
“Dan satu lagi. Aku ingin berbelanja. Tolong siapkan mobil untukku.”
“Baik.”
Sepeninggalan Paman Sam, Elina langsung mengecek isi tasnya. Benar saja, dompet, kartu identitas, dan ponselnya ada di dalamnya.
Elina mencoba mengecek saldo tabungan secara online. Layar menunjukan kalau kartu ATMnya bersaldo 0 rupiah.
Hah?!
0 rupiah? Apa Elina dalam novel benar-benar miskin? Bagaimana mungkin tidak ada uang sama sekali.
Elina sekali lagi dibuat pusing. Belanja kali ini terpaksa harus menggunakan uang dari Arka. Mari kita nantikan untuk meminta uang dari
orang tuanya. Tapi seingat Elina, keluarganya hanya menjatah Elina uang setiap sebulan sekali itupun sekarang masih lama menuju akhir bulan. Yang berarti Elina tidak mungkin bisa mendapatkan uang lain dari orang tuanya. Dan dia harus menunggu bulan depan. Oh! Sialan!
“Nona, mobil sudah siap.”
“Oke. Terima kasih.”
Elina memasukan selembar cek itu ke dalam tas dan langsung pergi dengan mobil.
Di tengah jalan Elina tersadar akan kebodohannya.
Tunggu!
Bagaimana dia akan berbelanja menggunakan cek? Seharusnya itu dicairkan dahulu. Tapi dia tidak membawa buku tabungannya.
Alis Elina berkerut tidak suka akan fakta bahwa hidupnya sangat merepotkan. Dulu, dia hanya akan menikmati semua hal tanpa harus memikirkan hal lain.
“Putar balik.”
“Maaf?”
“Aku bilang putar balik,” kesal Elina. Dia merasa sebal jika perjalanannya terganggu seperti ini.
“Baik, Nona.”sopir menuruti perintah Elina dan memutar balik.
Sesampainya di villa, Elina berkata, “Turun dan tolong minta kepala pelayan untuk mengambilkan buku tabunganku yang ada di laci tempat meja
rias. Aku akan menunggu di sini.”
“Baik, Nona!”
__ADS_1
Elina memejamkan matanya sebentar untuk menetralkan emosinya. Huh! Dia benar-benar kesal. Ini adalah pertama kalinya Elina harus
pergi ke Bank sendirian. Dulu di dunia nyata, semua sudah diurus oleh asistennya yang disediakan oleh keluarganya sehingga Elina tidak perlu untuk repot-repot mengurus ini itu dan hanya bersantai menikmati pelayanan mewah
sebagai wanita tertua dari Keluarga Maharani.
Haruskah Elina mencari asisten?
Ya! Sebaiknya dia mencari asisten untuk mengurus semua kebutuhannya. Dia akan meminta pada ayah dan ibunya nanti.
Tak lama kemudian sopir datang membawa buku tabungan dan beberapa berkas yang tidak Elina ketahui.
“Nona, ini dia.”
“Bagus, terima kasih. Anda telah bekerja keras. Bulan ini gaji Anda akan saya naikan,” kata Elina tanpa sadar karena merupakan sebuah
kebiasaan jika pelayannya bertindak baik maka dia akan menaikan gaji pelayan itu. Dulu di dunia nyata Elina sering melakukan hal ini dan dia masih belum sadar kalau di dunia novel ini dia bukanlah siapa-siapa.
“I-Itu … terima kasih, Nona. Tapi urusan gaji saya adalah … itu …” Sang sopir tidak tahu harus berbicara seperti apa dan tidak tahu bagaimana cara menjelaskan pada nonanya kalau urusan menggaji itu yang mengurusi adalah nyonya tua atau ibu Elina. Sopir tahu kalau hubungan mereka
sebelumnya tidak terlalu dekat semenjak Elina berteman dengan Lusi dan Sania.
“Kenapa?”
“Tidak, Nona.” Sopir memilih untuk diam dan dia mulai menyetir mobil menuju Bank.
Ini adalah pertama kalinya Elina pergi dan mengurus sendiri masalah keuangan. Itu sangat memakan waktu dan ribet. Elina jelas merasa sangat kesal. Dia benar-benar tidak ingin hidup tanpa asisten. Yang ingin dia tahu adalah dengan adanya asisten semuanya beres dan Elina tinggal menikmatinya.
Tapi semenjak dia masuk ke dalam novel, hidupnya benar-benar menderita. Tidak bisa ia bayangkan jika nanti keluarganya benar-benar bangkrut. Akankah dia bisa terus hidup? Entahlah, nona muda ini sangat takut dengan yang namanya penderitaan.
Saat keluar dari Bank itu sudah hampir pukul tiga sore. Dan itu sudah menguras seluruh tenaganya. Tapi dia harus tetap pergi berbelanja karena dia sudah tidak tahan dengan isi di lemari kamarnya. Dia ingin cepat-cepat membuang deretan baju jelek itu.
Elina bisa berbelanja dari rumah dan mengundang para merk terkenal untuk mengirimkan gaya satu musim pakaian ke rumah. Tapi Elina tidak melakukan itu karena dia ingat Elina dalam novel belum pernah melakukan
pembelian dari rumah.
Memori yang Elina dapat adalah Elina dalam novel sering pergi dengan Lusi dan Sania untuk berbelanja.
Ngomong-omong soal mereka berdua, agak aneh karena mereka belum menghubungi Elina lagi sampai saat ini. Dalam ingatannya, mereka selalu
melakukan kontak baik dari ponsel ataupun lewat pertemuan langsung seperti pergi berbelanja dan bermain layaknya gadis muda kaya di lingkaran elit ibu
kota.
__ADS_1
Mari lupakan soal mereka berdua karena saat ini mobil sudah memasuki area mall. Mall terbesar di Negara I milik Keluarga Giandra. Elina
tahu kalau mall ini milik Keluarga Giandra tentu saja lewat ingatan dirinya yang sudah membaca novel “Pewaris Hebat dan Cinderella”.
Tanpa menunggu lama dia langsung pergi menuju deretan toko pakaian bermerk internasional yang terkenal mewah dan mahal.
Yang dilakukan Elina hanyalah menggesek kartu dan terus menggesek untuk berbelanja. Dia tidak repot-repot membawa berbagai tas belanjaan karena di setiap toko mewah ini ada perlakuan khusus yaitu pengiriman khusus yang nanti barang yang sudah dibeli akan dikirimkan ke rumah. Itu sangat membantu Elina karena dia
lupa untuk membawa pengawal atau pelayan di villa untuk membawakan barang belanjaannya.
Saat Elina asik memilih berbagai pakaian, orang yang tidak ingin ia lihat malah menampakan diri. Itu adalah Lusi dan Sania. Mereka juga sedang berbelanja.
“Elina! Apa kamu sedang berbelanja? Kebetulan aku dan Sania juga sedang berbelanja. Tapi aku lupa tidak membawa dompetku. Bisakah aku
meminjam kartumu? Aku pasti akan membayar kembali hutangku besok,” kata Lusi tak tahu malu.
Elina tidak bisa menyembunyikan rasa jijiknya saat melihat kedua orang ini. Sekarang dia ingat kenapa saldo di rekeningnya hanya 0 rupiah!
Itu karena kedua orang ini!
Elina dalam novel sangat bodoh hingga dijadikan sebagai ATM berjalan oleh kedua manusia licik ini dan Elina tidak menyadarinya. Ck! Ck! Elina dalam novel memang ber IQ rendah atau memang tidak memiliki otak.
Elina tidak ingin berurusan dengan mereka berdua terlalu lama.
“Tidak! Bayar dulu hutang-hutang kalian yang sebelumnya. Seingatku itu mencapai 10 miliar masing-masing dari kalian berhutang padaku.
Kalau tidak membayarnya dalam waktu satu minggu, maka jangan salahkan aku karena bersikap kasar.”
“Elina! Apa maksudmu? Bukannya kamu bilang kita bisa santai dan bisa membayar kapanpun saat kita memiliki uang. Kamu tahu sendiri aku
sedang tidak memiliki uang sekarang,” kata Lusi mulai khawatir. Elina jelas berubah. Ada apa dengan wanita bodoh ini? Kenapa tiba-tiba sikapnya seperti ini? Apa karena sudah berhasil tidur dengan Arka dia menjadi arogan.
“Kalo tidak punya uang, kenapa berbelanja barang-barang mewah. Kalau miskin jangan bergaya seperti orang kaya! Pokoknya aku memberi waktu kalian satu minggu untuk membayar hutang kalian. Kalau tidak kalian pasti
akan dikeluarkan dari lingkaran sosial elit ibu kota dan kamu Sania. Kamu sebagai seorang selebritas pasti tidak mau mendapat gosip jelek, kan? Jadi ayo bayar hutang kalian.”
“Elina, kita kan berteman. Elina kan anak baik. Kamu sangat baik ke pada kita sebelumnya. Kenapa sekarang kamu menjadi jahat seperti ini.
Kita kan bersahabat.” Sania sedikit khawatir jika nona muda bodoh inivbenar-benar akan membuat skandal untuk dirinya. Dia baru saja memulai debutnya sebagai aktris dan jelas tidak mau memiliki skandal soal hutang. Dia terkenal
karena dia berpura-pura menjadi wanita dari keluarga kaya yang memilih untuk menjadi aktris. Jadi dia dulu sering memanfaatkan Elina sebagai mesin ATM berjalan mereka dan tidak pernah berpikir kalau suatu hari mereka akan menemui
hari ini. Hari di mana Elina berubah.
__ADS_1
“Sahabat nenekmu! Aku tidak punya sahabat seperti kalian. Pokoknya hutang harus dibayar dan aku memiliki semua bukti hutang kalian! Mulai sekarang kita tidak usah saling mengenal dan jika bertemu di jalan, berpura-puralah kalian tidak mengenalku! Huh, dasar.”
Elina meninggalkan mereka berdua yang berwajah kusut dan bergegas pulang. Dia sudah sangat lelah. Jadwalnya hari ini yang bisa dipenuhi hanya berbelanja. Jadwal seperti SPA dan perawatan kulit serta kuku hanya bisa ia lakukan besok.