
“Yah … lumayan.” Elina menganguk-anggukan kepalanya merasa senang karena dia akan memiki uang yang banyak setelah melakukan dan membuat vlog tentang dirinya. Membuat video kesehariannya tidaklah sulit.
Sulit?
Tunggu!
Sepertinya Elina melupakan bagian terpenting. Misi apa tadi yang sistem berikan padanya?
Elina gelisah. Dia dengan cepat membuka sistem dengan pikirannya. Tak lama kemudian sistem itu tampil di depan Elina.
Sial!
Itu pertanian lagi!
Kenapa dia harus terus berhubungan dengan yang namanya pertanian! Apa tidak cukup dia sudah pergi ke pedesaan? Elina sakit kepala. Dia
seharusnya sekarang bersantai! Tapi apa? Pekerjaan sulit lainnya kini sudah menanti dan ternyata juga ada batas waktunya. Itu harus dilakukan dalam waktu 1 bulan dari pembajakan sampai panen.
Tapi pertanian apa yang harus ia lakukan? Sistem tidak menulis secara detail dan juga tidak membatasi gerak lingkupnya. Dia cukup beruntung dengan tidak ada batasan. Mungkin dia bisa menunjukan cara berkebun di rumah kaca milik ibunya? Tapi sepertinya itu tidak sesuai dengan perintah sistem.
Saat Elina tenggelam dalam pikirannya, ketukan di pintu menyadarkannya.
“Masuk!”
Elina pikir itu pelayan yang mungkin akan mengambil mangkuk buburnya. Jadi Elina tidak repot-repot turun dan membuat dirinya lelah dengan berjalan ke arah pintu. Ya, dia malas. Sangat malas dan dia sebenarnya masih merasa lelah.
“Elina!”
Pintu terbuka dan sesosok melesat masuk seperti cahaya dan langsung mendudukan dirinya di kasur Elina dengan kasar hingga membuat kasur
empuk itu memantul dan Elina bahkan sedikit bergoyang tubuhnya.
“Clara?” Elina masih syok. Dia tidak mengira orang yang masuk itu akan menjadi sahabatnya. “Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Elina! Elina! Ya ampun Elina! Aku tidak percaya!” kata Clara dengan sangat heboh. Suaranya sangat tinggi dan itu membuat kuping Elina sakit.
“Ada apa? Kenapa begitu heboh?”
“Ada apa katamu? Gila! Kalau aku tidak sengaja membuka internet mungkin aku tidak akan pernah mengerti berita ini.”
“Berita apa?”
“Ya ampun! Aku baru tahu kalau kamu terkenal! Kamu sekarang sudah seperti selebriti kecil yang memiliki banyak pendukung. Itu berkat video live
__ADS_1
yang Perusahaan Giandra lakukan. Beberapa tayanganmu menjadi panas dan menjadi
terkenal.”
“Benarkah?” Elina tidak begitu tertarik dengan dirinya yang terkenal di media sosial.
“Kenapa kamu tidak terlihat bersemangat? Bukankah kamu harus senang. Sekarang kamu terkenal menjadi nona muda yang menderita di pedesaan tapi tetap terlihat cantik dan terlihat lucu. Itu cukup baru bagi masyarakat dan kamu menjadi terkenal karena itu.”
Ada jeda waktu lama untuk Elina memahami apa arti dari dirinya yang terkenal.
Hebat!
Dia terkenal!
Elina membulatkan matanya dan tatapannya berubah berbinar senang. Benar! Sekarang dia terkenal dan dia bisa melakukan misi dengan mudah. Meskipun Elina tidak tertarik dengan dunia industri hiburan, tapi dia rela menjadi
selebritas kecil demi misi. Dia bisa saja mencari atau memerintahkan kakaknya untuk membuka studio sendiri, tapi itu akan merepotkan karena mungkin dia tidak akan lama menggeluti dunia hiburan ini.
“Benar aku terkenal!” Elina memegang kedua tangan Clara. “Kalau begitu temani aku pergi ke mall untuk membeli kamera!”
“Untuk apa?”
“Untuk membuat video. Aku akan merekam keseharianku!”
“Nona, perlu saya ingatkan. Sebaiknya Nona membaca kembali persyaratan dan pejelasan dari misi kali ini. Sepertinya Nona salah memahaminya.”
Elina terdiam sesaat saat suara A1 terdengar di telinganya.
“Apa aku salah memahami?” tanyanya lewat telepati. Saat ini Elina sudah melepas tangannya dari tangan Clara dan duduk kembali dan bersandar di dinding. Dia mengambil ponselnya dan berpura-pura bermain dengan ponselnya
untuk menyembunyikan fakta bahwa dia sedang berkomunikasi dengan A1.
Ada Clara di sebelahnya, dia tidak mungkin berbicara lantang dan hanya bisa melakukan pembicaraan lewat pikiran dan saat Elina berkomunikasi, pasti orang luar akan mengira dirinya melamun karena diam saja dan tidak
melakukan apapun. Karena itu Elina berpikir untuk membuat alibi dengan berpura-pura bermain ponsel di depan Clara.
Clara yang melihat Elina bermain dengan ponselnya mengira Elina sedang mencari informasi mengenai kamera apa yang akan dibeli nanti jadi dia tidak mengganggu Elina dan juga dia memutuskan untuk ikut bermain ponselnya.
“Jadi bagaimana?” tanya Elina lagi.
“Begini, sistem menginginkan Nona melakukan siaran langsung dan bukan membuat video yang direkam dan diunggah. Jadi harus bersifat realtime saat itu juga. Nona bisa melakukan berbagai kegiatan tidak terbatas hanya dalam
pertanian. Setiap melakukan siaran langsung, Nona akan mendapat uang yang dinilai dengan tingkat kesulitan. Sistem memberi Nona uang hadiah 10 miliar untuk melakukan siaran langsung kegiatan pertanian karena sistem tahu itu merupakan tugas yang sulit. Nona bisa memulai dengan hal sederhana seperti siaran langsung saat Nona berdandan dan menunjukan koleksi pakaian Anda. Bisa kehidupan sehari-hari dan sistem akan memberikan hadiah setiap siaran langsung berakhir. Singkatnya adalah Nona hanya bisa menggunakan kamera ponsel untuk melakukan siaran langsung. Tidak bisa menggunakan kamera.”
__ADS_1
“Aku baru memahaminya. Jadi begitu? Tapi misi utamaku tetap bertani untuk mendapatkan 10 miliar itu, kan?”
“Benar. Tapi Anda bisa memulai dengan hal sederhana atau terserah apa yang ingin Anda lakukan terlebih dahulu.”
“Kalau begitu aku akan melakukan hal yang tersulit dulu. Yaitu Bertani.”
“Baik, begitu. A1 akan offline.”
“Ya.”
Elina merasa dia tercerahkan! Baru kali ini dia merasa memiliki A1 sebagai asistennya itu berguna. Maafkan Elina karena selama ini dia
menganggap keberadaan A1 itu tidak ada gunanya dan sia-sia. Ya, sekali lagi maafkan
Elina.
Elina menyimpan ponselnya dan menatap Clara, kemudian dia berkata, “Sepertinya aku tidak jadi membeli kamera.”
Clara menoleh dan menatap Elina dengan tatapan penuh tanda tanya. “Kenapa?”
“Aku tidak membutuhkannya. Jadi jangan buang-buang uang,” jawab Elina asal dan berbicara omong kosong. Sejak kapan nona muda ini tahu cara berhemat? Yang dia tahu selama ini hanyalah berbelanja dan membuang uang. Jadi pernyataan Elina jelas membuat Clara tidak percaya.
“Kamu bercanda? Sejak kapan kita tahu cara berhemat? Tidak, lebih tepatnya sejak kapan Nona Muda dari Keluarga Maharani tahu cara berhemat dan tidak membuang uang?”
“Sialan! Yah, memang benar. Anggap saja ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku menghemat uang.”
Mereka saling menatap dan akhirnya tertawa bersama. Mereka tertawa entah apa yang ditertawakan, padahal tidak ada yang lucu dari perkataan mereka berdua. Selera humor Elina dan Clara memang patut dipertanyakan.
“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan hari ini?”
“Itu pertanyaanku. Kenapa kamu datang menemuiku?” tanya Elina.
“Untuk memberitahukanmu kalau kamu terkenal,” jawab Clara dengan polosnya.
“Hah? Serius? Apa kamu bercanda? Hanya itu?” Elina tidak menyangka kalau alasan kedatangan Clara hanyalah masalah yang sangat sepele.
“Kalau begitu, haruskah kita datang ke perusahaan kakakku dan mengganggunya?” tanya Clara dengan senyum nakal.
“Benar. Mari kita ganggu Kak Bara. Aku ingin mentraktirnya makan. Mungkin sekarang akan baik-baik saja.”
“Ayo pergi! Mari kita mengganggu laki-laki batu itu!” Clara berdiri dengan semangat. Dia tidak sabar memberi kejutan untuk kakaknya dengan
membawa Elina ke Perusahaan Wijaya. Akan seperti apa reaksinya nanti? Hehe … Clara tidak sabar!
__ADS_1