
Dariel menjemput putrinya di sekolah. Ia tampak menunggu Elle di luar.
"Daddy...." panggil Elle saat melihat Dariel sudah datang menjemputnya. Dariel menoleh, melihat putri tercintanya berjalan menghampirinya, lalu tersenyum.
"Bagaimana di sekolah tadi princess?" tanya Dariel mengecup kepala putrinya. Lalu meraih tangan kanan Elle dan berjalan menuju mobil.
"Seru dad, kami ke peternakan sekolah untuk melihat kuda poni. Elle naik kuda poni dad. Miss Joyce yang membantunya," pungkas Elle senang. Dariel membuka pintu mobil, Elle kemudian naik.
"Dad... Elle ingin kuda poni," pinta Elle dengan mata berbinar nya.
"Baiklah.. daddy akan membelinya nanti," pungkas Dariel mengabulkan permintaan putrinya dengan cepat. Lagi pula putrinya jarang meminta untuk dibelikan mainan karena mainan di rumah mereka banyak. Elle sering mendapat mainan dari nenek dan bibinya. Istrinya juga melarang Dariel membeli mainan yang banyak untuk putrinya. Ia tidak ingin Elle menjadi anak manja karena mereka selalu menuruti permintaannya.
"Thank you dad, you're the best.." pungkas Elle kegirangan.
Tak lama kemudian Dariel dan Elle tiba di depan rumah. Keduanya lalu berjalan memasuki rumah.
"Dad, 1 minggu lagi kami akan mengadakan perayaan hari ibu di sekolah," ucap Elle berjalan menaiki tangga.
"Wah.. itu bagus sayang..." balas Dariel.
__ADS_1
"Kami akan latihan menyanyi mulai besok. Elle juga ikut menari saat perayaan," ucap Ella masuk ke dalam kamarnya.
"Daddy tidak sabar menunggu hari itu princess dan melihat mu menyanyi dan menari," tukas Dariel menaruh tas Elle di atas meja belajarnya. Anak itu kemudian mengganti sepatunya dengan memakai sendal.
"Ayo kita cari mommy, dari tadi daddy tidak melihatnya," ujar Dariel mengajak Elle ke luar dari dalam kamar.
"Ya dad, Elle rindu George," ucap Elle menutup pintu kamarnya.
Dariel membuka pintu kamarnya bersama Casey dan melihat George di atas ranjang tanpa memakai baju.
"Oh.. i miss you George," timpal Elle berlari mendekati adik kesayangannya itu. Ia lalu naik ke atas tempat tidur. Anak kecil itu terlihat senang bertepuk tangan lalu mengecup wajah Elle.
"Baru saja sayang," balas Dariel duduk di tepi ranjang.
"Aku baru memandikannya karena tadi dia bermain-main tanah saat kami ada di rumah kaca," ucap Casey memakaikan baju pada putranya.
"Anak mommy sangat aktif sekali," tukas Casey gemas dengan putranya lalu mencubit wajah gembul anak kecil itu.
"Sayang, sepertinya pernikahan Chris akan di percepat, tadi Pamela menghubungi ku," ucap Casey. Casey juga baru tau jika ternyata Pamela temannya adalah kekasih Chris dua bulan yang lalu. Mereka sudah menjalani hubungan selama 6 bulan. Dan sepertinya Chris benar-benar serius pada temannya.
__ADS_1
"Baguslah, akhirnya si tua karatan itu menikah juga," ucap Dariel mengejek Chris sekretarisnya. Ia pikir pria itu tidak akan menikah.
"Sayang, tolong jaga putra kita sebentar ya, aku ingin memasak makan siangnya," ujar Casey turun dari atas ranjang. Khusus untuk George, Casey yang menyiapkan makanannya sendiri. Dulu, ia juga begitu saat Elle masih seumuran George.
"Tentu saja sayang."
"Kemari jagoan daddy.. " ucap Dariel menggendong putranya dan mengajak Elle ke ruang bermain.
******
Satu minggu kemudian tibalah acara perayaan hari ibu di sekolah Elle. Anak itu bahkan bisa bangun dengan sendirinya. Elle bangun jam 6 kurang. Mungkin ia tidak sabar lagi untuk pergi ke sekolah. Anak itu lalu turun dari atas tempat tidurnya setelah melipat kembali selimutnya. Dariel mengajarkannya untuk merapikan tempat tidurnya setelah ia bangun.
"Mom.. dad... mom.." panggil Elle mengetuk kamar Dariel dam Casey.
"Mom..." panggilnya lagi.
Ceklek... Pintu terbuka.
"Good morning dad," pekik Elle kuat masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Morning princess. Suaranya dipelankan princess. Mommy masih tidur," pungkas Dariel menggendong George yang sedang dalam mode manja memeluk leher Dariel dengan kepala bersandar di bahu Dariel. Kebiasaan anak itu saat bangun di pagi hari. Anak keduanya masih tidur di kamar mereka. Saat usia George sudah dua tahun nanti, anak itu akan tidur di kamarnya sendiri.