Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 65 – Aku Bulan Yang Kau Cari


__ADS_3

Bulan menyunggingkan senyumnya dan mengambil kembali kopinya. Lalu dia berjalan ke arah meja lain dan menaruhnya di sana. Setelah itu Bulan kembali berjalan dan berdiri di depan Arka.


Arka yang sedang menunduk itu jadi mendongak dan menatap Bulan dengan ketidaksukaan yang ia tunjukan dengan jelas. Kenapa wanita ini terus mendekatinya.


“Apa aku menyuruhmu untuk berdiri di sini?” Arka sangat sibuk dan dia kesal jika pekerjaannya diinterupsi seperti ini.


“Ada yang ingin aku katakan kepada Anda, Pak.” Bulan sudah tidak sabar untuk memberitahukan kalau dirinya lah yang ia cari selama ini. Kenapa


tidak sadar juga!


“Apa kamu ingin memberikan surat pengunduran diri?” Arka pikir karyawan barunya ini mungkin akan mengundurkan diri. Yah, dia juga tidak


menyukai pekerja yang seperti Bulan ini. Itu akan memudahkannya dan dia jadi tidak perlu repot-repot untuk memecat Bulan.


Bulan terbungkam. Dia terdiam dengan kata-kata Arka. Apakah kerja Bulan sebelumnya begitu buruk hingga meninggalkan kesan jelek di mata Arka. Kalau begitu mungkin akan sedikit sulit bagi Cantika untuk memperbaiki citra Bulan di depan Arka. Sial! Seharusnya dia datang lebih cepat agar bisa memperbaiki jalan cerita lebih dulu.


“Tidak. Ini sesuatu yang sangat penting bagi Pak Arka .”


Arka : “…” Arka benar-benar tidak tertarik dengan topik yang akan Bulan katakan.


“Apakah Pak Arka sedang mencari Bulan cucu penyelamat Kakek Giandra?”


Bulan tersenyum saat melihat ekspresi Arka yang berubah sedikit. Alis Arka berkerut, itu salah satu tanda kalau Arka pasti tertarik dengan apa yang akan dia katakan selanjutnya.


Arka sebenarnya cukup terkejut dengan perkataan Bulan. Tahu dari mana dia soal masalah keluarga ini. Topik ini sangat rahasia. Kenapa Bulan yang tidak ada hubungannya bisa tahu? Arka menaruh curiga pada Bulan. Tapi dia masih tetap mempertahankan wajah dinginnya.


“Aku adalah Bulan yang kalian cari.”


Arka menyeringai, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi dan dia menatap Bulan dengan tajam. “Apa kau pikir aku bisa dibohongi dengan mudah?”


“Aku tahu ini tiba-tiba, tapi aku benar-benar Bulan yang Bapak cari. Aku bisa membuktikannya. Aku tidak sengaja mencuri dengar soal Keluarga


Giandra yang mencari seseorang.”

__ADS_1


“Begitu. Kau bisa keluar sekarang,” usir Arka dengan dingin.


Cantika tercengang. Apa hanya seperti ini responnya? Kenapa Arka tidak terlihat senang saat dia mengatakan kalau dialah orang yang dia cari selama ini? Respon Arka tidak sesuai dengan imajinasi Cantika.


Cantika terpaksa keluar dengan wajah tertekuk. Dia kecewa.


Saat Bulan sudah keluar, Arka langsung mengambil ponselnya dan memanggil detektif yang sudah dia sewa untuk mencari Bulan. Arka meragukan identitas Bulan meski dia memiliki nama yang sama dengan cucu peyelamat kakeknya, tapi dia tidak pernah menyangka kalau orang yang ia cari berada di dekatnya. Tapi Arka juga masih tetap berhati-hati karena siapa tahu mungkin ini adalah jebakan yang Aris buat untuk mengecohnya. Tapi kalau benar, ini seperti mendapat panen tanpa menanam.


“Halo, hentikan pencarian dan ganti target. Ya, selidiki Bulan yang bekerja menjadi sekretarisku. Aku tunggu kabar secepatnya.”


Arka meletakan teleponnya dan dia menghela napas panjang. Terlalu banyak hal yang terjadi padanya. Dia sebenarnya pusing harus menghadapi masalah ini seperti apa. Elina juga menambah bebannya. Kenapa juga gadis yang biasanya mengejar-ngejar dia tanpa lelah dan akan terus menempel seberapa dinginnya


sikapnya sekarang malah menjauh dan marah.


“Ah!”


Arka setengah tersenyum saat memikirkan hal apa yang membuat Elina bertingkah seperti itu. Apakah karena dia mengabaikannya di pedesaan dan terlihat dekat dengan Bulan. Jika ingatannya benar, Elina memang memergokinya beberapa kali sedang bersama dengan Bulan. Tapi jelas gadis itu salah paham terhadapnya.


memang cemburu. Dia tidak tahu harus membujuk gadis itu seperti apa. Haruskah dia


membujuknya atau membiarkannya saja?


Entahlah. Untuk saat ini lebih baik dia fokus bekerja dan menunggu detektif itu menyelidiki identitas Bulan yang sebenarnya.


Itu sudah lima jam berlalu saat Arka memerintahkan detektif untuk mencari kebenaran dari identitas Bulan. Dan sekarang dia sudah mendapat laporan.


“Apa sudah mendapatkan informasi?” Arka bebicara melalui telepon.


“Ya, Pak. Memang benar Bulan yang bekerja di perusahaan Anda memilki kakek yang sama dengan orang yang Anda cari.”


“Begitu dekat. Kenapa kita tidak bisa lebih cepat


menemukannya padahal orangnya ada di negara ini dan sangat dekat.”

__ADS_1


“Entahlah. Tim kami juga sudah mencari ke penjuru negri tapi informasinya seolah hilang dan sekarang seperti sulap tiba-tiba bisa dengan


mudah dilacak. Saya curiga ada seseorang yang sengaja menutupi informasi Bulan dan sekarang orang itu sudah tidak lagi merahasiakan profile hidupnya.”


Arka : “… begitu. Terima kasih.”


Arka masih menaruh curiga dengan Bulan. Kenapa dia bisa tahu kalau dirinya mencari seseorang dan kenapa dia baru mengaku sekarang setelah sekian lama. Bisa saja dia langsung datang kepadanya saat hari pertama bekerja. Sebenarnya apa motifnya? Apakah dia juga dikendalikan oleh seseorang?


Arka menutup berkas dan dia berencana untuk segera memberi tahukan informasi ini kepada kakeknya. Jadi lebih baik dia menunda pekerjaan


dan pulang ke villa.


Tapi sebelum itu dia akan berbicara dengan Bulan untuk mendiskusikan masalah selanjutnya. Jangan sampai Bulan ditemukan oleh Aris.


Arka bangkit. Mengambil jasnya dan memakainya sambil berjalan keluar ruangan.


Saat sampai di meja sekretaris. Dia berhenti sesaat dan menatap Bulan. Lalu dia berkata, “Apa sekretaris Bulan ada waktu sore ini?”


Bulan yang sedang duduk dan meneliti jadwal itu mendongak dengan senyuman lebar. Bulan mengangguk dengan sangat bersemangat. “Ya! Saya punya waktu.”


“Kalau begitu biarkan asisten Adam mengantarkan Anda ke suatu tempat setelah pulang bekerja. Ada yang ingin saya bicarakan.”


“Siap!”


Arka berjalan meninggalkan Laura dan Bulan dengan berbagai ekspresi dari dua orang wanita itu.


Bulan yang terlihat sangat senang berbeda dengan ekspresi terkejut Laura yang duduk di samping Bulan. Sejak kapan rekannya memiliki


hubungan yang dekat dengan bosnya? Apakah ini sebuah perselingkuhan? Bukankah bosnya sudah memiliki tunangan? Atau dia salah paham dan sebenarnya bosnya ingin berbicara dengan Bulan untuk masalah pekerjaan? Tapi kalau masalah pekerjaan, itu kan bisa dikatakan sekarang dan tidak perlu keluar ke tempat lain. Sebenarnya


apa yang baru saja dia saksikan? Haruskah dia melapor pada Nona Elina? Laura sedang perang batin.


Sementara itu Bulan sudah duduk dengan senyuman yang tidak pernah memudar dan dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan Arka. Dia bisa menebak pasti dia akan membicarakan soal pencarian Bulan. Dia akan menanti waktu sore dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2