Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 50 - Daster dan Sandal Jepit


__ADS_3

Bulan tercengang saat Arka berkata dengan kalimat yang terdengar cukup kasar di telinganya, dia tiba-tiba merasa sangat sedih. Dia merasa seolah telah dimarahi oleh bosnya. Dia tahu kalau bosnya terkenal dingin dan sulit didekati, tapi dia tidak pernah menyangka kalau bosnya benar-benar sangat menakutkan ketika dia marah. Meski tidak teriak-teriak, perkataan datar


Arka yang tanpa emosi itu lebih menakutkan daripada omongan dengan nada keras.


“Maaf, Pak. Saya akan pergi.” Bulan dengan cepat bangkit. Tapi entah kenapa pelupuk matanya basah dan dia menangis. Bulan juga tercengang


kenapa dirinya menangis? Dan hatinya juga benar-benar sakit tanpa sebab seolah Arka ini adalah kekasihnya yang menolaknya. Bulan merasa aneh dengan pikirannya sendiri. Dia dengan cepat membuang pikirannya yang merasa Arka adalah miliknya dan bukan milik Elina. Tidak! Dia tidak boleh melewati batas.


Arka yang ditinggal sendirian itu berdiri dan pergi untuk membuat sebuah panggilan. Dia akan melakukan pekerjaannya tapi sayangnya di


desa terpencil ini akses sinyal sangat sulit dan perlu perjuangan mencari sinyal jika ingin menghubungi dunia luar.


Mungkin dia harus memberi bantuan berupa tower sinyal? Agar desa ini bisa dengan lancar berkomunikasi dengan dunia luar? Atau haruskah dia membantu perbaikan jalan agar akses ke tempat ini jadi lebih mudah dan desa ini menjadi tidak terisolasi dengan daerah lain. Ya, dia akan membahasnya di rapat berikutnya.


***


Elina berdiri cukup lama di depan pintu kamar mandi yang terbuka dan memperlihatkan isi di dalamnya. Dia ragu-ragu apakah harus masuk? Tapi kamar mandi ini terlihat begitu kotor dan menjijikan.


Kamar mandi yang dindingnya terbuat dari batu bata dan lantainya diplester menggunakan semen dan bukan kamar mandi dengan keramik. Ada


bak mandi di dalamnya tapi Elina tidak tahu cara mandinya harus seperti apa! Dia tidak bisa berendam di bak yang berisi air dan juga tidak ada shower. Jadi bagaimana mandinya?


Kebetulan ada seorang wanita yang baru selesai mandi di sebelah Elina. Dia menghentikan wanita itu dan bertanya.


“Tunggu, bagaimana cara mandi? Di dalam tidak ada shower dan baknya sepertinya tidak cukup untuk digunakan menjadi tempat berendam?”


“Nona coba lihat, ini adalah gayung yang digunakan untuk mengambil air dan digunakan untuk mengguyur tubuh kita sehingga air bisa


membasahi tubuh.” Karyawan wanita itu mengambil gayung dan mempraktikan bagaimana cara memakainya.


Elina melongo dibuatnya. Jadi benda asing ini digunakan untuk mandi? Ini adalah pertama kalinya dia melihat benda seperti itu dan cara

__ADS_1


mandi yang menurutnya aneh.


“Begitukah? Lalu di dalam kamar mandi gelap dan aku tidak bisa melihat di dalamnya seperti apa nantinya.”


“Nona, ada saklar lampu tinggal pencet saja dan lampu pasti akan menyala. Begini! Nah, sudah siap.” Karyawan wanita itu dengan baik hati


membantu Elina menyalakan lampu.


Elina benar-benar dibuat terpana dengan penderitaan orang miskin ini. Apakah semua orang yang hidupnya kekurangan mandi dengan cara ini? Elina tiba-tiba menjadi bersyukur lahir di keluarga yang kaya raya dan bisa menikmati kemewahan yang para orang miskin impikan.


“Terima kasih atas bantuannya.”


“Kalau begitu saya pergi dulu. Jangan lupa untuk mematikan lampunya saat sudah selesai mandi. Hemat listrik, Nona.”


“Begitu, aku mengerti.”


Elina dengan ragu masuk ke dalam kamar mandi. Dia bahkan tidak tahu di mana harus meletakan baju gantinya. Untungnya dia tidak begitu bodoh,


Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Elina mandi di tempat yang tidak layak. Dan dia juga baru pertama kali mandi dengan alat yang disebut gayung ini. Meskipun sulit, tapi lama kelamaan Elina menjadi terbiasa. Dia mulai


membersihkan diri dengan benar dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Tak lama kemudian Elina sudah selesai mandi. Dia membungkus rambutnya yang basah menggunakan handuk dan berjalan keluar. Baju yang baru dia tahu namanya adalah daster begitu pas di tubuh Elina. Meskipun di bagian dada


agak sedikit sempit dan panjang daster ini hanya di bawah lutut sedikit.


Saat Elina memasuki balai desa tiba-tiba semua orang memperhatikannya dan beberapa orang menghentikan aktifitasnya. Elina entah kenapa merasa tatapan orang-orang ini aneh. Apa dia terlihat begitu jelek dengan daster ini?


“Ada apa? Apa aku terlihat jelek memakai baju ini?” Elina bertanya dengan sedih. Dia selalu ingin terlihat cantik dan anggun di mana dan kapanpun, jika pakaian ini membuatnya jelek, dia tidak tahu harus melakukan apa untuk mempercantiknya.


Orang-orang yang melihat Elina ingin membantahnya dengan keras! Omong kosong apa yang nona muda ini bicarakan! Seumur hidup mereka, mereka belum pernah melihat orang yang memakai daster tapi terlihat seperti

__ADS_1


memakai baju yang mahal dan mewah. Daster itu begitu indah saat dipakai Elina. Atau mungkin ini adalah aura bangsawan? Yang akan selalu terpancar tidak peduli apa yang kamu kenakan kamu akan terlihat mewah.


“Nona! Anda terlihat begitu cantik dan sangat wangi!” kata Adam tanpa sadar. Meskipun jarak mereka sedikit jauh, tapi bau wangi dari tubuh


Elina bisa tercium begitu jelas dari jarak ini. Elina benar-benar sangat wangi. Mungkin itu karena produk yang ia kenakan sangatlah mahal dan khusus.


“Benarkah?” Elina tersenyum.


Arka yang baru saja masuk dan melihat Elina tersenyum pada Adam langsung mengerutkan keningnya. Kenapa gadis kecil ini tersenyum pada laki-laki lain dengan sangat manis tapi bersikap dingin dan mengabaikannya tadi?


“Elina! Kemari,” pertintah Arka yang langsung dibalas dengan hanya sebuah dengusan dari Elina.


Elina hanya menoleh ke arah Arka dan langsung mengabaikan laki-laki itu. Dia berjalan menjauh dari Arka dan meletakan barang-barangnya


termasuk baju kotor yang ia masukan ke dalam kantong plastik.


“Pak Adam, apa kamu sudah memasak mie? Aku lapar. Boleh aku minta mie mu? Atau aku minta tolong untuk dimasakkan mie. Bolehkah?”


Arka yang diabaikan : “…”


Adam yang didekati oleh Elina merasakan krisis yang mendalam. Saat dia melirik ke arah bosnya, bosnya memberikan tatapan tajam penuh


ancaman. Dia merasa hidupnya seperti sedang dipertaruhkan. Dia tanpa sadar menelan ludahnya dengan susah payah. Yah, apa yang harus dia lakukan. Bos! Istrimulah yang mendekatiku lebih dulu, bukan aku! Isi hati adam menjerit seperti itu.


Saat ini di siaran langsung juga kembali mendidih saat lagi-lagi kamera menyoroti Elina.


[Sial! Apakah itu daster? Ada wanita yang menggunakan daster begitu cantik dan malah terlihat cukup seksi! Benar-benar wanita itu sangat dianugerahi dengan tubuh dan wajah yang sempurna.]


[Aura orang kaya memang berbeda! Mau pakaian apapun itu jika dipakai oleh mereka pasti terlihat mahal.]


[Nona muda dari Keluarga Maharani sangat cantik meski menggunakan baju yang mungkin harganya tidak lebih dari seratus ribu.]

__ADS_1


[Di atasku benar. Aku tebak harga daster itu paling hanyalah lima puluh ribu. Nona Elina benar-benar cantik.]


__ADS_2