
"Fleur, bisakah kita bicara di dalam?" Keyla sudah mencoba bersabar setelah apa yang dilakukan gadis itu padanya. Dia tak ingin marah-marah apalagi sampai mengganggu tetangga. "Tak tahu malu!" Tangan Fleur kembali diangkat dan hendak menampar Keyla untuk kedua kalinya. Tapi sungguh sayang, tak ada kesempatan untuk kedua kalinya. Keyla mencegah tangan Fleur. Memegangnya dengan erat. "Masuk ke dalam atau aku akan melaporkanmu ke polisi atas dugaan penganiayaan? Kamu tidak lupa kan di lorong ini ada cctv?"
"Tidak. Bicara saja di sini!" Fleur membalas dengan angkuh. Menarik tangannya dari genggaman Keyla. Aaawwhh. Sakit! Kuat juga wanita ini.
"Oke. Kalau begitu jaga sikapmu. Aku bukan perempuan yang bisa kamu perlakukan seenaknya."
"Ciiih. Sombong sekali." Fleur mengeluarkan Hp nya dari dalam tas mewahnya yang terbuat dari kulit macan. "Lihatlah berita ini. Kau menikah dengan Darrel. Pantas saja ia sulit dihubungi. Beberapa kali ke rumahnya pun tidak ada."
Sudah kuduga akan muncul berita seperti ini. "Kami memang menikah. Dan itu tidak ada urusannya denganmu."
"Tentu saja ada. Aku mencintai Darrel! Kau merebutnya dariku!"
"Apakah dia mencintaimu nona muda?"
Fleur menjawab setelah berpikir beberapa detik," Tentu saja dia mencintaiku! Sangat!"
"Oh. Apakah kalian berpacaran? Apakah dia mencintaimu?"
"Ka ... kau!" Fleur mengangkat tangannya lagi. Bersiap melayangkan pukulan.
"Fleur!!" Terdengar suara teriakan dari lift yang terbuka. Darrel. Ia sedang menggendong Bintang dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menenteng sepeda. "Darrel! Lihatlah yang dilakukan perempuan ini." Fleur memperlihatkan pergelangan tangannya yang kemerahan. Ada bekas tangan Keyla di sana.
"Mama!" Keyla mendekati Darrel dan mengambil Bintang dari tangan suaminya. Ia membawa Bintang masuk ke kamarnya dan tidak memperbolehkan dia keluar. "Tunggu di sini sayang. Oke. Mama akan segera kembali."
"Mmmhhh! Jangan kalah melawan nenek sihir itu!"
"Pasti!" jawab Keyla lalu menutup kamar Bintang agar gadis itu tak melihat pertengkaran orang dewasa.
__ADS_1
"Sayang. Bawalah dia masuk." Keyla memberi instruksi pada Darrel dan pria itu langsung menarik tangan Fleur. Memaksanya masuk.
"Darrel ... apa yang ada di berita ini bohong, kan?" Fleur memperlihatkan berita online tentangnya dan Keyla.
"Benar, Fleur. Tidak ada kebohongan dalam berita itu dan kami sudah menikah."
"Pasti bohong!" Fleur tak bisa menerima apa yang didengarnya. Sedangkan Keyla, hanya menikmati pertunjukan itu. Karena bagaimana pun, Darrel sepenuhnya bertanggung jawab atas kedatangan wanita itu di rumahnya. "Pulanglah Fleur. Tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Aku tak pernah menganggapmu lebih dari anak sahabatku."
"Liar! You are LIAR!!" Fleur memukul dada Darrel menggunakan kedua tangannya. Tangisnya tak bisa dibendung. Gadis itu benar-benar merasakan apa yang namanya patah hati.
"Fleur tenanglah."
"Tidak! Kamu pasti bohong! Perempuan itu pasti merayumu!" Fleur menenggelamkan dirinya dipelukan Darrel. Gadis itu menangis dan mau tidak mau, Darrel berusaha menenangkannya.
Ehem! Keyla berdehem. Menatapa tajam ke arah suaminya.
"Mmm ... Fleur. Tenanglah." Darrel melepaskan pelukannya. Pulanglah, tak ada lagi yang bisa kukatakan padamu.
"Tidak! Aku ingin penjelasan! Bagaimana kau bisa menikahi rubah tua itu?!" Fleur menunjuk ke arah Keyla yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.
Rubah tua? Gadis kecil ini ingin sekali kutarik lidahnya!
"Kau harus mengantarku pulang. Lihatlah wanita itu, dia terlihat ingin menyakitiku."
Aktingmu bagus sekali, nona. Antarkan saja Antonius ... antarkan. Setelah itu aku tidak akan mengampunimu.
"Dengarlah. Keyla bukan orang seperti itu."
__ADS_1
"Dia hanya baik di depanmu!"
Darrel mengambil telepon genggam di sakunya. Menelepon penjaga apartemen. "Halo, Zen. Bisakah kau datang kemari dan bawa seseorang turun. Dia telah mengacau di rumahku. Oh, oke. Thanks."
"Fleur tenanglah!" Pria itu berusaha menenangkan gadis itu yang terus menangis dan meronta. "Aku tidak pernah menganggapmu sebagai wanita. Kau seperti anakku sendiri. Kau tahu itu, kan?!"
"Tidak! Aku sudah punya papa. Dan aku tidak ingin kau jadi papaku yang lain! Aku tidak masalah dengan usiamu. Lihatlah aku Darrel. Aku lebih cantik dan lebih muda. Aku juga belum memiliki anak. Aku akan jadi istri yang baik untukmu."
Halo, Boss," sapa Zen begitu di depan pintu yang sedikit terbuka.
"Zen, kemarilah. Bawa dia ke bawah."
"Tidak mau! Darrel kau harus ikut bersamaku!" Fleur meronta saat tubuh besar Zen mulai mengangkat tubuhnya. "Tenanglah nona muda ... aku akan mengantarmu ke mobil. Oke?"
"Zen! Lepaskan aku! Wanita itu telah merebut Darrel dariku!"
"Oke. Sekarang kita harus keluar dari rumah ini." Zen membawa Fleur turun ke mobilnya. Sedangkan Keyla bersiap-siap membuat perhitungan dengan suaminya.
___🗼🗼🗼🗼🗼___
**Sebagai istri, apa yang akan kamu lakukan jika di posisi Keyla?
A. Marah dengan suami dan menyuruhnya tidur di sofa.
B. Menampar balik perempuan gatel yang naksir suami.
C. Jabawan lain** ....
__ADS_1