.”

__ADS_1


“Apa kenapa naiknya selalu sedikit sekali. Kalau begitu bagaimana cara aku mencium Arka di depan sekretarisnya?” Elina bertanya karena


saat ini Elina sudah duduk di sofa dan di dalam ruangan yang tertutup hanya ada dia dan Arka. Sekretarisnya berada di luar. Jadi bagaimana cara dia bisa mencium Arka di depan Indah. Elina dibuat pusing dengan misi sistem yang tidak masuk di akal. Terlebih, dia ini masih perawan! Dulu di kehidupan nyata, dia tidak pernah menyentuh laki-laki selain keluarganya. Dia sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.


Baru di dunia novel ini demi sistem dia menyentuh laki-laki lain selain keluarga untuk pertama kalinya.


“A1 tidak tahu jawabannya.”


“Huh!” Elina sekarang benar-benar kesal dengan cara sistem ini bekerja. Sistemnya benar-benar tidak membantu sama sekali. Dia ingin mengganti asisten kalau bisa. Elina benar-benar ingin menangis tanpa air mata.


“Apa isi kotak makan siang itu?” Arka sebenarnya tidak penasaran. Din dia ingin Elina cepat pergi dari hadapannya kalau bisa. Maka dari itu dia berinisiatif untuk bertanya.


Tiba-tiba Elina menemukan sebuah ide cemerlang agar dia bisa mencium Arka. Ya! Kenapa dia tidak terpikirkan cara ini tadi.


“Kak Arka, tunggu! Aku … aku ingin ke kamar mandi,” kata Elina dengan raut wajah cemas yang dibuat-buat seperti sedang menahan sesuatu.


“Kamu bisa pergi ke sana. Di sana ada kamar mandi.” Arka menunjuk suatu ruangan yang Elina yakini adalah sebuah kamar yang sengaja


disiapkan untuk digunakan Arka jika dia sewaktu-waktu lelah atau ingin bekerja lembur dan tidur di kantor.


Tidak! Bagaimana bisa Elina pergi ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan ini. Tujuannya adalah luar ruangan, oke!


Untuk meningkatkan tingkat jijik Arka terhadap Elina, dia tidak ragu untuk segera bangkit dan duduk mendekat dan menempel pada Arka. Dan sekali lagi melingkarkan tanganya pada lengan kokoh Arka.


Arka mengangkat satu alisnya. Apa yang wanita ini katakan? Dia takut akan omong orang luar tapi mereka bahkan sudah tidur bersama! Jadi apa maksdunya?


Arka sakit kepala. Wanita memang mahluk yang sangat susah untuk dimengerti. Atau hanya Elina lah wanita yang sulit dimengerti? Entah, itu


karena dia tidak mempunyai pengalaman dekat dengan wanita lain selain Elina. Jadi wajar jika Arka tidak tahu persoalan wanita.


“Oke. Kamu bisa keluar dan bertanya pada sekretarisku. Aku masih banyak kerjaan.”


“Tidak mau!” pekik Elina tepat di kuping Arka membuat Arka menjauhkan tubuhnya secara reflek dan merasa kesakitan. Telinganya berdengung. Di mana nada lembut dan centil tadi yang ia dengar? Kenapa berubah menjadi suara yang sangat memekakan telinga.


“Kak Arka~ ayolah, aku ingin diantar olehmu, heum?”


Arka sudah tidak tahan lagi dengan sikap Elina. Jadi dia memutuskan untuk menuruti permintaan anak kecil ini dan membawanya ke toilet di ruang istirahat sekretarisnya.


Tapi saat mereka sudah di luar ruangan dan berada di depan meja sekretaris. Tiba-tiba Elina yang berjalan di belakang Arka menarik tangan


Arka dengan kuat sehingga Arka ikut tertarik dan menghadap Elina dan

__ADS_1


Cup!


Bibir lembut Elina menempel di bibir Arka. Hanya menempel sepersekian detik karena detik berikutnya Elina berlari kembali masuk ke dalam


ruangan kantor Arka. Dia langsung duduk dan dapat merasakan napasnya tersengal serta debaran jantungnya yang tidak beraturan.


Sial!


Ciuuman pertamanya dilakukan seperti ini! tidak romantis sama sekali dan sangat menguji adrenalin. Siapa yang akan suka jika mengalami


hal yang seharusnya romantis tapi malah tidak ada bumbu keromantisan sama sekali.


Elina bahkan tidak memastikan apa Indah melihat ciiuman tadi atau tidak. Dia terlalu malu untuk kembali keluar.


Sementara itu Arka langsung membatu di tempat. Begitu pula indah satu-satunya orang yang berada di meja sekretaris karena Laura sedang


membuatkan susu untuk Elina dan tidak ada di tempat.


Namun Arka tidak berdiri terlalu lama karena dia bergegas menyusul Elina.


“Elina! Buka pintunya!”


Ya! Arka terkunci dari luar. Karena Elina merasa takut, dia dengan reflek mengunci pintu kantor Arka. Dia melakukan itu untuk menenangkan


diri sebelum bertemu dengan musuh. Jujur saja Elina takut nanti akan seperti apa respon Arka. Pasalnya, ini sudah kedua kalinya dia memaksa Arka. Pasti dia benci sekali dengan Elina. Dengan begitu target Elina untuk menambah kebencian


Arka akan semakin cepat terkumpul.


“Elina!”


Elina : “…”


“Nona, kenapa Anda menciuum bibir Arka?” Sistem tiba-tiba muncul dan mengagetkan Elina. Debaran jantungnya menjadi semakin cepat karena saking terkejutnya.


“Kau mengagetkanku! Memangnya di mana lagi memang tempat yang harus aku ciium?”


“Di pipi kan bisa.”


“Sialan! Kenapa tidak bilang dari tadi!”


“Nona tidak bertanya.”

__ADS_1


Elina yang marah : “…”


__ADS_2