Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis
BAB 12 – Pesta Minum Teh


__ADS_3

Saat di dalam mobil menuju villa, Elina baru tersadar kalau dia telah bertindak tanpa bertanya pada sistem terlebih dahulu. Bukankah dalam


novel Elina menjadi jahat karena hasutan kedua temannya itu? Lalu bagaimana sekarang? Dia Sudah merobek persahabatan palsu ini. akankah dia mendapat hukuman?


Karena ingin berbicara, Elina menurunkan pembatas dalam mobil sehingga sopir tidak akan bisa mendengar pembicaraanya dengan sistem.


“Sistem? A1?”


“Ya, Nona.”


“Apakah aku akan mendapatkan hukuman jika bertindak gegabah? Tadi aku sudah melakukan hal yang mungkin akan bertentangan dalam novel. Apakah aku salah karena sudah memutuskan hubungan dengan kedua orang itu?”


“Tidak akan mendapat hukuman. Selama itu bukan misi dari sistem, itu tidak akan berpengaruh. Nona bisa melakukan apa saja selama itu bukan dari misi sistem. Namun, jika diberi misi dan gagal, maka akan ada hukuman.”


“Lalu apa hukumanku?”


“Ada dua jenis misi. Misi utama dan misi sampingan. Yang mendapat hukuman jika gagal hanyalah misi utama dan bentuknya adalah


pengurangan jumlah uang yang akan didapat nantinya.”


Elina : “…”


Elina merasa lega karena tindakannya tadi tidak mempengaruhi alur tapi dia juga merasa tidak suka saat mendengar kalau akan ada hukuman jika misi utama gagal. Dan itu adalah pengurangan uang? Oh, tidak bisa! Itu tandanya


Elina harus selalu bekerja keras dan memastikan kalau dirinya akan selalu berhasil. Ngomong-omong Elina ini juga orang yang sangat ambisius meskipun suka malas dan lebih suka bersantai dan menikmati kemewahan dan hidup bebas dari rasa khawati. Itu dulu di dunia nyata … sekarang, hah, tolong jangan ditanyakan sekarang keadaannya seperti apa. Sudah pasti miris. Setiap hari harus mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan belum tentu akan terjadi.


Setibanya di rumah, Elina langsung pergi ke kamarnya. Yang dilakukan olehnya pertama kali adalah menidurkan dirinya diatas kasur. Rasanya


sangat nyaman setelah seharian beraktivitas untuk merebahkan dirinya dan beristirahat.


Saking lelahnya Elina tanpa sadar tertidur bahkan sebelumvsempat untuk berganti baju. Ya, di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah selelah ini. lelah fisik dan lelah pikiran.


Sekitar tiga puluh kemudian Elina terbangun karena ketukan pintu. Saat dia membuka pintu itu adalah Paman Sam.


“Nona, tuan dan nyonya sudah kembali dan sekarang akan makan malam bersama. Apakah Nona ingin makan bersama mereka atau makan diantar ke kamar?” Elina yang dulu sangat jarang makan bersama keluarganya. Jadi kepala

__ADS_1


pelayan ini mencoba lagi untuk sedikit membujuk agar mereka bisa hidup harmonis dan makan bersama. Karena sepertinya nonanya sudah banyak berubah.


“Dan juga belanjaan Anda sudah tiba dan para pelayan siap untuk membereskannya,” lanjut kepala pelayan itu.


“Begitu. Biarkan para pelayan untuk membereskan belanjaanku. Aku akan mandi dan setelah mandi aku akan turun untuk makan.”


“Baik, Nona.”


***


Sudah satu minggu Elina hidup di dunia novel ini. yang dia lakukan satu minggu terakhir hanyalah melakukan perawatan dan berbelanja dengan


gila-gilaan untuk memenuhi ruang gantinya. Kini kulitnya sudah jauh lebih membaik dan keadaan fisik Elina sekarang bisa dikatakan dalam keadaan sempurna. Wajah yang cantik, kulit yang mulus, bentuk tubuh yang seperti gitar spanyol


dan bagian yang seharausnya menojol juga menonjol.


Hubungannya dengan keluarganya juga sudah banyak membaik. Kini Elina tidak lagi canggung untuk bersikap manja kepada seluruh keluarganya. Tapi dia masih belum bisa terlalu dekat dengan kakaknya karena kakaknya sedang


melakukan perjalanan bisnis sejak satu minggu lalu dan perkiraan itu akan memakan waktu satu bulan.


“A1, apa sistemmu rusak?”


“Apa yang Anda bicarakan, Nona?”


“Kenapa aku belum juga mendapat misi?”


“Saya sudah bilang untuk bersabar. Misi akan segera tersedia.”


“Oh.”


Elina hanya ber oh ria seperti tidak tertarik. Jika dia tidak mengingat kalau dirinya berada di dalam sebuah novel, dia bisa saja sudah melupakan keberadaan sistem ini yang benar-benar tidak memberikannya misi meski waktu sudah berlalu satu minggu lamanya semenjak dia bertransmigrasi ke dalam tubuh dan karakter Elina ini.


Elina yang sedang berada di ruang perpustakaan melanjutkan bacaannya. Ya, saat ini Elina sedang membunuh waktu dengan membaca berbagai


macam novel di perpustakaan keluarganya. Untungnya di villa ini tersedia beberapa fasilitas seperti ruang gym, bioskop pribadi, perpustakaan, dan kolam renang. Mungkin hanya itu? Entah, Elina belum menjelajah seluruh villa. Dia tidak ingin terlalu membuang tenaga oke. Hemat tenaga dan berbaring di kursi malas adalah hobi Elina. Hehe siapa yang tidak ingin memiliki hobi seperti itu? Tidak akan ada manusia yang menolak untuk rebahan dan bersantai ria tanpa perlu mengkhawatirkan hal-hal duniawi. Elina sangat mencintai cara hidupnya ini.

__ADS_1


Bacaan Elina terganggu saat ia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.


“Elina! Sayang, kamu menghabiskan waktu di perpustakaan terlalu lama. Kenapa tidak membantu ibu untuk menghias bunga?” Leila berjalan menghampiri Elina yang sedang duduk di dekat jendela bermandikan sinar matahari dan sedang memegang buku yang terbuka. Pemandangan yang begitu indah.


Elina menutup bukunya. Sedikit terkejut memang. Lalu dia mendongak ke arah ibunya. “Bu! Sejak kapan ibu masuk? Kenapa aku tidak mendengar pintu terbuka?”


“Kamu sangat fokus membaca, bagaimana bisa mendengarku masuk.” Ibu Leila tersenyum hangat.


“Merangkai bunga?”


“Iya.


“Baiklah. Mari kita merangkai bunga.”


Di villa ini juga ada rumah kaca yang ditumbuhi oleh berbagai macam bunga langka yang Ibu Leila rawat dengan hati-hati. Biasanya jika teman-teman ibunya datang, mereka akan merangkai bunga dan melakukan pesta minum teh di rumah kaca ini.


Elina mengikuti Ibu Leila ke rumah kaca. Saat sudah lumayan dekat samar-samar dia mendengar tawa elegan dan anggun dari dalam rumah kaca.


Elina berhenti sejenak. Menatap mata ibunya dan meminta penjelasan.


“Apa?” tanya Ibu Leila.


“Apa di dalam ada orang? Kenapa ibu tidak bilang kepadaku terlebih dahulu kalau ada tamu?”


“Bukankah kamu tidak bertanya tadi?”


Elina : “…”


Memang betul Elina tidak bertanya sebelumnya. Tapi bukan berarti ibunya harus bungkam dan tidak memberitahunya secara inisiatif, kan?


“Tidak apa. Itu teman-teman ibu. Mereka ingin melihatmu.”


“Mereka ingin melihatku atau ibu yang sengaja ingin membawaku ke sana?” Seingat Elina, Elina dalam novel belum pernah mengikuti ibunya kalau sedang merangkai bunga ataupun mengadakan pesta minum teh.


“Keduanya benar. Hehe. Itu karena dulu setiap ibu ajak kamu selalu menolak dan sekarang sikapmu telah berubah jadi ibu ingin memperkenalkanmu pada mereka. Jangan marah, ya?”

__ADS_1


“Aku tidak marah. Hanya sedikit terkejut saja. Baiklah, Bu. Ayo masuk.”


__ADS_2