Happy Ending

Happy Ending
Bab 76: Terlambat


__ADS_3

Sinar matahari tampak mengintip dari balik tirai jendela kamar Dariel. Membuat pria itu terusik karena pantulan sinar matahari menembus kelopak matanya. Dariel mengerjapkan matanya berkali-kali mencari kesadaran. Dariel membuka matanya, melihat wajah istrinya yang menempel di dadanya. Dariel tersenyum bahagia mengecup kening istrinya.


Perasaan bahagia menghampiri dirinya mengingat malam panas yang mereka lewati. Dariel melirik jam di dinding menunjuk angka 8. Tangannya bergerak untuk mengambil ponsel Casey dan menghubungi pihak sekolah.


Casey menggeliat, mengeratkan pelukannya ditubuh Dariel. Sepertinya dia masih sangat mengantuk. Casey baru bisa tidur setelah pagi. Dariel menatap wajah Casey sejak tadi. Tangannya terulur menyentuh lembut kelopak mata Casey kemudian beralih ke alis tebal Casey. Dariel sangat memuja wanita itu. Tak tahan, Dariel mengecup bibir Casey berkali-kali.


"Dariel.. biarkan aku tidur. Aku masih mengantuk," ucap Casey serak khas orang bangun tidur. Dariel lalu terkekeh.


"Baik lah.. baik lah... aku pikir kamu tidak terusik," ucap Dariel lembut mengusap punggung Casey.


*******


Casey membuka matanya secara perlahan dan meraba-raba tempat tidur. Kosong. Tidak ada Dariel di sana.


"Kemana perginya Dariel," gumam Casey bangun, menutupi tubuh poslosnya dengan selimut. Seketika wajahnya merona saat mengingat pergulatan mereka tadi malam. Casey memegangi wajahnya sembari senyum-senyum sendiri.


"Astaga.. apa aku tidur selama itu?" gumam Casey menatap jam weker di atas nakas menunjukkan angka 10.


"Bagaimana ini, aku sudah terlambat," gumam Casey turun dari atas ranjang memakai gaun tidurnya dengan asal.

__ADS_1


"Dariel.. Dariel.." panggil Casey berlari menuruni tangga.


"Tutup mata mu Chris.." perintah Dariel saat keduanya melihat Casey turun dari tangga dengan memakai gaun tidur pendek.


"Astaga sayang... kenapa kamu turun dengan baju seperti__"


"Sayang kamu tidak memakai bra juga?," ucap Dariel kesal dan memeluk tubuh Casey. Tidak ingin Chris melihat tubuh Casey. Dariel sangat posesif.


"Aku tidak tau kalau sekretaris mu ada di sini," jawab Casey yang baru meyadarinya.


"Chris.. kita bahas besok saja. Hari ini aku tidak masuk kantor. Tolong handle semuanya," ucap Dariel.


"Hmm baiklah, terserah kamu saja. Apalah daya, aku hanya bawahan saja," ucap Chris bangkit dari sofa.


"Ya.. ya.. kalau bukan karena itu aku sudah lama resign," tukas Chris lalu pergi.


"Kenapa kamu tidak membangunkan ku, aku sudah terlambat tau.." ucap Casey marah mendorong tubuh Dariel.


"Aku tidak tega membangunkan mu sayang," ucap Dariel meraih tangan Casey dan mengecupnya.

__ADS_1


"Aku harus segera mengabari pihak sekolah," tukas Casey hendak kembali ke kamar namun Dariel menahan tangannya.


"Tidak perlu. Aku sudah meminta izin dengan pihak sekolah tadi," pungkas Dariel merengkuh pinggang Casey. Wanita itu akhirnya bisa lega.


"Dan lihat ini, dasar anjing liar," cibir Casey menunjuk kiss mark di tubuhya. Dariel hanya tertawa pelan.


"Aku lapar, apa kamu sudah sarapan?" tanya Casey melingkarkan tangannya di leher Dariel. Pria itu menggeleng.


"Aku menunggu mu bangun dan sarapan bersama," jawab Dariel mengangkat tubuh Casey ala bridal style menuju ruang makan.


"Aku membuat sarapan untuk kita," tukas Dariel mendudukkan Casey di kursi. Pria itu kemudian memgambil steak buatannya dan membawamya ke meja.


"Really?" tanya Casey seolah tidak percaya. Ia pikir Dariel sedang bercanda.


"Aku tidak berbohong. Aku bisa memasak, tapi hanya beberapa makanan saja," jawab Dariel duduk di kursi. Dariel mengambil sepotong steak dan menyuapi Casey.


"Bagaimana?" tanya Dariel menatap Casey.


"Enak.." balas Casey mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Lain kali aku ingin kamu membuat makanan untuk ku," ucap Casey memotong steak di depannya.


"Aku akan selalu siap sayang.." ucap Dariel mengecup pipi Casey dan melanjutkan sarapannya.


__ADS_2