
Arka tiba-tiba tersadar dan merasa aneh, kenapa dia memegang tangan sekretarisnya? Dia tadi tidak sadar dan tangan serta tubuhnya langsung
refleks ke arah Bulan saat dia mendengar Bulan berteriak kesakitan.
Arka dengan cepat melepas tangan Bulan dan langsung menjauh. Ada apa dengan dirinya? Dia bahkan tidak mengenal sekretaris barunya ini,
kenapa dia bisa datang membantu tanpa ia sadari? Arka bingung dan pertanyaan tentang keanehan ini terus berputar di kepalanya.
Saat Arka menjauh dan berdiri, dia menoleh untuk melihat Elina, tapi gadisnya itu tidak ada di sana! Ke mana Elina pergi? Kenapa pergi tanpa pamit. Arka sedikit panik, dia takut gadis cengeng itu akan pergi ke tempat yang berbahaya.
Bulan sedih saat Arka tiba-tiba melepas tangannya dan berdiri menjauh, tadinya dia senang saat bosnya perhatian padanya. Darahnya
sekarang sudah tidak keluar lagi dan sudah berhenti. Sebenarnya lukanya sendiri tidak dalam. Itu hanya sayatan kecil, tapi entah kenapa bosnya malah tadi terlihat sangat mengkhawatirkannya. Bulan senang saat memikirkan bosnya peduli
padanya. Tapi detik berikutnya dia menggeleng dengan kuat mencoba menghapus pikiran anehnya. Ingat! Bosnya sudah memiliki tunangan!
Melihat Arka yang berdiri dengan wajah khawatir, Bulan bertanya dengan pelan dan hati-hati, “Ada apa, Pak?”
“Apa kamu melihat Elina?” tanya Arka yang langsung disesalinya. Sekretarisnya mana tahu di mana Elina berada. Dia tadi kan sedang terluka dan fokusnya juga sama-sama tertuju pada luka itu. Dia tiba-tiba merasa bodoh sendiri.
“Saya tidak melihatnya.”
Arka tidak lagi berbicara dengan Bulan dan langsung melangkah pergi menuju Adam. Dia harus bertanya pada orang lain di mana
keberadaan Elina.
Arka yang pergi tiba-tiba dan tidak lagi memperhatikan Bulan itu membuatnya sedih. Dia tidak tahu kenapa tapi Bulan merasa persaannya masam. Mungkinkah dia menyukai bosnya? Tidak! Tidak boleh. Bulan berkali-kali meyakinkan dirinya untuk tidak menyukai orang yang sudah memiliki tunangan. Mungkin dia hanya kagum dan menjadi salah satu fans Arka. Ya, itu masih masuk akal. Bulan diam-diam setuju dengan pikiran terakhirnya yang mengatakan kalau
mungkin saja dirinya hanya menganggap Arka itu sebagai idolanya dan penjelasan kenapa hatinya sakit saat idolanya tidak lagi memperhatikan juga wajar.
__ADS_1
“Adam! Apa kau melihat Elina? Dia tidak ada di ladang sayuran. Ke mana gadis itu pergi?”
Adam yang sedang mencangkul itu mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Arka lalu menggelengkan kepalanya, “Saya tidak tahu. Sedari tadi saya sibuk mencangkul. Apakah Nona Elina hilang? Haruskah saya membantu mencari juga?” tanya Adam sigap dan cepat meletakan cangkulnya.
“Tidak perlu.”
Saat Arka hendak pergi untuk mencari Elina, tiba-tiba salah satu karyawan wanita di dekat Adam berkata, “Saya melihat Nona Elina tadi pergi
ke arah balai desa. Sepertinya nona kelelahan dan ingin pergi beristirahat.”
“Begitu. Terima kasih sudah memberitahuku.”
“Senang bisa membantu, Bos.” Karyawan itu jelas senang bisa membantu bosnya melalui informasi yang dia berikan. Sayangnya dia tidak terlalu
memperhatikan kalau Elina pergi dengan air mata yang terus berlinang di sepanjang jalan. Karyawan wanita itu tidak tahu dan Arka jelas tidak akan tahu.
Seperti batu yang membebani hatinya terangkat, Arka merasa sangat lega. Tadi dia jelas panik dan takut kalau Elina akan pergi ke tempat yang berbahaya. Jika terjadi sesuatu padanya, apa yang harus dia katakan pada para tetua kedua keluarga besar itu. Jelas dia tidak bisa menanggung konsekuensi kalau Elina sampai terluka saat ada dalam jangkauan pengawasannya.
***
Elina tidak tahu kenapa air matanya terus keluar. Ya, dia menangis sambil berjalan. Pandangannya buram oleh air mata jadi dia berjalan dengan sangat lambat. Pantatnya sakit, tumit kakiknya sakit mungkin bahkan lecet dan hatinya jauh lebih sakit. Semuanya sakit! Itu membuat Elina tidak
bisa menghentikan air matanya.
Sesampainya dia di balai desa, dia masihbmenagis. Tidak ada orang satupun di balai desa ini. Hanya ada deretan kursi plastik berwana hijau yang kosong. Elina duduk dan melepas sepatunya yang kotor dan tidak lagi berbentuk. Benar saja! Kakinya melepuh dan lecet! Tidak pernah dalam hidup Elina dia terluka. Ini adalah pertama kalinya dia terluka. Bahkan waktu kecil
dulu dia tidak pernah terjatuh.
Air mata Elina semakin mengucur deras. Semuanya kenapa terasa sakit dan perih! Ya, katakan saja Elina begitu manja dan cengeng. Dia
__ADS_1
memang tidak bisa menanggung kesulitan meski sedikit. Nona muda yang terbiasa dilayani itu jelas tidak terbiasa menanggung penderitaan meski hal itu mungkin adalah hal yang normal bagi banyak orang. Tapi Elina jelas berbeda. Lingkungan di mana dia tumbuh membuatnya menjadi sosok wanita yang rapuh dan lemah.
Perlindungan yang berlebihan dan dimanjakan dengan kekayaan yang berlimpah membuat Elina tidak terbiasa dengan dunia yang kejam ini.
Lama kelamaan Elina merasa mengantuk. Jelas dia mengantuk setelah menangis hampir setengah jam, menangisi dan menyalahkan misi sistem sekaligus menyalahkan Arka karena merekalah Elina dibuat menderita seperti ini.
Elina yang sudah berhenti menangis tapi masih sesenggukan itu memutuskan untuk tidur karena matanya benar-benar tarasa berat dan sangat
mengantuk. Dia memutuskan untuk mengambil beberapa kursi plastik dan menjejerkannya sejajar, dia mengambil lima kursi plastik dan dengan bantalan tasnya, dia merebahkan dirinya di atas kursi yang berjajar itu.
Rasanya jelas sangat tidak nyaman. Itu keras! Elina tidak terbiasa. Keras dan sempit dan sangat tidak nyaman. Tapi ketidaknyamanan itu semua dikalahkan dengan rasa kantuk yang menyerang. Dia perlahan-lahan tertidur.
Meski tidak nyaman, nyatanya Elina mampu tertidur lama hingga sore. Bahkan saat satu persatu karyawan itu pulang dan memasuki balai
desa, mereka jelas terkejut saat melihat tunangan bos mereka tidur di tempat ini dengan begitu pulas.
Mereka semua tidak ada yang membuat suara dan sangat berhati-hati dalam bertindak. Elina bahkan tidak sadar kalau dirinya sudah menjadi tontonan gratis bagi para karyawan dan juga tontonan online di acara live perusahaan.
Sekali lagi siaran langsung yang disaksikan ribuan penonton itu meledak dengan banyak komentar saat kamera tidak sengaja menyoroti Elina yang sedang tertidur lelap di bangku yang berjejer.
[Apa aku tidak salah lihat? Kenapa nona muda bangsawan kita tertidur di bangku? Ini adalah pemandangan yang sangat langka! Nona muda kita begitu membumi! Sama seperti dia yang makan mie instan. Aku tidak pernah tahu kalau para bangsawan bisa menanggung kesulitan seperti ini.]
[Nona muda kita terlihat begitu menyedihkan. Lihat tampilanya yang tidak lagi anggun, yah meski masih terlihat sangat cantik. Tapi tetap saja keadaannya menyedihkan.]
[Apakah desa itu benar-benar sangat miskin hingga tidak bisa menyediakan kamar untuk para tamu? Apakah kita akan ikut berdonasi juga?]
[Yang di atasku! Tidak perlu. Untuk apa repot-repot mengeluarkan uang saat perusahaan besar membantu dan berdonasi pastilah dalam
jumlah yang sangat banyak. Tidak usah menghabiskan uang dan ikut campur urusan
__ADS_1
sosial para bangsawan dan orang kaya.]
***Mohon bantu author dengan memfollow akun ini. Terima kasih***