
Kata-kata Elina terhenti saat dia melihat sosok Arka yang berada di depan lift dan diikuti oleh beberapa orang.
Sejak kapan Arka ada di sana? Apakah dia melihat tingkah Elina yang berpura-pura hamil tadi?
Elina merasa sangat malu! Sial! Mau ditaruh di mama muka Elina. Sepertinya Arka benar-benar mendengarnya. Tapi demi misi sistem dan demi
mendapat uang 50 juta dan meningkatkan kebencian Arka padanya dia menggertakan
giginya dan berjalan cepat menuju Arka. Dia Langsung menempel pada Arka dan melingkarkan tangannya di lengan Arka dan memandang remeh Ayu.
“Kak Arka. Orang itu tidak memperbolehkan aku untuk naik dan menemuimu,” keluh Elina dengan nada manja.
Di meja resepsionis, Ayu tiba-tiba menyesali sikapnya terhadap Elina. Dia tidak tahu jika wanita ini benar-benar mengenal bos mereka. Jika dia tahu dari awal, dia pasti akan bersikap sangat ramah. Itu karena sudah banyak wanita yang ingin bertemu dengan Arka. Bahkan beberapa diantaranya adalah seorang selebriti. Apakah dia akan dipecat? Ayu sangat ingin memutar waktu. Coba saja dia tidak bertindak demikian. Dia pasti tidak perlu khawatir akan dipecat.
“Untuk apa kamu datang ke sini?” tanya Arka. Arka memang bersikap dingin pada orang lain. Tapi sebenarnya dia tidak terlalu bersikap dingin pada Elina. Arka juga membiarkan Elina memegang tangannya tanpa melepaskannya atau menghindar.
Para karyawan yang melihat bos mereka yang sangat mengerikan berbicara dengan nada lembut apalagi tangannya digandeng dan bersentuhan dengan kulit orang lain merasa takjub dan tidak percaya. Pasalnya, Arka ini terkenal tidak dekat dengan wanita dan memiliki kebersihan diri yang tinggi. Dia juga tidak suka bersentuhan atau melakukan kontak fisik.
Apalagi saat mereka mendengar wanita ini sedang hamil anak Arka dan pertanyaan dari Adam juga membuat para karyawan yang mengikuti menganggap kalau Elina adalah pasangan Arka yang sesungguhnya. Kemungkinan besar wanita ini adalah calon nyonya masa depan. Ya, yang mengikuti Arka untuk makan siang adalah kubu yang mendukung Arka untuk mengambil alih jabatan Presdir.
“Lihat! Aku membawakanmu makan siang yang khusus aku masak sendiri. Aku memasak sendiri, lho!” Elina menggoyang-goyangkan kotak makanan yang ia bawa dan pamer kepada Arka dengan penegasan kalimat “Aku memasak
sendiri” dan membuat Arka mengerutkan alisnya. Dia agak tidak percaya dengan apa yang Elina katakan.
“Memasak sendiri? Kamu?”
“Iya! Ngomong-omong Kak Arka mau ke mana?” Elina bertanya sambil melirik dan melihat orang-orang yang berdiri di belakang Arka.
“Makan siang.”
__ADS_1
Elina kecewa saat mendengar jawaban Arka. Tidak bisa! Arka tidak boleh makan di luar, kalau dia makan di luar maka misinya dan usahanya
memasak dengan mengorbankan tangannya yang indah ini akan sia-sia. Tidak mungkin! Elina tidak akan membiarkan ini terjadi. Kemudian dia berkata dengan nada sedih, “Terus makanan yang aku buat bagaimana? Siapa yang makan kalau
begitu? Apa aku buang saja?”
Para penonton yang menyaksikan tiba-tiba merasa bersalah dan ikut bersedih dan bersimpati kepada Elina. Entah sihir apa yang Elina pakai pada para karyawan Arka ini.
“Bos, kalau begitu kami akan makan sendiri saja. Bos tapi tolong tinggalkan kartu kredit Anda hehe,” kata Adam dengan berani.
Tim Arka awalnya akan merayakan selesainya proses perencananaan soal wahana terbesar se Asia Tenggara dengan cara makan bersama.
Tapi Adam yang pandai menilai situasi itu jelas memberikan lampu hijau bagi Elina dan Arka untuk berduaan. Betapa pengertiannya. Pikir Adam dalam hati.
Arka kemudian memberikan Black Cardnya kepada Adam. Dan kini di depan lift hanya ada Elina yang masih menempel pada Arka.
Arka hanya begumam rendah dan mencoba melepaskan lilitan tangan Elina di lengannya.
“Lepas, Elina.”
“Aku tidak mau! Aku ingin seperti ini. Kenapa tidak boleh?”
Arka : “…”
Arka sakit kepala dengan tingkah manja Elina. Dia saja belum membalas perbuatan Elina yang mencuri malam pertamanya. Tapi apa sekarang?
Bukankah Arka seharusnya marah dan menjauh dari Elina tapi entah kenapa Arka malah sampai detik ini dia belum melakukan balas dendam apapun terhadap Elina dan malahan Elina masih menempel pada Arka seperti ini. Jujur saja Arka tidak tahu dengan perasaannya sendiri. Dia tidak senang jika Elina terus menempel padanya tapi dia tidak tega untuk bertindak kasar pada wanita yang satu ini. Mungkin ini karena hanya Elina si anak kecil yang dulu tidak memandang rendah
dirinya saat pertama kali Arka memasuki Keluarga Giandra di umur 10 tahun. Dulu Elina yang masih berumur 5 tahun dengan polosnya berkata ingin menikah dengannya karena dia tampan.
__ADS_1
Dan sampai detik ini Elina masih menempel pada dirinya dan terus membuntutinya. Arka ingin marah. Tapi dia tidak bisa. Arka ingin membalas
cinta yang Elina tunjukan, tapi dia juga tidak tahu caranya dan dia enggan. Fokusnya saat ini adalah membalas dendam pada Keluarga Giandra dan mengambil alih kursi Presdir.
Elina dan Arka memasuki lift khusus. Saat sampai di lantai 25 pintu lift terbuka dan mereka berdua keluar.
“Jadi kantor Kak Arka ada di lantai 25.”
“Hmm.”
Elina melepas tangannya dari lengan Arka dengan inisiatifnya sendiri. Dia ingin melihat-lihat ruangan kantor Arka. Tak jauh dari Lift ada meja sekretaris yang desainnya mirirp dengan meja resepsionis di lobi kantor. Di sana ada dua orang wanita yang sedang duduk. Sepertinya Arka memiliki dua
sekretaris wanita dan satu asisten khusus laki-laki yaitu Adam.
“Pak kenapa Anda kembali? Apa ada barang yang tertinggal?” tanya Indah. Wanita dengan pakaian seksi dan matanya saat melihat Arka seperti
melihat bintang dan berbinar senang. Sebagai wanita, radar bahaya bagi Elina berbunyi. Wanita ini pasti suka dengan Arka. Terlihat jelas dari bahasa tubuhnya saat berbicara dengan Arka.
Indah belum melihat Elina yang berjalan di belakang Arka persis dan tertutupi oleh sosok tinggi dan besar tubuh Arka. Saat Indah menengok dan melihat seorang wanita cantik dengan lekuk tubuh sempurna dengan kotak makan siang, senyum manisnya memudar.
“Apakah itu adik Pak Arka?” tanya Indah dengan berani. Mencoba mencari tahu siapa wanita ini. Jika bukan, maka wanita ini akan menjadi saingan cintanya.
“Kau tidak perlu tahu. Laura tolong siapkan secangkir susu dan kopi,” titah Arka pada sekretaris lain yang bernama Laura dan sepenuhnya mengabaikan Indah.
Indah menggertakan giginya saat dia diabaikan oleh Arka. Kenapa pria di depannya ini sangat sulit digoda! Dia sudah lama menurunkan
harga dirinya dan bekerja sebagai sekretaris. Dia juga seorang putri! Keluarganya juga kaya! Tapi kenapa Arka seperti tidak tergoda dengan
kecantikannya.
__ADS_1