Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 69 – Arka setuju!


__ADS_3

Pagi ini Arka sengaja tidak pergi ke kantor dan Bulan juga diliburkan karena hari ini Arka akan membawa Bulan untuk menemui kakeknya.


Saat ini pukul 9 pagi dan Arka sedang duduk di dalam mobilnya menunggu seseorang. Orang yang ia tunggu adalah Bulan.


Arka mengamati kompleks perumahan yang Bulan sewa untuk tinggal. Itu terkesan miskin dan sepertinya pemikirannya soal hidup Bulan yang


baik-baik saja salah. Mungkin cucu penyelamat kakeknya ini selama ini hidup menderita. Tapi Arka tidak peduli, itu karena hidupnya sendiri selama ini jauh lebih menderita.


Arka hanya penasaran sedikit. Arka menunggu Bulan lama. Dia kesal, andai saja ini bukan karena ingin memastikan sendiri dia membawa Bulan dengan selamat ke hadapan kakeknya, mungkin dia tidak akan repot-repot menjemput Bulan


sendiri. Dia bisa saja memerintahkan bawahannya untuk menjemput wanita ini. Tapi


tidak Arka lakukan karena dia takut Bulan akan diincar oleh saudara tirinya atau bahkan anggota keluarga yang lain. Dia harus memastikan sendiri Bulan aman. Setelah ini dia akan memberikan apartemen untuk menjaga Bulan tetap berada di bawah pengawasannya.


Dia bisa menyewa pengawal untuk menjaga di kawasan perumahan ini, tapi itu akan membuang-buang tenaga kerja dan lebih baik Bulan diawasi langsung di salah satu apartemen miliknya yang tidak ia pakai.


Saat menunggu Bulan, ponselnya bergetar. Arka melirik ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. Jika itu tidak penting, dia akan


mengabaikannya. Tapi nama Elina terpampang jelas di layar. Dengan cepat Arka mengambil


ponselnya dan menjawab.


“Halo?” Arka penasaran kenapa gadis ini menelponnya.


“Kakak di mana?” Arka mendengar suara yang familiar ini. Terdengar lemah dan sepertinya gadis kecilnya ini akan menangis atau malah sedang menahan tangis karena suaranya terdengar sangau meski masih terdengar sangat manja dan


penuh dengan keluhan. Arka sudah terbiasa dengan sikap manja Elina jadi dia tidak berpikir banyak.


“Aku di villa. Ada apa?” Arka tidak berbohong. Dia memang akan ke villa sebentar lagi.


“Tidak. Kalau begitu aku tutup teleponnya.”


Sebelum Arka sempat menjawab, panggilan sudah terputus dan dalam waktu bersamaan ada ketukan kaca jendela mobil. Itu adalah Bulan dengan tampilan yang sangat berbeda dengan biasanya. Mungkin karena dia akan bertemu


kakeknya jadi Bulan sengaja mengubah penampilan, tapi Arka tidak peduli dan langsung membuka kunci pintu.


Saat Bulan akan duduk di co-pilot di samping Arka, dia berkata, “Duduk di belakang.” Dia tidak akan membiarkan Bulan duduk di sampingnya. Lebih baik dia terlihat seperti sopir daripada membiarkan kursi yang biasa Elina pakai ini di duduki oleh wanita lain.


“T-tapi …”

__ADS_1


“Cepatlah. Kakekku sudah menunggu,” kata Arka dengan dingin.


Wajah dingin Arka jelas membuat Bulan lagi-lagi kecewa dan dengan terpaksa menuruti perintahnya untuk duduk di kursi penumpang belakang.


Sepanjang perjalanan suasananya sangat hening. Arka tidak repot-repot memperhatikan Bulan dan Bulan sendiri agak takut untuk memulai


percakapan meskipun di depannya adalah karakter yang ia ciptakan sendiri. Bulan merasa tertekan karena gagal memanfaatkan situasi.


Sampai mobil itu tiba di Villa Giandra. Arka turun dari mobil dan tidak membukakan pintu untuk Bulan. Dia mengunggu di samping mobil dengan


ekspresi seperti tidak sabar dan menyuruh Bulan untuk cepat-cepat turun. Tapi semua itu hanya ditunjukan lewat mimik mukanya karena dia lebih memilih untuk diam.


Ini adalah pertama kalinya Bulan melihat villa mewah. Baik di kehidupan yang dulu maupun di kehidupan sekarang di dalam novel, ini adalah


pertama kalinya Bulan menginjakan di tempat besar dan super mewah ini. Jelas Bulan terpana, dia mengagumi bangunan super besar di depannya. Villa mewah ini di masa depan akan menjadi rumahnya setelah dia menikah dengan Arka. Dia yakin itu.


Bulan menyusul Arka yang sudah lebih dulu berjalan masuk. Arka bahkan tidak mau repot-repot menunggunya. Apakah dia tidak memiliki perasaan apapun pada Bulan? Kenapa begitu acuh?


“Lewat sini,” kata Arka setengah tidak sabar menuggu Bulan yang malah berjalan lambat dan sedang memperhatikan interior villa. “Kakekku


sudah menunggu,” kata Arka yang menegaskan kalau Bulan harus buru-buru berjalan agar bisa cepat bertemu dengan Kakek Giandra.


“Kakek, aku membawa Bulan.”


Kakek Giandra menoleh dan tersenyum cerah saat melihat seorang wanita yang malu-malu mengintip dari belakang tubuh Arka.


“Apa kamu Bulan? Biar kakek lihat, duduk di sini.”


Bulan dengan malu-malu berjalan mendekat dan duduk berseberangan dengan Kakek Giandra. Dia berperilaku sangat baik. Itu semua hanya acting yang Bulan lakukan agar memberikan kesan wanita baik-baik sehingga dia dapat diterima di


keluarga ini di masa depan.


“Bagaimana keadaanmu? Aku dengar kakekmu sudah lama meninggal.”


“Saya baik-baik saja, Pak. Benar, kakek saya sudah lama meninggal.” Bulan menunjukan ekspresi tegar namun sedikit lemah di depan Kakek Thomas.


“Panggil aku kakek. Anggap aku kakekmu. Jika bukan karena penyelamatan yang dilakukan kakekmu dulu aku mungkin tidak akan hidup sampai sekarang.”


“T-tapi …” Bulan mencoba bersikap selemah mungkin.

__ADS_1


“Tidak ada tapi-tapian.”


“Begitu … K-kakek!”


“Anak yang baik.” Thomas tertawa senang. “Dulu aku tidak sempat memberikan kompensasi pada kakekmu. Tapi sekarang setelah aku menemukanmu, aku bisa memberikan kompensasi itu kepadamu.”


“Tidak! Tidak perlu, Kek.” Bulan berpura-pura menolak.


“Jangan menolak kebaikan orang. Itu tidak baik.”


Arka hanya berdiri diam menyaksikan sandiwara di depannya yang terlihat sangat membosankan. Dia ingin cepat pergi tapi itu tidak mungkin.


“Apa ada yang kamu inginkan? Mintalah pada kakek, kakek akan mencoba memenuhi semua permintaanmu.”


Bulan menahan senyumnya. Ini adalah kesempatannya. Sesuai dengan perjanjian kemarin sore dengan Arka. Dia akan mengajukan pertunangan kontrak dengan Arka.


“Begini Kek. Aku dengar Pak Arka sedang memperebutkan kursi Presdir. Dan untuk menjamin Pak Arka mendapat kursi Presdir saya ingin membantunya di sisinya.”


“Apa yang kamu inginkan? Katakan saja langsung.”


“Sesuai dengan kesepakatan yang saya buat dengan Pak Arka, saya akan menjadi tunangan kontrak Pak Arka dalam waktu 1 tahun. Sampai beliau menjabat sebagai Presdir.”


Ya. Kemarin sore Arka dan Bulan membuat kesepakatan ini. Arka menyetujui permintaan aneh Bulan yang ingin menjadi tunangan kontraknya selama 1 tahun sampai dia benar-benar menjabat posisi Presdir. Arka setuju dengan permintaan itu karena menurut penilaiannya itu tidak rugi sama sekali dan untuk


menjamin Bulan selalu di pihaknya, dia bisa membuatnya di kubunya dengan tunangan kontrak ini. Toh itu hanya 1 tahun dan dia juga single. Untuk Elina, mungkin gadis itu akan heboh saat mendengar berita ini, tapi itu hanya sementara dan dia akan menjelaskan sendiri nanti.


“Apa kamu akan bertunangan dengan Arka, Bulan?” Thomas jelas tekejut dengan perkataan Bulan. Dia terdiam dan menilai kalau Bulan ini


sepertinya bukan wanita biasa. Bagaimana mereka bisa merencanakan sesuatu yang


seperti ini.


“Ya. Itu hanya sementara. Hanya sampai Pak Arka benar-benar mendapat kursi Presdir.” Jelas niat Bulan adalah pertama-tama kembali pada plot, sesuai alur yang ia tulis, Bulan dan Arka memang dikisahkan melakukan pertunangan kontrak. Dalam masa itu Bulan berhasil membuat Arka jatuh cinta. Bulan ingin melakukan hal yang sama seperti alur yang ia tulis.


Arka tiba-tiba mengeluarkan tiga lembar kontrak. Bulan membaca kontrak itu dan mengerutkan alisnya tidak suka dengan isi kontrak.


“Pertunangan bisa dibatalkan kapanpun dan dalam situasi apapun sesuai dengan permintaan pihak A. Pihak A adalah Pak Arka dan pihak B adalah saya. Jadi meski belum genap 1 tahun, jika Pak Arka ingin membatalkan pertunangan. Itu akan sah dilakukan?” tanya Bulan dengan tidak rela.


“Benar. Tanda tangani itu. Jika tidak setuju aku lebih baik tidak melakukan pertunangan kontrak ini.”

__ADS_1


“Tidak! Aku setuju!” kata Bulan dengan cepat. Dia tidak bisa melewatkan kesempatan ini. Dia yakin dia bisa membuat Arka jatuh cinta dalam waktu 1 tahun. Ya, dia yang paling tahu sifat dan keinginan apa yang paling Arka butuhkan. Dia pasti bisa menaklukan hati Arka!


__ADS_2