Happy Ending

Happy Ending
Bab 78: Minta Maaf


__ADS_3

"Lain kali kalau datang langsung ke rungan ku saja dan naik menggunakan lift khusus," ucap Dariel mengajak Casey menuju ruangannya. Namun sebelumnya mereka mendatangi meja resepsionis terlebih dahulu.


"Selamat siang Mr Garfield.. saya.. ti_"


"Wanita yang kamu usir tadi istri ku," ucap Dariel membuat resepsionis itu membelalakkan matanya. Resepsionis yang lain juga terkejut saat mendengar perkataan Dariel. Mereka ketakutan karena sudah berani mengusir istri pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka sudah siap menerima jika Dariel memecat mereka. Mereka tau seperti apa sosok Dariel.


"Lain kali bersikaplah ramah dalam melayani orang lain. Saya hampir memecat mu kalau bukan karena istriku yang meminta agar tidak memecat mu," ucap Dariel dengan wajah datar dan dinginnya seperti biasa.


"Maaf.. maafkan saya Mr Garfield. Saya tidak tau ji___" Dariel mengangkat satu tangannya menginstruksi agar resepsionis itu diam.


"Minta maaf pada istri saya," ucap Dariel dingin. Resepsionis itu kemudian mengangguk dan menatap Casey dengan wajah takut.


"Mrs Garfield, saya benar-benar minta maaf atas kesalahan saya. Saya tidak tau jika anda istri Mr Garfield. Saya berjanji akan memperbaiki sikap saya. Terima kasih karena tidak memecat saya," ucap resepsionis menundukkan kepalanya tidak ingin kehilangan pekerjaannya. Bekerja di perusahaan besar seperti sekarang adalah impiannya dengan gaji yang tinggi.


"Ayo kita ke ruangan ku sayang," ucap Dariel mengecup kening Casey dengan lembut. Keduanya lalu berjalan menuju lift khusus untuk Dariel.


Setibanya si ruangan Dariel, Casey duduk di sofa. Menaruh food bag berisi kotak makanan yang dibawanya.


"Kamu membawa apa sayang?" tanya Dariel duduk di samping Casey yang sedang mengeluarkan kotak makanan.

__ADS_1


"Aku membuat Pot Roast dan Churros sebelum ke sini," jawab Casey membuka kotak makanan tersebut.


"Terima kasih sayang. Kebetulan aku tadi belum makan siang karena langsung meeting," ucap Dariel tidak sabar ingin mencicipi masakan Casey. Pria itu kemudian mengambil sendok dan mulai memakannya.


"Maaf jika rasanya tidak seperti di restoran. Aku tidak terlalu pandai memasak," ucap Casey menatap Dariel yang sedang mengunyah makanannya.


"Sayang... masakan mu bahkan lebih enak dari yang biasanya aku makan di restoran," pungkas Dariel mengusap wajah Casey.


"Kamu pasti berbohong ya. Kalau tidak enak katakan saja. Aku tidak akan sakit hati," tukas Casey. Bagaimana mungkin Dariel mengatakan masakannya lebih enak dibandingkan dengan masakan chef di restoran bintang 5.


"Aku serius sayang, masakan mu memang enak. Dan kalau kamu tidak keberatan, aku ingin kamu sering-sering membuat makanan untuk ku," kata Dariel jujur.


"Dariel apa ka__"


"Chris.. apa kamu sudah makan? kemari lah aku membuat makanan yang banyak," ucap Casey memotong pembicaraan Chris.


"Ah.. tentu saja. Aku tidak menolak makanan gratis," ucap Chris berjalan mendekati sofa dan melihat wajah tidak suka dari Dariel.


"Sayang.. yang benar saja. Ini hanya untuk ku. Aku tidak ingin berbagi," ucap Dariel membawa kotak makanannya ke atas pahanya.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu jadi seperti ini. Dasar aneh.." tukas Chris terkekeh mengambil Churros di meja dan memakannya.


"Dariel, makanannya banyak bukan? aku rasa cukup untuk kalian berdua," ucap Casey membuat Dariel menghela nafasnya dan akhirnya mau berbagi dengan Chris.


"Makanya cari pacar sana, biar ada yang membuat makanan untuk mu," tukas Dariel.


"Aku masih muda, urusan pacaran nanti saja," kata Chris memakan Pot Roast buatan Casey.


"Hei.. usia kita sama. Kamu hampir kepala tiga dan belum punya kekasih sampai sekarang," ledek Dariel.


"Aku lebih suka sendiri dan mengabdi pada mu. Kalau aku menikah, tidak ada yang membantu mu nanti. Maklum lah, orang yang tahan bekerja pada orang seperti mu hanya aku seorang. Memangnya kamu mau?" pungkas Chris.


"Sialan kamu. Tidak usah sok-sok an jadi pahlawan untuk ku. Jangan menjadikan ku sebagai alasan. Bilang saja kamu tidak laku," tukas Dariel meledek Chris.


"Apa perlu aku tunjukkan seberapa banyak wanita yang mendekati ku," balas Chris tidak terima.


"Apa kalian tidak bisa makan dengan tenang," timpal Casey menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Baiklah sayang.." ucap Dariel merangkul pinggang Casey.

__ADS_1


__ADS_2