Happy Ending

Happy Ending
Musuh Mulai Berdatangan.


__ADS_3

"Apakah dia mantan kekasihmu?" Akhirnya Keyla memulai pembicaraan begitu mereka sampai di kamar. Keyla merasa sangat malu, terlebih dia juga menyadari bahwa ada orang-orang yang secara sengaja mengambil fotonya. Dia tak mau jadi artis dadakan di negara asing ini.


"Ya. Bisa dikatakan begitu." Darrel duduk di tepi ranjang. Mengamati Keyla yang berada di depan cermin. Membersihkan makeup di wajahnya.


"Sudah kukira pasti begitu. Sikapnya sudah menjelaskannya."


"Maafkan aku, sayang. Aku tidak menyangka Ammy akan berbuat hal kekanakan."


"Ini bukan hal kekanakan lagi. Kita tidak hidup di dunia komik. Aku harap lain kali dia tidak akan melempar air keras ke wajahku. Aku tidak tahu apa yang kamu lihat dari wanita jahat seperti itu. Mengencani dia? Tidak adakah wanita yang lebih baik?"


"Cemburu?"


"Tidak. Mana mungkin aku cemburu dengan wanita yang tidak memiliki attitude? Aku hanya kesal wanita-wanita di sekelilingmu bertabiat buruk."


"Itu sebabnya kau jadi yang terbaik."


"Huumpphh! Aku tidak tahu apa yang mereka suka darimu." Keyla mengakhiri pembicaraannya lalu membersihkan dirinya sendiri ke kamar mandi dengan cara berendam di bak.


Mudah-mudahan hidupku tak seperti di dalam drama apalagi komik atau novel yang seringnya, ceritanya tak masuk akal karena pemeran perempuan selalu di sudutkan dalam situasi yang tidak menguntungkan. Seperti pemerkosaan, penganiayaan dan yang lebih parah adalah menjadi target para mantan!


_____🗼🗼🗼🗼🗼_____


"Pagi, Darling!" sapa Keyla begitu Awan mendekat ke arah meja untuk sarapan.


"Pagi. Di mana yang lain?"


"Oh, Papa mu sedang di taman bersama Binbin m. Ia bangun pagi hari ini."

__ADS_1


"Belajar sepeda?"


"Ya. Habiskanlah sarapanmu." Keyla memberikan roti bakar isi selai kacang dan coklat pada anaknya. "Terima kasih."


"Bagaimana dengan sekolahmu?"


"Baik."


"Sekelas dengan Missy?"


"Ya."


"Itu bagus. Bawalah dia main ke sini saat pulang sekolah."


"Sepertinya dia sudah ada di depan."


"Selamat pagi, Mrs. Douglas. Bagaimana tidur Anda? Nyenyak?"


"Sangat nyenyak." Keyla nyengir. Padahal, sebaliknya. Tidurnya sama sekali tak nyenyak dan perasaan tak enak menyelimuti hatinya sepanjang malam.


"Semoga Anda tidak berbohong. Lingkaran hitam itu," Missy menunjuk mata Keyla. "... adalah bukti bahwa Anda tidak tidur dengan baik."


Huuuft. Aku lupa kalau Missy adalah gadis yang peka dan tidak mudah dibohongi.


"Mau masuk?"


"Tidak. Terima kasih. Aku sudah mengirimkan pesan pada Awan. Dia akan segera keluar."

__ADS_1


"Oke. Baiklah. Apa kamu menyukai anakku Nn. Missy?"


"Ya. Kami sudah pacaran."


Ha? Keylla berbalik ke arah Awan yang telah menyelesaikan sarapannya. Ia berjalan ke arah pintu dengan wajah yang santai dan tampan. Persis seperti papanya. "Jangan dengarkan. Dia hanya berhalusinasi." Pandangan Keyla tertuju lagi pada Missy. "Tenang saja Mrs. Douglas. Putramu akan jatuh cinta padaku sebentar lagi."


"Hehe. Baiklah. Aku tidak keberatan. Hati-hatilah di jalan." Kedua anak itu pun menghilang dibalik pintu lift. Huffft! Missy memang gadis yang berterus terang.


"Pulang sekolah nanti, aku ingin main ke rumahmu." Missy menekan tombol lift. Menuju lantai dasar. "Terserah."


"Aku akan membawa kue. Kau menyukainya?"


"Bintang suka."


"Apalagi yang dia suka?"


"Tanya sendiri. Tanyakan padanya langsung."


"Oke ... oke ... ternyata wajahmu lebih menyeramkan dan datar daripada wajahku." Missy memprotes dan mereka keluar dari lift bersama-sama. Wanita itu? Awan merasa pernah melihatnya sebelumnya. Wanita berambut emas yang baru saja berpapasan dengannya.


_____🗼🗼🗼🗼🗼_____


Keyla sedang membereskan meja makan ketika seseorang terdengar mengetuk pintu. Ia bergegas membuka pintu. Penasaran siapa yang datang sepagi ini. Baru saja perempuan itu membuka pintu, seseorang menyiramkan air di wajahnya. Lagi?


"Hei! Apa yang kamu ...." Belum sempat Keyla meneruskan kalimatnya. Fleur telah melayangkan sebuah tamparan. "Perempuan tidak tahu diri!"


Fleur? Keyla baru menyadari bahwa gadis itu yang menamparnya. Semua terjadi tiba-tiba. Seperti kilat yang nenyambar di siang bolong. Semalam perempuan bernama Ammy, sekarang Fleur. Besok siapa lagi?

__ADS_1


__ADS_2