Happy Ending

Happy Ending
Ammy Wilson


__ADS_3

Selamat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga tercinta🙏pastikan like, komen dan berlangganan ya❤️


______🗼🗼🗼🗼🗼_____


Darrel memarkir mobilnya tak jauh dari La Grand Rex. "Tunggu, sayang. Akan kubukakan pintu untukmu." Pria itu turun dari mobil lalu berjalan menuju sisi pintu yang lain. "Keluarlah tuan putri." Darrel membungkuk dengan hormat seolah Keyla adalah anggota sebuah kerajaan yang hendak turun dari kereta kudanya.


"Terima kasih, pelayan." Keyla menjawab dengan nada congkak dan kepalanya sedikit diangkat. Angkuh, memesona dan cantik.


"Pelayan ini akan melayanimu seumur hidupnya, tuan putri."


"Itu memang kewajibanmu. Jika tidak, aku akan menghukummu!"


"Kutunggu kau menghukumku." Darrel menyeringai, menggenggam tangan Keyla dan berjalan melalui gedung.


"Jangan tegang, sayang." Pria itu merasakan tubuh Keyla yang kaku saat melewati dua penjaga berjas hitam yang berdiri di kanan dan kiri pintu masuk. "Semoga aku tidak mengacaukannya." Keyla merasa khawatir. Diambilnya napas dalam-dalam dan dihembuskan perlahan namun nihil. Dia masih cemas karena tak pernah menghadiri acara semacam ini. Sementara itu, di sebuah sudut ruangan yang jaraknya agak jauh dari pintu masuk sekelompok wanita mulai berbisik-bisik saat mencium aroma Darrel.


"Lihatlah, Ammy. Bukankah itu Darrel? Siapa wanita yang ada di sampingnya?"

__ADS_1


"Mungkin pacar barunya." Ammy menimpali dengan wajah yang memerah karena marah dan ketidak sukaan.


"Apa kalian bisa melihat baju yang ia kenakan? Itu model terbaru dan harganya sangat mahal!"


"Apakah Darrel juga membelikanmu yang seperti itu?"


"Ya ... begitulah. Hanya saja aku malas memakainya." Ammy berusaha mempertahankan harga dirinya di depan ketiga temannya itu. Kalau sampai bilang Darrel tidak membelikannya baju mahal seperti yang dipakai perempuan itu, bisa bisa dia dipandang rendah oleh teman-temannya. "Aku akan menyapa Darrel," lanjut Ammy meninggalkan ketiga temannya itu dan mendekati Darrel yang sedang bercengkrama dengan produser.


______🗼🗼🗼🗼🗼_____


"Aku tidak menyangka play boy sepertimu bisa berkomitmen. Hahahaha." John berkelakar saat Darrel memperkenalkan Keyla sebagai istrinya. Ia hampir tak percaya karena lelaki itu sering berganti wanita dari mulai artis, model, bintang iklan.


"Dengan senang hati kukatan bahwa iya! Hahaha. Keyla, kau harus berhati-hati dengannya." Wanita itu hanya tersenyum. Karena tak mungkin bilang bahwa mereka pernah menjadi suami-istri jauh sebelum Darrel pindah ke Paris.


"Kenapa tidak ada media yang tahu soal pernikahanmu?" Kulik John penasaran meski tahu temannya itu tak suka berhubungan dengan media. Dia tak suka disorot kamera apalagi berbincang dengan wartawan. Ya ... meskipun sesekali harus meladeni mereka ketika peluncuran buku baru atau ada paparazi yang sengaja menangkap momen yang kurang pas namun akan laku di pasaran karena mampu menarik minat publik. Ia akan terpaksa membuat konferensi pers.


"Aku rasa aku tak perlu menjelaskannya padamu, John."

__ADS_1


"Oke ... oke ... baiklah. Sepertinya ada orang yang ingin bertemu denganmu." John melirik ke arah Ammy yang makin mendekat. Sedangkan dia berusaha kabur dengan alasan ingin menemui tamu yang lain.


Ammy terlihat mengamati Keyla dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia berusaha menilai berapa uang yang dipakai di badannya. Sial! Baju, kalung dan sepatunya adalah yang terbaik!


"Hai, Am. Kenalkan, istriku. Keyla." Darrel mengawali untuk menyapa bekas teman kencannya. Seorang model majalah dewasa yang cukup populer. Ammy mengulurkan tangannya pada Keyla dan Keyla pun membalasnya dengan hangat meskipun tatapan mata Ammy sama sekali tak bersahabat.


"Namaku Keyla. Senang berkenalan denganmu."


"Ammy." Wanita itu membalas dengan singkat dan enggan terutama saat melihat cincin yang melingkar di jari Keyla. Ia ingat saat bertanya pada Darrel untuk menikahinya. Dan jawaban pria itu adalah. "Sorry, Am. Jika kau berpikir aku akan menikahimu setelah tidur denganmu, kau salah besar. Aku tak akan menikahi wanina mana pun." Cih! Memang pria yang tidak konsisten!


"Minumlah denganku, Keyla." Ammy mengambil dua gelas white wine ketika seorang waiter melintas di sampingnya. "Maafkan aku, Ammy. Aku tidak pernah minum." Keyla menolak dengan halus. Ia tak pernah mencicipi bagaimana rasa alkohol sebelumnya.


"Oh? Benarkah?" Ammy sungguh tak percaya dengan ucapan Keyla. Tak ada perempuan baik di sekitar Darrel. Itu yang dia tahu. "Apakah itu artinya kau tak pernah tidur dengan lelaki lain sebelum menikah dengan suamimu?" kata Ammy lagi menyiramkan wine ke wajah Keyla. Perempuan itu kaget dan setengah tak percaya dengan apa yang dialaminya.


Plaak! Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Ammy hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu memperhatikan mereka sambil berbisik-bisik. Tak lupa beberapa kamera wartawan maupun tamu undangan berusaha membidik gambar terbaik. "Ammy! Jaga kelakuanmu!"


"Kau baik-baik saja, sayang?" Darrel menyeka wajah Keyla menggunakan sapu tangan yang dikeluarkan dari dalam jasnya. "Tidak masalah. Bisakah kita pulang? Aku tak nyaman di sini."

__ADS_1


"Tentu. Maafkan aku." Mereka berdua melangkah keluar sementara Ammy mengeram. Membanting gelas di tangannya. Ia tak terima dipermalukan seperti ini!


__ADS_2