
“Kak Arka tidak mau tanggung jawab? Kalau begitu aku pergi!” Elina pergi dengan berpura-pura marah dan kecewa. Tapi dia sebenarnya sangat senang karena bisa kabur dari medan perang ini. Sedari tadi jantungnya berdebar dengan tidak karuan saat harus membuat Arka semakin membencinya dengan cara menempel.
Ding!
[Misi berhasil! Selamat! 10 juta akan langsung masuk ke akun virtual Anda]
Elina tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Akhirnya dia mendapat uang pertamanya meskipun jumlahnya sangat sedikit. Tapi dia yakin untuk kedepannya pasti akan ada lebih banyak misi dan dia akan bisa mengumpulkan uang
lebih banyak.
Elina berjalan menjauh dari rombongan Arka yang semuanya memasang wajah bertanya-tanya tentang apa yang dibicarakan Elina dan Arka yang sepertinya terdengar ambigu.
“Maksud Elina itu apa Arka?” tanya Verno. Dia tidak melihat wajah Arka yang benar-benar terlihat sangat datar namun tatapan tajamnya terus mengikuti ke arah ke manapun Elina bergerak.
Arka : “…”
“Apa kalian benar-benar tidur bersama?” tanya Daniel tidak percaya dengan tebakannya sendiri. Apakah itu benar?
“Selamat ulang tahun. Aku ada urusan dan tidak bisa tinggal di pesta ini terlalu lama. Aku pergi,” kata Arka dan berjalan mengikuti Elina dalam
diam.
Sekali lagi pemandangan yang tersuguh itu membuat ketiga orang yang masih berdiri itu merasa bingung dan merasa bodoh karena tidak tahu akan kebenarannya.
***
Elina berhasil kabur dengan tanpa halangan. Buktinya saat ini dia sedang duduk di dalam mobil dan sedang dalam perjalanan pulang dengan aman.
“Haah…”
Elina menghela napas lega. Dia sangat bersyukur bisa langsung kabur dari Arka. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan Arka lakukan jika
dia tetap di sana. Sepertinya acara bersosialisasi untuk malam ini gagal total.
Dia gagal untuk membuat teman baru dan bahkan datang ke pesta ulang tahun hanya sebentar dan langsung pulang tanpa bisa menikmati pestanya. Tidak, bukan pesta yang ingin Elina nikmati. Itu makanannya! Ya,
elina sebenarnya merasa lapar karena demi menjaga bentuk tubuhnya malam ini
karena memakai gaun, dia sengaja untuk berpuasa.
Tubuhnya saja sampai bergetar karena kelaparan. Dia bertekad jika sudah sampai rumah hal yang akan dia lakukan pertama kali adalah makan! Pokoknya dia harus makan terlebih dahulu.
__ADS_1
Benar saja, sesampainya di villa, Elina langsung berjalan cepat dengan sepatu hak tingginya.
“Nona sudah kembali. Kenapa begitu awal? Ini baru jam delapan malam.” Pman Sam mengecek jam dipergelangan tangannya. Ketika nonanya
pergi, dia biasanya akan pulang larut atau bahkan sampai menginap. Ini tumben sekali sekarang nonanya sudah pulang dan terlihat terburu-buru.
“Begitu awal apanya? Ini kan sudah malam.” Oh! Elina lupa kalau dulu di kehidupan di dunia nyata dia memiliki jam malam dan harus pulang
jika sudah jam delapan malam. Jika telat maka akan terkena hukuman. Sebagai nona muda bangsawan Elina jelas harus mematuhi perintah itu. Dia lupa kalau sekarang dia berada di keluarga dengan aturan yang berbeda meski orang-orangnya mirip seperti di kehidupan asli Elina.
“Paman, aku sangat lapar. Aku ingin makan nasi goreng seafood. Tolong perintahkan koki untuk memasak dengan cepat.” Bagi Elina makan
lewat jam delapan seharusnya tidak akan pernah ia lakukan. Tapi apa daya dia sangat lapar. Benar-benar lapar yang tidak bisa diabaikan rasa sakitnya.
“Baik, Nona.”
Tak lama kemudian Paman Sam datang dengan sepiring nasi goreng dan menyajikan di depan Elina.
“Terima kasih.”
“Sama-sama, Nona.”
“Di mana orang tuaku?”
Elina bertanya karena sedari tadi pagi dia belum bertemu dengan satupun keluarganya.
“Oh.” Elina memulai makannya dengan anggun. Selapar apapun dia, nyatanya Elina masih tetap bisa mempertahankan keanggunannya. Mengunyah dan menelan dengan pelan. Menyendok dengan hati-hati. Semua perilaku itu dilihat oleh kepala pelayan yang berdiri agak jauh dari tempat Elina duduk. Dia berdiri di sana berjaga-jaga jika nonanya membutuhkan sesuatu yang lain. Nanti para pelayan akan beristirahat sekitar jam sembilan malam.
Elina memakan nasi goreng masih dengan mengenakan gaun malamnya. Terlihat sangat kontras dan tidak cocok. Menggunakan gaun tapi menu makanannya adalah nasi goreng. Bukankah itu lucu? Tapi Elina bahkan lupa untuk peduli. Dia
lebih mementingkan perutnya terlebih dahulu ketimbang etiket. Itu karena orang tuanya di dunia novel tidak seketat orang tuanya di dunia asli yang sangat memperhatikan etiket makan dan etiket lainnya.
Saat sudah merasa kenyang Elina pergi menuju kamarnya. Dia harus mandi dan berganti pakaian. Dia akan memakai piyama dengan kain sutra. Sebenarnya semua piyamanya terbuat dari kain sutra. Itu hasil dari belanja gila-gilaannya
seminggu yang lalu dan ruangan kamarnya juga sudah direnovasi menjadi gaya putri yang cantik bergaya Kerajaan Eropa era Victoria. Elina sangat suka model interior gaya Kerajaan Eropa era Victoria. Itu sangat artistic dan indah dan terkesan sangat mewah.
Sambil menngeringkan rambutnya, Elina kembali memikirkan tingkat kebencian Arka.
“Sistem! A1? Apa kamu online?” tanya Elina dengan suara yang cukup keras. Karena sudah di kamar dia tidak lagi takut dikira orang gila
karena berbicara sendiri. Dia sekarang bebas berkomunikasi dengan sistemnya.
__ADS_1
Elina menunggu cukup lama tapi sistem tak kunjung menjawab. Sampai akhirnya Elina selesai mengeringkan rambut, mengaplikasikan masker dan skincare sistem masih belum menjawab.
Elina jadi merasa kesal pada sistem karena tidak online 24 jam. Dia kesal saat membutuhkan sistem tapi sistemnya tidak merespon. Apa yang
terjadi dengan sistemnya dia juga tidak tahu.
Elina berjalan dan duduk di kasur. Dia menyenderkan punggungnya di atas bantal yang ditumpuk. Dia meraih ponselnya dan siap berselancar di dunia maya untuk melihat perkembangan di industri hiburan di dunia novel ini seperti apa. Apakah sama dengan di kehidupannya dulu di dunia nyata. Elina tidak
tahu dan sedang mencoba mencari jawabannya.
“A1 di sini. Apa yang ingin Nona tanyakan?”
Elina hampir saja menjatuhkan ponselnya saat suara A1 tiba-tiba terdengar.
“A1, Kau mengagetkanku! Kukira kamu tidak akan online.”
“Maaf, sistem pusat sedang sibuk dan A1 juga sibuk. Apa yang ingin ditanyakan?”
Elina tidak terus mengejar kesalahan A1. Dia kemudian berkata, “Misiku tadi berhasil. Berapa jumlah saldo saat ini?”
Sebuah bilah layar muncul dan menunjukan jumlah saldo yang tertulis adalah 10 juta di depan mata Elina.
“Yah, lumayan untuk uang makanku sehari. Kapan akan ada misi lagi?” tanya Elina. Dia sekarang mulai kecanduan melakukan misi karena bisa mendapatkan hadiah uang dan dia tidak sabar untuk menunggu misi selanjutnya
datang.
“A1 tidak mengetahui soal ini. Keputusan misi berasal dari sistem pusat.”
“Oke, kalau begitu, berapa skor kebencian Arka? Apakah itu meningkat? Apakah jika meningkat menjadi 100 aku akan langsung diberi uang oleh
sistem tanpa perusahaanku dibuat bangkrut dulu oleh Arka?”
“Kebencian Arka terhadap tuan rumah adalah 72. Itu meningkat 2%. Jika meningkat menjadi 100 itu tidak berpengaruh pada kapan sistem akan
memberikan uang jaminan kebangkrutan. Uang jaminan akan diberikan ketika perusahaan benar-benar sudah bangkrut. Perlu diingat uang jaminan kebangkrutan dan uang yang diperoleh dari misi itu berbeda dan tidak saling terikat. Yang itu berarti Anda bisa mengumpulkan uang sampingan dan sistem sudah menyiapkan uang
jaminan tersendiri selama Perusahaan Maharani bangkrut sesuai alur cerita.”
“Kenapa hanya meningkat dua angka? Bukankah Arka dalam novel sangat membenci Elina?”
“Untuk saat ini belum. Maka dari itu Anda ada di sini karena terpilih untuk meningkatkan jumlah kebencian Arka.”
__ADS_1
“Dimengerti …”