Happy Ending

Happy Ending
Bab 84 : Aku Membenci mu


__ADS_3

Dariel segera kembali dari New York saat nomor Casey tidak aktif dan Carla bilang jika Casey sejak tadi berada di dalam kamar dan tidak mau membuka pintunya. Dariel khawatir terjadi sesuatu dengan Casey. 5 jam perjalanan menggunakan pesawat pribadinya, Dariel akhirnya tiba di rumahnya.


"Tuan.." ucap Carla saat melihat Dariel masuk ke rumah dengan tergesa-gesa. Dariel berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


"Casey... sayang.. apa kamu di dalam," panggil Dariel mengetuk pintu kamar yang terkunci. Dariel mengambil kunci cadangannya hingga akhirnya ia bisa membuka pintu.


Ceklek...


"Sayang..." panggil Dariel terkejut melihat kamar mereka sudah seperti kapal pecah. Dariel terbelalak melihat Casey yang duduk di lantai dengan menekuk kedua kakinya dan menyembunyikan kepala di antara kedua lutut.


"Sayang.. ada apa?" tanya Dariel khawatir berlutut di depan Casey dan menyentuh pundak Casey.

__ADS_1


Casey mengangkat kepalanya dan melihat Dariel di hadapannya. Refleks Casey mendorong kuat tubuh Dariel hingga terjatuh.


"Brengsek kamu. Sialan... aku membencimu Dariel," ucap Casey keras lalu bangkit.


"Aku ingin kita mengakhiri semua ini brengsek," ucap Casey marah. Dariel bangkit dengan wajah bingungnya. Casey tiba-tiba marah dan memintanya untuk mengakhiri hubungan mereka.


"Sayang.. apa yang kamu katakan? apa yang sudah terjadi selama aku pergi?" tanya Dariel mendekati Casey. Refleks Casey mundur.


"Katakan sayang. Jangan membuatku bingung seperti ini. Kamu membuatku takut," ucap Dariel lembut ingin menyentuh tangan Casey, lagi-lagi Casey menepisnya.


"Ku mohon.. katakan apa kesalahan ku sayang. Jangan membuatku semakin bingung."

__ADS_1


"Kamu selama ini berpura-pura baik pada ku bukan? kamu bahkan masih berhubungan dengan Jenifer. Apa liburan mu dengannya sudah siapa hingga kamu pulang kembali? kamu pembohong Dariel," pungkas Casey kuat. Dariel terdiam.


"Apa Jenifer yang mengatakannya? jangan percaya dengannya sayang. Aku pergi memang karena urusan bisnis. Aku tidak berbohong. Aku memang bertemu dengannya tapi karena suatu hal. Aku belum siap mengatakannya sekarang," ucap Dariel memberi penjelasan pada Casey.


"Karena suatu hal... suatu hal yang berhubungan dengan kelanjutan hubungan kalian bukan," ucap Casey semakin marah. Dariel menggeleng. Dariel tidak mungkin mengatakan pada Casey jika Jenifer mengancamnya. Jenifer mengetahui rahasia besar entah darimana. Rahasia itu berkaitan dengan Casey sendiri. Ia tidak ingin berpisah dengan Casey. Sungguh, ia memang pengecut. Tapi Dariel tidak peduli dengan itu, yang terpenting baginya adalah bersama Casey seumur hidupnya.


"Sayang... aku tidak berbohong.." ucap Dariel mencoba mendekati Casey.


"Menjauh dari ku Dariel, pria biadab seperti mu tidak pantas mendekati ku," kata Casey dingin, menatap tajam pada Dariel.


"Kamu pembohong Dariel.. kamu pembohong," Casey berteriak histeris melemparkan cincin di tangannya ke depan Dariel. Pria itu mengambil cincin tersebut dan menggenggamnya.

__ADS_1


"Kamu hanya bersandiwara selama ini karena ingin menebus perbuatan bejat mu itu bukan. Kamu selalu mengatakan jika kamu belum menemukan pelakunya karena pelakunya adalah diri mu sendiri," pungkas Casey marah. Dariel terpaku, Casey sudah mengetahuinya. Inilah yang Dariel takuti selama ini. Jujur, Dariel tidak bersandiwara. Dariel sangat mencintai Casey terlepas dari saat ia mengetahui jika dirinya lah yang memperkosa Casey malam itu dan membuat Casey trauma. Sebenarnya Dariel ingin jujur, hanya saja ia tidak ingin kehilangan Casey. Dan hari ini, ketakutan terbesar dalam hidupnya adalah kehilangan Casey.


.


__ADS_2